Sukses

Penyakit Cacar Monyet Mulai Ditemukan di Inggris

Wabah cacar monyet menyebar dan bahkan mulai ditemukan di Inggris. Diberitakan dua orang telah terdiagnosis virus ini.

Klikdokter.com, Jakarta Cacar monyet mungkin terdengar asing bagi banyak kalangan. Terlebih, masyarakat lebih familiar dengan cacar air dan cacar api yang biasanya menyerang usia anak, meski tak menutup kemungkinan orang dewasa dan yang lebih tua juga.

Cacar monyet adalah penyakit yang berasal virus langka dan terutama terjadi di wilayah terpencil Afrika Tengah serta Barat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus tersebut hidup pada hewan, termasuk primata dan hewan pengerat, meski bisa juga dari hewan ke manusia. Virus cacar monyet ini serupa dengan cacar pada manusia.

Kasus cacar monyet di Inggris

Penyebaran cacar monyet memang hanya berkutat di kawasan Benua Afrika, sehingga kabar tentang seseorang yang terkena virus tersebut di luar zona Afrika begitu mengagetkan khalayak. Kejadian tersebut terjadi di Inggris.

Melansir dari sumber resmi Pemerintahan Britania Raya, kasus cacar monyet pertama di Inggris terdiagnosis pada warga negara Nigeria yang tinggal di Cornwall kemudian dilarikan ke London, Sabtu (8/9). Tak lama kemudian, pasien cacar monyet kedua ditemukan di Blackpool, Selasa (11/8). Pasien itu baru saja berkunjung ke Nigeria.

Dikutip dari Liputan6.com, cacar monyet begitu ditakuti di Afrika karena memiliki angka kematian hingga 30 persen. Selama wabah di Nigeria, diketahui bahwa masyarakat di sana memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga virus dengan mudah bergerilya pada tubuh.

Kendati demikian, faktanya cacar monyet tidak lebih mematikan daripada cacar biasa. Pada wabah yang pernah terjadi, WHO menemukan bahwa tingkat kematian hanya berkisar 1 sampai 10 persen pada orang dengan daya tahan tubuh normal.

Gejala awal cacar monyet adalah demam, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Setelah itu, pasien akan mengalami ruam cacar dengan lesi yang sering muncul di wajah dan batang tubuh.

Lesi akan berkembang menjadi lepuhan kecil yang berisi cairan, sebelum membusuk. Pasien biasanya pulih setelah dua hingga empat minggu, walau ada bekas luka dari ruam yang ditinggalkan. Meski tak nyaman, cacar monyet biasanya bersifat ringan.

Mengantisipasi cacar monyet sejak dini

Mengingat cacar monyet hampir serupa dengan cacar lainnya, maka antisipasi yang tepat adalah menjaga daya tahan tubuh. Pada dasarnya daya tahan tubuh seseorang berpengaruh terhadap rentan atau tidaknya seseorang untuk terjangkit sebuah penyakit.

 Daya tahan tubuh Anda akan menjadi benteng pertahanan pertama jika ada kuman yang masuk ke tubuh. Semakin tinggi daya tahan tubuhnya, maka kemungkinan untuk terinfeksi akan semakin kecil. Sebaliknya jika daya tahan tubuh seseorang sedang turun, maka akan mudah terserang penyakit.

Menurut data yang diberikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang yang terinfeksi bisa menularkannya melalui cairan dari pernapasan. Namun, ditekankan oleh Dr Nick Phin, Deputy Director, National Infection Service dari Public Health England bahwa cacar monyet tidak menyebar dengan mudah dan risiko populasi umum untuk terkena sangat rendah.

Saat ini pihak pemerintah Inggris sedang berupaya mencegah masyarakat terkena penularan cacar monyet. Bagi Anda yang sering bepergian ke luar negeri, waspadalah dan selalu ingat untuk menjaga pola hidup sehat. Jika Anda merasakan beberapa gejala yang mirip dengan gejala penyakit tersebut, segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar