Sukses

Makanan Penurun Kolesterol Tinggi untuk Ibu Hamil

Ibu hamil cenderung mengalami kenaikan berat badan dan rentan kena kolesterol. Konsumsi beberapa makanan ini untuk turunkan kolesterol Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak yang mengatakan, seorang wanita ketika hamil harus banyak makan untuk mencukupi asupan nutrisi bagi janin. Faktanya, karena hal inilah banyak ibu hamil yang mengalami kenaikan berat badan dan kolesterol. Akibatnya, setelah melahirkan, berat badannya sulit kembali ke berat sebelum hamil.

Kolesterol dalam tubuh

Kolesterol, yang selama ini lebih dikenal dengan efek buruknya, sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk banyak hal, salah satunya untuk membuat asam empedu yang dibutuhkan dalam proses pencernaan lemak dalam usus. Tanpa asam empedu, lemak tidak bisa dicerna dan akan dikeluarkan kembali melalui feses.

Kadar kolesterol di dalam tubuh sendiri bisa berfluktuasi, tergantung pada asupan makanan ke dalam tubuh. Produksi kolesterol tersebut berhubungan dengan usia, jenis kelamin dan kadar hormon. Semakin tua usia seseorang, maka akan semakin meningkat juga kadar kolesterolnya.

Selain asupan makanan, jenis kelamin juga dapat memengaruhi kadar kolesterol melalui perubahan hormonal yang terjadi pada wanita. Secara fisiologis, kadar kolesterol wanita akan meningkat selama masa kehamilan.

Kadar kolesterol dan kehamilan

Bartels menyatakan bahwa perubahan kadar kolesterol yang tinggi berhubungan dengan risiko persalinan prematur, diabetes dalam kehamilan, preeklamsia, dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular baik pada ibu juga janin di masa mendatang.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The FELIC (Fate of Early Lesions In Children) Study menyatakan bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan kolesterol tinggi memiliki risiko pembentukan plak pembuluh darah yang lebih cepat dibandingkan pada bayi yang lahir dari ibu dengan kadar kolesterol normal.

Berdasarkan fakta tersebut, peningkatan kolesterol selama kehamilan sebaiknya dikontrol melalui asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil. Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu menjaga kadar kolesterol dalam darah.

Makanan yang sebaiknya dibatasi

Makanan tinggi kolesterol dapat dijumpai misalnya pada kuning telur, seafood, dan jeroan. Konsumsi berbagai jenis makanan tersebut sebaiknya dibatasi selama kehamilan. Dalam mencegah risiko penyakit kardiovaskular, batasan asupan kolesterol yang dianjurkan adalah 200 mg per hari.

Sebanyak 100 gr telur mengandung 373 mg kolesterol dan 100 gr udang mengandung 211 mg kolesterol, sehingga dalam 1 hari sebaiknya Anda mengonsumsi maksimal 1 butir telur atau bila lebih dari 1 buah, sebaiknya tidak mengonsumsi kuning telurnya.

Hindari makanan yang mengandung mentega dan yang diolah dengan cara digoreng, karena mengandung lemak trans. Camilan seperti wafer dan cokelat yang mengandung asam lemak jenuh sebaiknya juga dihindari.

Makanan penurun kolesterol pada ibu hamil

Pemilihan konsumsi jenis lemak baik juga harus diperhatikan. Konsumsi asam lemak tak jenuh ganda sebaiknya mempertimbangkan rasio antara konsumsi omega-3 dan omega-6, yaitu 4:1.

Sebagai contoh, bila Anda mengonsumsi flax seeds sebanyak 50 gr per hari artinya Anda dapat memenuhi kebutuhan asam lemak tak jenuh ganda sebesar 16 gr (dengan rasio omega-3 dan omega-6 = 4:1).

Berbeda dengan asupan kolesterol yang sebaiknya dibatasi, konsumsi asam lemak tak jenuh ganda sebaiknya ditingkatkan, misalnya dengan mengonsumsi 2-3 buah alpukat per hari.

Selain alpukat, beberapa makanan lain yang dapat menurunkan kolesterol dan aman dikonsumsi bagi ibu hamil adalah buah zaitun, roti gandum, nasi merah, oatmeal dan kacang-kacangan.

Kolesterol ibarat dua mata pisau, di satu sisi bermanfaat bagi tubuh untuk membantu mencerna lemak, namun di sisi lain bila berlebihan dapat menimbulkan penyakit, terutama pada ibu hamil. Meski wajar, peningkatan kadar kolesterol di masa kehamilan tetap harus dijaga dengan asupan makanan yang baik.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar