Sukses

Lakukan Persiapan Ini Saat Ikut Lari Maraton!

Agar kondisi fit dan terhindar dari gangguan kesehatan, lakukan persiapan ini saat ikut lari maraton.

Klikdokter.com, Jakarta Ajang lari Maybank Bali Marathon yang dilangsungkan di Bali pada Minggu (9/9) lalu memakan satu korban jiwa pelari. Diduga, penyebab meninggalnya adalah penyakit jantung. Bagi seorang pelari, baik pelari profesional maupun amatir, mengikuti perlombaan lari maraton bisa jadi kegiatan menantang sekaligus mengasyikkan.

Tak jarang, lari jarak jauh ini juga dijadikan ajang pembuktian diri bahwa pelari mampu bertahan secara konsisten hingga titik akhir. Karena lari maraton tergolong olahraga berat, ada banyak persiapan yang harus Anda lakukan saat ikut lari maraton.

Berikut ini adalah beberapa persiapan penting yang harus Anda lakukan sebelum terjun berlomba lari maraton:

  1. Pentingnya cek kesehatan sebelum lari

Lari maraton membutuhkan kondisi tubuh yang sangat fit. Jika Anda sedang tidak sehat, memaksakan untuk tetap berpartisipasi bisa jadi bumerang. Cek kesehatan penting untuk dilakukan supaya Anda terhindar dari pingsan, peningkatan tekanan darah, atau konidisi terburuknya adalah henti jantung secara mendadak.

Lantas, pemeriksaan apa saja yang mesti dilakukan? Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, Anda perlu melakukan pemeriksaan sebagai berikut.

  • Pemeriksaan fisik. Periksa tekanan darah untuk menghindari adanya peningkatan tekanan darah saat lari yang bisa memicu serangan jantung dan stroke. Selain itu, lakukan juga EKG atau rekam aktivitas listrik jantung pada saat istirahat.
  • Pemeriksaan darah. Dilakukan supaya bisa melihat apakah Anda sedang terkena infeksi penyakit atau pada penderita diabetes, jangan sampai kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  • Pemeriksaan kesehatan jantung. Dilakukan untuk melihat kadar enzim creatine phosphokinase-nya (bisa menyebabkan kerusakan otot jantung) dan memeriksa lemak darah (jika rasio tinggi, risiko timbulnya sakit jantung saat maraton pun tinggi).
  • Tes fungsi organ dalam lainnya. Karena ginjal berperan besar dalam menjaga keseimbangan air dan garam dan hati mengupayakan pengeluaran racun dalam tubuh, maka perlu dilakukan pengecekan.
  • Cek kesehatan tulang dan otot. Dilakukan untuk melihat kadar kalsium dan vitamin D-nya. Jika kadar rendah, maka risiko cidera otot dan tulang pun tinggi.
  • Pemeriksaan kadar hormon tiroid. Kekurangan kadar hormon tiroid bisa membuat energi di dalam tubuh terkuras cepat sehingga menjadi mudah lemas. Bila kadar hormon tiroid terlalu tinggi, risiko naiknya tekanan darah dan aktivitas detak jantung pun tinggi. Oleh sebab itu, butuh pengecekan yang lebih jauh.
1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Jangan lewatkan makan dan minum sebelum lari maraton

Ketika hendak lari maraton, mungkin pertanyaan umum yang paling banyak ditanyakan adalah, ”Perlukah saya makan dan minum sebelum lari maraton?”. Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, ya, perlu. Anda memang harus mengisi perut Anda dengan makan dan minum sebelum lari maraton, tapi ingat, keduanya mesti dilakukan 3 jam sebelum berlari.

Soal makan, konsumsilah makanan yang rendah lemak dan tinggi karbohidrat supaya ketika berlari nanti, Anda memiliki cadangan energi yang cukup. Minum juga air putih 500-700 ml agar  tak mudah lelah dan mencegah mual, begah, serta timbulnya gangguan pencernaan lainnya. Nah, lima belas menit sebelum maraton mulai, Anda diperbolehkan minum 300-600 air putih.

  1. Recharge energi saat berlari

Konsumsilah buah pisang atau energy bar sebagai pengganti karbohidrat yang hilang saat berlari. Hindari terjadinya dehidrasi dengan minum 150-350  ml air. Ingat, tetaplah minum air putih, bukan minuman bersoda atau jus buah sekalipun. Meminum minuman yang terlalu banyak gula hanya akan membuat rasa tidak nyaman pada perut Anda.

  1. Jaga kondisi tubuh setelah berlari

Setelah berhasil mencapai garis akhir, usahakan untuk isi ulang tenaga Anda dengan minum air putih atau minuman isotonik meskipun Anda tidak haus. Satu jam setelah berlari, Anda bisa menyantap kudapan seperti roti, energy bar, atau pisang. Hindari langsung makan berat. Tunggulah paling tidak 3 jam setelah berlari.

  1. Jangan ikut lari maraton jika Anda memiliki kondisi medis ini

Memaksakan sesuatu, apalagi lari maraton yang tidak mudah, bukanlah hal baik. Oleh sebab itu, bila Anda memiliki penyakit  di bawah ini, lebih baik hindari atau tunda dulu untuk berpartisipasi dalam lari maraton.

  • Gangguan jantung
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Gangguan ginjal
  • Anemia

Daripada memaksakan diri lari maraton, ganti dengan aktivitas fisik lain, yang sebelumnya sudah Anda konsultasikan dengan dokter agar sesuai dengan kondisi Anda. Selain lima langkah persiapan lari maraton yang dijabarkan di atas, pastikan penyelenggara event paham atas kewajibannya, karena ini bisa berdampak langsung pada keselamatan Anda. Semoga artikel ini bisa menjadi panduan dan bahan pertimbangan sebelum Anda mendaftarkan diri untuk jadi peserta lari maraton.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar