Sukses

3 Faktor Risiko Diabetes yang Tak Berhubungan dengan Berat Badan

Selain berat badan, tiga faktor risiko diabetes di bawah ini harus Anda perhatikan demi melakukan pencegahan.

Klikdokter.com, Jakarta Waspada, diabetes dapat menyerang siapa saja! Tak hanya berkaitan dengan umur, jenis kelamin, dan faktor-faktor lainnya, penyakit yang satu ini bisa mendera Anda tanpa diketahui apa sebabnya.

Diabetes, atau diabetes mellitus, adalah suatu penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah. Perlu diketahui, gula darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan.

“Gula darah yang terus-menerus tinggi dianggap sebagai 'racun' oleh sel sehingga mereka 'menolak' untuk menerimanya. Sampai di suatu titik, akhirnya sel-sel ini benar-benar sulit untuk menerima gula darah, yang dipakai sebagai bahan bakar untuk menjalankan berbagai proses dalam tubuh,” kata dr. Fiona Amelia dari KlikDokter.

Diabetes terbagi atas beberapa tipe, yakni:

  • Diabetes tipe 1, ketika sistem daya tahan tubuh menyerang dan menghancurkan sel beta di pankreas yang memproduksi insulin.
  • Diabetes tipe 2, ketika sel beta di pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau sel-sel tubuh tidak menunjukkan respons terhadap insulin yang diproduksi.
  • Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi saat kehamilan.
  • Diabetes tipe lain, yang dapat timbul akibat kelainan hormon, imunologi, infeksi, atau genetik lainnya.
1 dari 2 halaman

Kaitan antara diabetes dengan berat badan

Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes. Namun, diabetes juga dapat disebabkan oleh hal-hal yang tidak umum Anda ketahui. Dilansir Prevention, penyebab tersebut antara lain:

  1. Menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian

Penelitian menunjukkan bahwa isolasi sosial berhubungan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih besar dan demensia. Menurut BMC Public Health, wanita berusia 40 hingga 75 yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan sosial memiliki risiko 112 persen lebih tinggi terkena diabetes dibanding mereka yang memiliki jejaring sosial yang kuat.

Para ahli tidak sepenuhnya memahami kaitan tersebut. Tapi mereka beranggapan bahwa orang-orang yang mengisolasi diri dari keluarga dan teman-teman lebih mungkin mengalami depresi yang merupakan faktor risiko diabetes. Jadi hubungilah teman dan buat rencana untuk minum kopi atau menonton film bersama daripada menghabiskan waktu sendiri melulu.

  1. Mengurangi konsumsi kopi

Menurut penelitian dari Harvard, orang yang mengurangi konsumsi kopi lebih dari satu cangkir per hari selama 4 tahun, memiliki risiko 17 persen lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan dengan yang tidak. Justru, menambahkan asupan kopi mampu menurunkan risiko diabetes hingga 11 persen.

Alasannya, minum kopi disinyalir mampu menciptakan kadar gula darah yang lebih stabil. Tentu, hal ini harus dilakukan tanpa melibatkan gula atau pemanis buatan lainnya.

  1. Menggunakan obat kumur

Berdasarkan studi di University of Alabama, orang yang menggunakan obat kumur selama dua kali sehari memiliki risiko 55 persen lebih tinggi terdiagnosis diabetes tipe 2 dalam kurun waktu 3 tahun dibandingkan mereka yang tidak pernah menggunakan sama sekali.

Butuh lebih banyak penelitian untuk memahami hubungan di antara keduanya. Kendati demikian, obat kumur bekerja dengan menyeka bakteri dari mulut Anda, baik yang buruk maupun yang baik. Padahal beberapa dari bakteri ini memainkan peran dalam regulasi gula darah, bahkan turut membunuh bakteri baik.

Sederet faktor risiko diabetes di atas memang tampak di luar perkiraan dan tak disangka-sangka. Hal yang dapat Anda lakukan sekarang adalah melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini untuk menjauhkan diri dari diabetes. Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang, olahraga teratur, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol adalah beberapa di antaranya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar