Sukses

Bagaimana Kondom Mencegah Kehamilan?

Seperti apa cara kerja kondom dalam mencegah kehamilan? Simak penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, banyak kalangan baik dari instansi pemerintah maupun lembaga terkait yang menggencarkan sosialisasi hubungan seksual menggunakan pengaman seperti kondom. Berdasarkan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) oleh BKKBN, hal ini dilakukan demi mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.

Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 dan 2012 menunjukkan bahwa program KB masih stagnan. Kondisi tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator capaian, antara lain:

  • Angka kelahiran total mengalami kenaikan dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya, menjadi 2.4
  • Persentase pemakaian kontrasepsi modern mengalami penurunan menjadi 57.6%
  • Persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi juga menunjukkan angka yang masih tinggi, yakni 17.5%

Salah satu upaya menciptakan keluarga kecil bahagia sejahtera sesuai program KB adalah menggunakan alat kontrasepsi, salah satunya kondom. Bagaimana cara kerjanya dalam mencegah kehamilan?

Fungsi dan cara kondom mencegah kehamilan

Kondom adalah alat kontrasepsi untuk pria yang bekerja dengan cara menampung air mani dan sperma di dalam kantong kondom, sehingga mencegahnya memasuki saluran reproduksi wanita. Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, kondom terdiri dari dua jenis, yakni kondom kulit dan kondom karet yang lebih elastis sehingga lebih banyak dipakai.

Kondom menciptakan penghalang antara Anda dan pasangan saat berhubungan seks yang mencegah kulit serta cairan bersentuhan dengan kulit orang lain. Kondom juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan metode pengendalian kelahiran lainnya, seperti pil KB atau perangkat intrauterine (IUD) untuk memberikan perlindungan tambahan.

“Kondom pria harus dipakai setelah ereksi dan sebelum alat kelamin pria penetrasi ke dalam vagina yang meliputi separuh bagian penis yang ereksi. Tidak boleh terlalu ketat karena ada tempat kosong di ujung untuk menampung sperma,” kata dr. Astrid.

Lebih lanjut, dr. Astrid menjelaskan bahwa kondom harus dilepas setelah ejakulasi. Kegagalan kondom umumnya terjadi karena pemakaian yang tidak benar sehingga malah memungkinkan terjadinya kehamilan.

Lain kondom pria, lain pula kondom khusus wanita. Kondom wanita biasanya terbuat dari poliuretan atau nitril dan relatif lebih mahal daripada kondom pria. Dibandingkan dengan kondom pria, tidak ada banyak pilihan untuk kondom wanita.

1 dari 2 halaman

Kiat menggunakan kondom yang tepat

Terlepas dari pilihan serta variasi, fungsi kondom tetaplah sama. Selain mencegah kehamilan, ia juga meminimalkan penyebaran penyakit atau infeksi menular seksual.

“Meski kondom memiliki beberapa kelebihan, penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi masih terbilang sedikit. Survei oleh BKKBN menunjukkan bahwa penggunaan kondom hanya sebesar 2,4% saja,” kata dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter.

Agar tidak salah kaprah, lakukan cara pemakaian kondom yang tepat sebagai berikut:

  1. Buka kemasan kondom memakai jari-jari Anda. Jangan merobeknya dengan sesuatu yang tajam, seperti gunting atau gigi.
  2. Sebelum Anda menggunakannya, pastikan kondom tidak terbalik. Bila Anda salah dan kondom sudah menempel pada ujung penis, segera ganti dengan yang baru. Untuk mengetahui kondom berada di sisi yang tepat, bagian ujungnya akan terlihat menyembul seperti topi kecil.
  3. Tekan ujung kondom di antara jari telunjuk dan jempol dan letakkan di kepala penis Anda yang sudah ereksi. Sisakan sedikit ruang pada ujung kondom untuk mewadahi air mani. Ini juga penting untuk mengeluarkan udara yang kemungkinan terperangkap di sana (udara yang terperangkap berpotensi membuat kondom sobek).
  4. Buka gulungan kondom ke arah bawah penis hingga membungkus keseluruhan penis.
  5. Lakukan hubungan seksual.
  6. Setelah ejakulasi, segera tarik penis dari tubuh pasangan, jangan tunggu hingga penis “layu”. Lakukan secara perlahan sambil memegang ujung bagian bawah kondom.
  7. Buang kondom yang sudah terpakai ke tempat sampah.

Kondom memiliki fungsi yang beragam mulai dari mencegah kehamilan hingga penyebaran infeksi menular seksual. Selain kondom, ada juga alat kontrasepsi lain yang dapat dijadikan pilihan seperti pil KB, IUD, dan sebagainya. Jika tak tahu mana yang paling sesuai untuk Anda, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan metode kontrasepsi yang cocok.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar