Sukses

Benarkah Intermittent Fasting Ampuh untuk Diet?

Ada satu cara yang cukup populer untuk mengurangi berat badan Anda, yakni intermittent fasting. Metode puasa apa pula ini?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang ingin memiliki badan ideal, Anda sepertinya harus meninggalkan diet cara lama seperti mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dan rendah lemak. Jika Anda masih ingin menyantap makanan yang Anda suka, cobalah atur pola makan Anda dengan metode intermittent fasting. Apa itu?

Intermittent fasting yang juga mengandalkan pengaturan pola makan, lazim disebut dengan puasa. Tapi perbedaan puasa jenis ini dengan puasa yang selama ini Anda jalani adalah saat melakukan puasa ini Anda tetap boleh minum. 

Dalam hal ini yang harus Anda perhatikan adalah bukan makanan apa yang masuk ke dalam tubuh Anda, tapi mengatur waktu kapan Anda makan dan kapan harus berhenti. Metode yang lazim digunakan adalah dengan puasa 16 jam.

Puasa sebenarnya telah menjadi praktik sepanjang evolusi manusia. Bahkan, untuk umat Muslim, mereka setiap tahun melaksanakan ibadah puasa sebagai bagian dari ibadah.

1 dari 3 halaman

Metode intermittent fasting

Ada beberapa cara berbeda dalam melakukan intermittent fasting yang semuanya melibatkan pembagian hari atau pekan ke dalam periode makan dan berpuasa. Selama periode puasa, Anda makan sangat sedikit atau tidak sama sekali.

Menurut Healthline, ini adalah metode yang paling populer:

  • Metode 16/8: Pada metode ini, Anda tidak sarapan dan membatasi periode makan harian Anda hingga 8 jam, seperti jam 1-9 malam. Kemudian Anda berpuasa selama 16 jam di antaranya.
  • Eat-Stop-Eat: Ini melibatkan puasa selama 24 jam, satu atau dua kali seminggu.
  • Diet 5:2: Dengan metode ini, Anda hanya mengonsumsi 500-600 kalori dalam dua hari yang tidak berturut-turut dalam seminggu, tetapi makan secara normal 5 hari lainnya.

Banyak orang menilai bahwa 16/8 adalah metode yang paling sederhana, paling berkelanjutan, dan paling mudah untuk dipatuhi. Itu juga yang paling populer di antara yang lain.

2 dari 3 halaman

Intermittent fasting ampuh untuk diet?

Berdasarkan keterangan beberapa pakar, tidak ada kerugian nyata untuk orang yang melakukan intermittent fasting. Menurut Krista Varady, Ph.D., seorang profesor kinesiologi dan nutrisi di University of Illinois di Chicago, Amerika Serikat metode puasa ini cukup aman.

Sementara itu, Jason Fung, M.D., ahli nefrolog asal Toronto juga percaya puasa bukan sesuatu yang merugikan manusia. Bahkan, puasa harus dilakukan pada seseorang yang ingin melaksanakan operasi.

“Kami, sebagai dokter, memberi tahu orang-orang untuk berpuasa sepanjang waktu. Sebelum operasi, sebelum kolonoskopi, untuk ultrasound orang harus berpuasa dan tidak ada hal buruk yang terjadi,” tegas Fung.

Kelemahan terbesar dari orang yang menjalankan puasa tipe ini adalah lekas marah. Biasanya lima hari pertama puasa adalah fase sulit bagi banyak orang karena perut kosong.

Manfaat utama dari intermittent fasting adalah penurunan berat badan atau hilangnya lemak. "Insulin meningkat ketika Anda makan, dan ketika insulin tinggi, Anda tidak dapat membakar lemak. Ketika Anda berpuasa, insulin turun, dan itu memungkinkan tubuh Anda mengakses simpanan makanan, yaitu lemak tubuh untuk energi,” jelas Fung.

Siapa yang harus mencobanya?

Intermittent fasting bukanlah untuk semua orang. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan, terutama untuk orang dengan diabetes, konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu. Anda juga harus mendiskusikannya dengan ahli kesehatan bila berat badan tergolong rendah (underweight) dan punya riwayat gangguan makan (eating disorder).

Pada akhirnya, jika Anda mencoba menurunkan berat badan atau mempertahankan persentase lemak Anda tetap rendah dengan intermittent fasting, Anda harus memiliki niat yang sudah dirancang dengan mantap sejak awal. Karena ini akan mengubah waktu makan Anda. Jika kurang jelas, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter agar metode diet yang Anda jalankan tidak salah dan malah merugikan tubuh Anda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar