Sukses

Benarkah Kram Otot Bisa Picu Kerusakan Otot?

Kram otot dapat menyerang siapa saja. Lantas, apakah kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pada otot?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang pasti pernah mengalami kram otot. Keluhan ini memang tergolong tidak berbahaya, namun tetap bisa mengganggu aktivitas hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Kram otot terjadi ketika otot berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak disadari (involunter). Keadaan ini bisa menyerang pada satu otot atau lebih, dan paling sering terjadi di otot-otot tungkai bawah terutama betis.

Penyebab kram otot

Kram otot disebabkan karena penggunaan otot secara berlebihan (overuse), seperti saat berolahraga. Di samping itu, kondisi ini juga dapat terjadi akibat dehidrasi atau kekurangan cairan, peregangan otot berlebihan (muscle strain), maupun kehamilan.

Kram otot adalah hal yang umum terjadi pada orang dewasa, dan frekuensinya semakin sering dengan bertambahnya usia seseorang. Hal itu bisa terjadi karena usia yang terus bertambah membuat massa otot semakin berukang, sehingga otot-otot yang tersisa lebih rentan mengalami ketegangan. Meski demikian, tak menutup kemungkinan bahwa anak-anak juga bisa mengalami keluhan yang satu ini.

Adapun beberapa mekanisme yang diduga berperan pada terjadinya kram otot, di antaranya:

  • Gangguan suplai darah

Penyempitan pembuluh darah arteri yang menuju ke tungkai bawah dapat menimbulkan kram otot ketika Anda sedang berolahraga, apalagi bila tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu.

  • Penekanan pada saraf

Tekanan pada saraf yang berada di sepanjang tulang belakang secara mendadak atau dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan terjadinya kram otot pada tungkai bawah.

  • Kekurangan mineral

Kebutuhan mineral—seperti kalsium atau magnesium—yang tidak tercukupi dapat meningkatkan risiko terjadinya kram otot pada tungkai bagian bawah.

Berdasarkan mekanisme dan faktor penyebab di atas, sebenarnya kram otot merupakan gejala dari suatu masalah pada otot itu sendiri. Jadi, secara medis, belum terbukti bahwa kram otot dapat memicu kerusakan pada otot.

Walau demikian, Anda harus tetap waspada dan berupaya agar kram otot tidak terjadi. Dalam hal ini, salah satu tindakan yang bisa Anda lakukan adalah mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Anda dianjurkan untuk minum setidaknya delapan gelas air putih setiap hari.

Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah selalu menerapkan gaya hidup sehat serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya.

Waspada, jika…

Kram otot memang dapat sembuh dengan sendirinya, dan jarang menimbulkan komplikasi. Akan tetapi, Anda sebaiknya tetap berhati-hati. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala penyerta seperti berikut:

  • Kram yang terasa sangat berat dan semakin parah dari waktu ke waktu
  • Adanya bengkak, kemerahan, dan perubahan warna kulit di area yang mengalami kram otot
  • Adanya kelemahan pada otot yang kram
  • Kram otot sangat sering terjadi
  • Kram otot tak kunjung membaik dalam beberapa hari

Jangan anggap sepele kram otot, meski keluhan ini tidak menyebabkan kerusakan pada otot. Segera periksakan diri ke dokter, apalagi bila mengalami gejala penyerta seperti yang telah disebutkan di atas. Adanya gejala tambahan tersebut bisa menjadi pertanda bahwa kram otot yang Anda alami didalangi oleh penyakit lain yang mungkin lebih berbahaya. Salam sehat!

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar