Sukses

Jenis-jenis Gangguan Jiwa yang Perlu Anda Ketahui

Terdapat banyak jenis gangguan jiwa yang bisa terjadi pada siapa saja. Kenali dan waspadai, agar Anda tidak mengalami dan terganggu karenanya!

Gangguan kesehatan jiwa masih menjadi masalah utama di dunia. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016, terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, dan 47,5 juta terkena demensia.

Gangguan kesehatan mental didefinisikan sebagai penyakit atau kondisi yang memengaruhi cara berpikir, merasakan sesuatu, bertindak, atau berhubungan dengan orang lain serta lingkungan. 

Terdapat beberapa jenis gangguan jiwa yang bisa terjadi pada siapa saja. Berikut beberapa di antaranya:

1 dari 6 halaman

1. Gangguan Cemas

Gangguan kecemasan berhubungan dengan rasa takut terhadap objek atau situasi. Mereka juga umumnya mengalami peningkatan detak jantung dan sering berkeringat.

Penyakit kejiwaan ini terdeteksi jika respons seseorang tidak sesuai dengan situasi atau tidak dapat mengendalikan respons yang dikeluarkan.

Artikel Lainnya: Awas, Ini 5 Gangguan Jiwa yang Bisa Menyerang Pria

2. Gangguan Mood

Jenis gangguan jiwa ini berhubungan dengan sering merasa sedih, kelewat bahagia, atau gejolak dari kebahagiaan hingga kesedihan berlebih.

Contoh dari gangguan mood (suasana hati) adalah depresi dan bipolar.

Depresi umumnya dicirikan dengan kesedihan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah atau menghargai diri rendah, gangguan tidur atau nafsu makan, kelelahan, dan konsentrasi yang buruk. 

Sedangkan bipolar biasanya terdiri dari episode mania dan depresi, yang dipisahkan oleh periode suasana hati yang normal. Episode mania melibatkan suasana hati yang meningkat atau mudah tersinggung, aktivitas berlebihan, bicara cepat, harga diri meningkat, dan kebutuhan tidur yang sedikit. 

Orang yang mengalami serangan mania, tetapi tidak mengalami episode depresi juga diklasifikasikan sebagai gangguan bipolar.

2 dari 6 halaman

3. Gangguan Psikotik

Penyakit kejiwaan psikotik melibatkan kesadaran atau pola pikir yang terdistorsi. Dua gejala yang paling umum adalah halusinasi dan delusi. 

Skizofrenia merupakan salah satu contoh gangguan psikotik, yang ditandai dengan distorsi dalam berpikir, persepsi, emosi, bahasa, dan perilaku.

4. Gangguan Makan

Gangguan makan melibatkan emosi, sikap, dan perilaku ekstrem yang melibatkan berat badan serta makanan. 

Gangguan makan dapat berupa asupan makanan yang tidak mencukupi atau berlebihan, yang akhirnya dapat merusak kesejahteraan individu. 

Bentuk gangguan makan yang paling umum, yaitu Binge Eating Disorder, Anorexia Nervosa, dan Bulimia Nervosa.

5. Kontrol Impuls 

Gangguan kontrol impuls membuat penderitanya tidak dapat menahan keinginan atau dorongan untuk melakukan tindakan yang membahayakan diri atau orang lain. 

Sering kali, orang-orang dengan gangguan ini menjadi begitu terlibat dengan objek kecanduan sehingga cenderung mengabaikan tanggung jawab.

Pyromania (menyalakan api) dan kleptomania (mencuri) adalah contoh gangguan kontrol impuls.

Artikel Lainnya: Ini Cara Mendampingi Pasangan dengan Gangguan Mental

3 dari 6 halaman

6. Gangguan Kepribadian

Ini adalah jenis gangguan jiwa yang membuat penderitanya mempunyai pola pikir atau perilaku yang cenderung kaku dan tidak sehat. 

Seseorang dengan gangguan kepribadian mengalami kesulitan dalam memahami dan berhubungan dengan situasi bersama individu lainnya. Hal ini menyebabkan masalah dan keterbatasan yang signifikan dalam hubungan, aktivitas sosial, pekerjaan, dan sekolah.

7. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

Seseorang yang mengalami OCD diselimuti dengan pikiran atau ketakutan konstan, yang membuat mereka melakukan tindakan tertentu. 

Contoh OCD adalah seseorang dengan rasa takut berlebihan terhadap kuman, sehingga ia terus-menerus mencuci tangan.

8. Gangguan Stres Pasca-trauma (PTSD)

Gangguan stres pasca-trauma alias Post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah jenis gangguan jiwa yang mengikuti peristiwa traumatis atau menakutkan di masa lampau. Contohnya, serangan seksual atau fisik. 

Seseorang yang mengalami PTSD umumnya mempunyai pikiran maupun kenangan yang abadi dan cenderung “kebas” secara emosional.

Keadaan tersebut terjadi ketika seseorang mengembangkan gejala emosional atau perilaku dalam menanggapi peristiwa maupun situasi yang menegangkan. 

Sindrom respons stres biasanya dimulai dalam waktu tiga bulan semenjak terjadinya peristiwa, dan berakhir dalam enam bulan setelah faktor penyebab stres berhenti atau hilang.

4 dari 6 halaman

9. Gangguan Disosiatif

Penderita gangguan disosiatif cenderung mengalami perubahan dalam ingatan, kesadaran, identitas, dan kesadaran umum tentang diri maupun lingkungannya. 

Jenis gangguan jiwa ini sering dikaitkan dengan stres luar biasa, yang mungkin merupakan akibat dari peristiwa traumatis atau kecelakaan, termasuk bencana yang mungkin dialami atau disaksikan.

Artikel Lainnya: Depresi, Lebih dari Sekadar Gangguan Kesehatan Mental

10. Gangguan Factitious

Penyakit kejiwaan yang bersifat menipu ini adalah kondisi ketika seseorang secara sadar dan sengaja menciptakan atau mengeluhkan gejala fisik maupun emosional agar dirinya bisa berperan sebagai pasien.

11. Gangguan Seksual dan Gender

Konseptualisasi gangguan seks dan gender terus berkembang sebagai tanggapan atas pengaruh budaya, ilmiah, politik, dan komersial yang beragam. 

Gangguan seksual dan gender diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu:

  • Disfungsi seksual, yaitu masalah yang menghambat motivasi atau kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas seksual 
  • Paraphilias, yaitu pola berulang dari gairah dan/atau perilaku seksual yang melibatkan target ekspresi seksual yang tidak tepat. 
  • Gangguan identitas gender, yaitu pengalaman ketidaknyamanan yang intens dengan peran gender yang ditetapkan, disertai dengan keinginan untuk hidup sebagai lawan jenis. 
5 dari 6 halaman

12. Gangguan Gejala Somatik

Gangguan gejala somatik sebelumnya dikenal sebagai gangguan psikosomatis. Jenis gangguan jiwa ini melibatkan seseorang yang memiliki fokus berlebih pada gejala fisik, seperti nyeri, kelemahan, atau sesak napas. 

Individu tersebut akan memiliki pikiran, perasaan, maupun perilaku berlebihan yang berkaitan dengan gejala fisik tertentu.

13. Gangguan Tic

Orang dengan gangguan ini membuat suara atau melakukan gerakan tubuh yang tidak teratur dan berulang, cepat, secara tiba-tiba, serta tidak terkendali. Hal ini terjadi akibat suatu perubahan di bagian otak yang mengontrol gerakan. 

Kelainan ini dapat diturunkan dalam keluarga dan kemungkinan ada penyebab genetik. Kondisi ini juga sering terjadi bersamaan dengan kondisi lain, seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Itu dia macam-macam gangguan jiwa yang mesti Anda ketahui dan waspadai. Dalam banyak kasus, aktivitas orang yang mengalami kondisi tersebut bisa terganggu. Bukan tidak mungkin, mereka juga akan mengalami penurunan kualitas hidup.

Oleh karena itu, jika merasa mengalami gejala dari salah satu jenis gangguan jiwa, tak perlu menunda lagi untuk konsultasi pada dokter atau psikolog melalui LiveChat 24 jam. Unduh juga aplikasi KlikDokter agar tidak ketinggalan fakta kesehatan menarik lainnya.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar