Sukses

Mengolah Daging Kurban dengan Dibakar, Benarkah Lebih Sehat?

Tak sedikit yang beranggapan bahwa mengolah daging kurban dengan cara dibakar menjadikannya lebih sehat. Mari ketahui faktanya.

Klikdokter.com, Jakarta Hari Raya Iduladha atau lebaran haji identik dengan “pesta daging”, terutama daging kambing dan sapi. Salah satu cara populer dalam mengolah daging kurban adalah dengan dibakar di atas arang. Apakah mengolah daging kurban dengan cara dibakar membuatnya lebih sehat?

Pada kasus tertentu, mengolah daging dengan cara dibakar bisa mengurangi efek “jahat” dari daging tersebut. Efek buruk dari daging yang bisa diminimalkan dengan cara masak ini adalah kolesterol.

Seperti dikatakan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, sebetulnya penderita kolesterol dibolehkan untuk mengonsumsi daging. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

"Dibanding digoreng, Anda dapat mengolah daging dengan cara dibakar, seperti pada hidangan steak atau burger," katanya.

Juga dari KlikDokter, dr. Nadia Octavia ikut menambahkan bahwa pengolahan daging dengan cara dibakar juga lebih baik dibanding dengan menjadikannya gulai atau semur. Khusus untuk gulai, kandungan santan—apalagi yang berlebihan—bisa berbahaya karena dapat memicu kolesterol.

Nah, jika Anda punya rencana untuk memasak daging kurban dengan cara dibakar, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadikannya lebih sehat, yaitu:

  1. Gunakan kompor atau memanggangnya di dalam oven ketimbang mengandalkan arang. Pasalnya, daging yang dibakar di atas arang dengan temperatur tinggi dapat menjadikannya karsinogenik alias berpotensi menyebabkan kanker.
  2. Singkirkan lemak pada daging sebelum Anda mulai memasaknya.
  3. Potong kecil daging agar lebih cepat matang dan mengurangi waktu proses pemasakan.
  4. Pisahkan alat-alat masak seperti pisau dan talenan, yang digunakan untuk memotong daging atau peralatan masak lainnya.
  5. Simpan daging—terutama daging cincang—di freezer pada suhu < -40 derajat Celcius.
  6. Simpan daging yang belum digunakan di tempat tertutup.
  7. Pisahkan daging mentah dengan makanan lainnya saat penyimpanan.

Waspada kanker dari aspek pengolahan makanan

Memakan daging yang diolah dengan dibakar atau dipanggang memang nikmat, apalagi dikonsumsi dengan tambahan berbagai bumbu dan sambal. Namun, tahukah Anda bahwa daging yang dibakar ternyata dapat memicu kanker?

Faktor kesulitan menghindari keadaan gosong saat daging dibakar membuatnya memicu kanker, atau biasa disebut karsinogenik. Menurut dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, ada dua senyawa berbahaya dalam daging yang dibakar atau dipanggang, yaitu polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) dan heterocyclic amines (HCA).

Senyawa HCA bisa terbentuk karena asam amino, gula, dan kreatin yang bereaksi pada suhu tinggi. Daging mengandung asam amino yang tinggi, sehingga semakin banyak senyawa HCA yang bisa terbentuk jika diproses dengan cara dibakar. Sedangkan senyawa PAH bisa terbentuk ketika lemak dan cairan dalam daging keluar, menetes ke api pembakaran. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya kobaran api dan asap mengandung senyawa PAH, yang kemudian melekat pada daging.

Meski begitu, Anda tak perlu serta-merta takut, pasalnya senyawa HCA dan PAH ini tidak langsung menyebabkan kanker. Kedua senyawa ini baru bisa menyebabkan kanker bila sudah menyebabkan kerusakan pada DNA.

Bagi Anda yang mencintai makanan serba daging, tidak ada salahnya untuk memakan daging yang diolah dengan dibakar, hanya saja jumlah dan intensitasnya harus dibatasi. Jika Anda ingin mengolah daging kurban secara lebih sehat, Anda bisa mengukus atau merebusnya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar