Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ingin Ikut Lomba Lari Maraton? Ini Tips Latihan yang Perlu Diterapkan

Ingin Ikut Lomba Lari Maraton? Ini Tips Latihan yang Perlu Diterapkan

Hendak mengikuti lomba lari maraton di waktu mendatang? Jangan lupa untuk melakukan persiapan dengan melatih diri, agar Anda bisa tetap kuat dan mencapai garis akhir!

Lari maraton bukanlah olahraga yang bisa dilakukan sembarang orang. Sebab, untuk mencapai titik akhir dari trek lari sepanjang puluhan kilometer, Anda perlu kondisi tubuh yang sehat, kuat, dan bugar. Oleh karena itu, bagi yang ingin ikut lomba lari maraton, Anda mesti mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. 

Lantas, apa saja persiapan yang perlu dilakukan oleh orang-orang yang hendak mengikuti lomba lari maraton? Apakah ada tips latihan maraton untuk pemula? 

1 dari 2 halaman

Tips Latihan Lari Maraton untuk Pemula

Ingin latihan lari maraton karena hendak mengikuti lomba atau mengisi acara tertentu? Tak perlu sungkan, sekalipun Anda adalah seorang pemula.

Berikut ini adalah tips latihan maraton untuk pemula, yang bisa Anda terapkan.

  1. Latihan Pernapasan

Memiliki pola napas yang baik adalah kunci penting dalam olahraga lari, apalagi bila hendak menempuh jarak yang jauh.

Oleh karena itu, sebagai langkah pertama latihan lari maraton, Anda mesti bisa mengatur napas dengan baik.

Anda bisa melatih pernapasan dengan menarik napas dalam melalui hidung hingga dada terasa tertarik kencang, untuk kemudian diembuskan melalui mulut hingga paru-paru kempis sepenuhnya.

Pada awalnya, latihan tersebut mungkin akan terasa berat. Tetapi jika dibiasakan, Anda akan lebih siap untuk mengikuti lomba lari maraton, sekalipun harus menempuh trek yang sangat panjang.

Artikel Lainnya: 5 Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Pelari Marathon

  1. Latihan Otot Dasar

Untuk menunjang gerakan lari dan laju napas yang baik, Anda perlu melatih kekuatan otot-otot di tubuh.  Beberapa otot yang harus dilatih, misalnya otot punggung, otot perut, otot bokong dan otot tungkai bawah. 

Untuk menopang tubuh dan mempertahankan postur yang benar saat berlari, otot punggung, perut dan bokong harus kuat. 

Jika tidak, tubuh Anda akan mudah kehilangan keseimbangan, penggunaan energi menjadi tidak efisien, dan meningkatkan risiko cedera. 

Latihan apa yang bisa dilakukan untuk memperkuat otot punggung, otot perut, otot bokong dan otot tungkai bawah? 

Cobalah untuk melakukan latihan pull-up, plank, crunches, dan squat. Pastikan gerakannya tepat, agar manfaatnya benar-benar optimal.

  1. Latihan Otot Kaki

Selain otot tubuh bagian inti yang baik, lari maraton juga membutuhkan dukungan dari otot kaki yang kuat dan terkoordinasi dengan sempurna. 

Untuk mewujudkan ini, Anda bisa mencoba melakukan latihan dengan naik dan turun tangga, squat jump, lompat tali, jalan jinjit, atau jalan menggunakan tumit. 

Tentunya, dalam melakukan latihan ini, Anda harus diawasi dengan pelatih. Jangan sampai teknik latihannya salah dan terlalu berlebihan. Ingat, gerakan yang tepat dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

  1. Latihan Ketahanan

Setelah melatih otot untuk menunjang gerakan berlari, Anda juga perlu melatih ketahanan tubuh dan kapasitas pernapasan. 

Sebagai permulaan, biasakan diri Anda dengan berlari setidaknya 10 kilometer. Tingkatkan secara bertahap. Misalnya, menjadi 15 kilometer, lalu 20 kilometer, hingga akhirnya menyentuh 40 kilometer.

Untuk mengikuti kompetisi lomba lari maraton, Anda harus melakukan persiapan ini setidaknya 3-4 bulan sebelumnya. 

Artikel Lainnya: Cedera Paling Sering Saat Lari Maraton dan Cara Menghindarinya

  1. Latihan Teknik Berlari

Agar dapat berlari dengan efisien, Anda harus melakukannya dengan teknik yang benar. 

Prinsip dari teknik berlari yang benar terbagi menjadi beberapa jenis. Pertama, meminimalkan gerakan yang tidak perlu, seperti ayunan tangan dan kaki yang berlebihan. Semakin banyak gerakan, maka energi yang digunakan akan semakin banyak. 

Kedua, bersahabatlah dengan gravitasi. Maksudnya, ketika Anda berlari, usahakan untuk tidak terlalu lama menggantung kaki (tidak menapak). 

Semakin lama durasi kaki yang mengantung di udara, maka energi yang dikeluarkan juga akan semakin besar.

  1. Pilih Sepatu yang Tepat

Pemilihan sepatu selama latihan dan mengikuti lomba lari maraton juga perlu diperhatikan. Jika tidak memilih sepatu yang tepat, latihan akan menjadi tidak maksimal dan Anda pun berisiko lebih tinggi untuk mengalami cedera.

Maka dari itu, pilihlah sepatu yang memiliki ukuran paling sesuai dengan kaki Anda, tidak boleh terlalu besar apalagi terlalu kecil. 

Pastikan pula sepatu tersebut sesuai dengan medan tempat diadakannya lomba lari maraton, agar gerakan Anda bisa tetap optimal.

Ingatlah untuk melakukan latihan lari maraton yang telah disebutkan secara bertahap. Hal ini bertujuan agar tubuh Anda memiliki waktu untuk melakukan penyesuaian, serta menghindari risiko cedera.

Jika Anda adalah seorang pemula, tak ada salahnya untuk melakukan latihan di atas dengan bantuan instruktur yang ahli. 

Dengan begini, tubuh yang sehat, kuat, dan bugar bisa benar-benar terbentuk, dan Anda akan siap menghadapi segala rintangan pada lomba lari maraton nantinya. 

Jika Anda masih punya pertanyaan mengenai tips latihan maraton, tak perlu sungkan untuk ngobrol langsung dengan dokter melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Gratis, lho!

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar