Sukses

Cara Aman Konsumsi Daging Kambing untuk Penderita Hipertensi

Penderita hipertensi tetap boleh makan daging kambing, lho. Begini cara mengolah daging kambing yang aman dan sehat!

Klikdokter.com, Jakarta Penderita hipertensi pantang makan daging kambing karena dapat menyebabkan tekanan darah semakin tinggi. Begitulah kepercayaan yang banyak beredar di kalangan masyarakat. Karena anggapan tersebut, tak sedikit penderita hipertensi yang memilih untuk menghindari segala macam olahan daging kambing. Apakah Anda salah satunya?

Mulai saat ini, Anda dapat kembali mengonsumsi daging kambing lagi. Mengapa? Ini karena anggapan yang menyebutkan bahwa daging kambing dapat meningkatkan tekanan darah hanyalah bohong semata.

Berbagai studi ilmiah telah membuktikan bahwa daging kambing dan tekanan darah tidak memiliki hubungan apa-apa. Salah satu studi yang membuktikannya adalah sebuah penelitian di India yang dipublikasikan oleh Pubmed Central pada tahun 2014.

Dalam studi tersebut, peneliti membandingkan antara orang yang jarang makan daging, orang yang sering makan daging kambing, dan orang yang sering makan daging ayam. Hasilnya, keseringan mengonsumsi daging kambing maupun ayam tidak menyebabkan tekanan darah naik.

Namun, meski tak menyebabkan tekanan darah meningkat, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi daging kambing sesuka hati. Anda tetap perlu membatasinya, sebab daging kambing mengandung sejumlah kolesterol di dalamnya. Beberapa ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi semua daging merah, termasuk daging kambing, tak lebih dari 90 gram per hari.

Daging kambing untuk penderita hipertensi

Daging kambing memang mengandung kolesterol, Namun kadarnya tidak setinggi daging ayam atau daging sapi. Lebih jauh, daging kambing juga mengandung protein yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta zat besi yang diperlukan sebagai bahan pembentuk sel darah merah.

Nah, agar manfaat tersebut benar-benar Anda rasakan, daging kambing harus diolah dengan cara yang benar. Anda harus menghindari memasak daging kambing dengan suhu terlalu tinggi (di atas 250⁰C), karena dapat merusak kandungan gizi yang ada di dalamnya. Ini berarti, daging kambing sebaiknya tidak dibakar, digoreng, atau dipanggang.

Cara memasak daging kambing yang paling baik adalah dengan merebus atau mengukusnya. Namun, agar kandungan kolesterol di dalam daging kambing tidak bertambah, sebaiknya jangan gunakan santan saat proses pengolahannya. Kemudian, untuk menghilangkan aroma khas kambing, sebaiknya remas daging kambing dengan potongan mentimun sebelum dimasak.

Banyak resep sehat yang dapat Anda kombinasikan dengan rebusan daging kambing. Misalnya, menjadikannya rawon, sup, atau semur. Sementara itu, jika Anda ingin mengolahnya dengan dikukus, menjadikannya sebagai pepes, siomay (menggunakan daging kambing cincang), atau nasi kebuli dapat Anda pilih sesuai selera masing-masing.

Terakhir, agar zat besi daging kambing dapat terserap dengan optimal, hindari mengonsumsinya bersamaan dengan teh, susu, atau obat mag. Akan lebih baik bila Anda mengonsumsi olahan daging kambing dengan sesuatu yang mengandung vitamin C tinggi, seperti air perasan jeruk murni atau jus mangga tanpa gula.

Jadi, jika mengalami hipertensi, Anda tak perlu menjauhkan diri dari daging kambing. Asalkan dikonsumsi tak lebih dari 90 gram per hari dan dimasak dengan cara dikukus atau direbus, daging kambing dapat menjadi sumber nutrisi yang baik untuk kesehatan Anda. Selamat makan!

[NB/ RVS]

1 Komentar

  • cepunk y

    Biar nambah wawasan aja min untuk para pembaca, bahwa musim panas akan memicu perkembangan bakteri pada daging, bakteri yang memakan daging. biar jelas nya liat aja link ini ya makasih :) https://akurat.co/gayahidup/id-277124-read-musim-panas-picu-bakteri-pemakan-daging-berkembang