Sukses

5 Kesalahan Saat Memasak yang Bikin Makanan Jadi Beracun

Pahami cara memasak yang benar, salah-salah bisa picu gangguan kesehatan! Simak selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Memasak makanan sendiri biasanya menjadi pilihan individu atau keluarga untuk mengonsumsi asupan yang lebih sehat. Namun, tak semua orang memahami cara memasak yang baik dan benar. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah  memasak dengan minyak sehat, seperti olive oil, melebihi titik asapnya. Hal tersebut malah menimbulkan gangguan kesehatan ketimbang membuat Anda sehat.

Menurut ahli kesehatan dr. Citra Roseno kepada KlikDokter, metode Anda dalam mengolah makanan sangatlah penting. Pada dasarnya, setiap makanan membutuhkan pendekatan dan waktu yang berbeda dari segi pengolahan.

“Secara umum, suhu yang dinilai ideal untuk dicapai ketika memasak adalah suhu internal minimal 75°C. Suhu ini diyakini dapat membunuh sebagian besar bakteri penyebab keracunan makanan. Gunakan termometer untuk memeriksa suhu internal makanan selama proses memasak,” kata dr. Citra.

Lebih lanjut, dr. Citra menjelaskan bahwa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak setiap makanan sangat bervariasi. Hal itu bergantung pada suhu bahan makanan sebelum dimasak, suhu perangkat masak, suhu minyak yang digunakan, dan sebagainya.

Sudah benarkah cara Anda dalam memasak? Melansir Reader’s Digest, ini cara memasak yang salah dan justru dapat memicu gangguan kesehatan:

  1. Memilih minyak yang salah

Ada sejumlah minyak yang dianggap lebih sehat, tapi tidak semuanya cocok untuk semua jenis cara memasak. “Setiap minyak memiliki titik asap – suhu ketika lemak mulai berubah menjadi asap – yang berbeda. Ketika mereka melewati titik asapnya, lemak akan terpecah dan mengeluarkan radikal bebas yang berbahaya ke udara,” kata Maggie Michalczyk, seorang ahli gizi di Chicago.

Minyak bertitik asap tinggi, misalnya, lebih bagus untuk memasak dengan suhu tinggi. Contoh minyak bertitik asap tinggi adalah almond oil, canola oil,  grapeseed oil, peanut oil, safflower oil, sesame oil, dan sunflower oil. Batasi juga porsi minyak yang digunakan untuk mencegah penambahan kalori yang tak perlu.

  1. Memanaskan minyak sehat terlalu berlebihan

Sebelum membeli minyak sehat, perhatikan dulu apakah titik asap minyak tersebut tinggi atau rendah. Ini penting untuk memastikan kegunaannya. Minyak dengan titik asap rendah lebih baik digunakan untuk salad dressings atau ditambahkan ke makanan yang telah jadi, bukan untuk memasak dengan suhu tinggi.

“Minyak tertentu, seperti olive oil dan coconut oil, mengandung senyawa nutrisi yang dapat hancur ketika dipanaskan dalam suhu tinggi melebihi titik asap mereka,” jelas Ben Roche, koki restoran bintang Michelin.

Untuk teknik memasak yang umum seperti menumis, menggoreng, atau memanggang, Roche menyarankan penggunaan minyak yang netral, seperti grapeseed oil atau sunflower oil. Untuk menyiramkan ke makanan yang telah jadi, ia menganjurkan extra virgin olive oil atau flaxseed oil untuk menjaga rasa dan nutrisi.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Keseringan menggoreng makanan

Mungkin rasanya benar-benar lezat, tetapi mengonsumsi makanan yang digoreng secara teratur bisa mematikan. Penggorengan dapat mengubah makanan sehat lainnya, seperti sayuran dan daging tanpa lemak, menjadi sarat lemak trans. Selain itu, konsumsi makanan yang digoreng telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan diabetes.

  1. Memanggang daging sampai hangus

Memasak daging di atas suhu 300° F, dapat membentuk senyawa beracun yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika dimetabolisme, senyawa-senyawa ini dapat mengaktifkan enzim yang terkait dengan risiko kanker,” kata Christen Cupples Cooper, founding director di Nutrition and Dietetics Program, College of Health Professions, Pace University. 

Hindari memasak makanan untuk waktu yang lama di atas api terbuka atau permukaan logam panas, putar daging sering-sering selama memasak, dan potong bagian daging yang hangus.

  1. Mengabaikan peralatan masak

Ketahuilah spesifikasi peralatan masak yang Anda gunakan. Wajan teflon mengandung bahan kimia buatan manusia yang disebut asam perfluorooctanoic (PFOA atau C8). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa paparan PFOA dapat memicu kanker, gangguan reproduksi, dan disfungsi hati. Gunakan peralatan berbahan besi, kaca, keramik, dan baja antikarat.

Selain itu, memasukkan garam dan gula terlalu banyak saat memasak, sering mengonsumsi makanan beku, dan menghindari lemak sama sekali juga bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Sayang, kan, kalau makanannya sudah sehat tapi cara memasaknya salah? Karena itu, perhatikan cara memasak yang benar agar kualitas makanan tetap terjaga.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar