Sukses

Pemain Sepak Bola Rentan Kena Penyakit Kulit

Pemain sepak bola rentan terkena penyakit kulit. Ini karena mereka sering berkeringat, baik dalam latihan maupun pertandingan.

Klikdokter.com, Jakarta Pecinta sepak bola Tanah Air sedang bersukacita, usai tim nasional Indonesia U-16 yang berlaga di Piala AFF berhasil lolos ke babak semifinal. Timnas menang atas Kamboja pada laga terakhir penyisihan Grup A dengan skor 4-0, Senin (6/8). Namun, perjuangan untuk meraih gelar juara Piala AFF U-16 2018 masih belum usai. Para pemain harus terus memastikan diri berada pada kondisi prima, dan tidak mengalami gangguan kesehatan. Berbicara soal gangguan kesehatan, penyakit kulit adalah salah satu gangguan kesehatan yang rentan menyerang pemain sepak bola.  

Bagi para olahragawan – termasuk para pemain sepak bola – yang biasa berlatih maupun bertanding dan mengeluarkan banyak keringat, risiko terkena penyakit kulit tidak bisa dihindari.

Rentan penyakit kulit

Para pemain sepak bola rentan terkena penyakit kulit dari banyak hal misalnya akibat sengatan sinar matahari karena terlalu lama berlatih, tidak mengganti kaos yang basah oleh keringat dan lain-lain. Bahkan dari lantai kamar ganti yang basah pun, penyakit kulit bisa menular.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit kulit yang bisa mereka alami:

1. Kutu air

Penyakit yang memiliki nama medis tinea pedis ini biasanya terjadi di kaki. Pesepak bola "senjata utamanya" adalah sepatu dan kaos kaki. Pada pertandingan utama, mereka bisa memakai sepatu hingga 120 menit lamanya. Ditambah, mereka juga pasti berkeringat akibat harus berlarian ke sana dan kemari. Hal ini membuat penyakit kutu air lebih mudah terjadi.

Seperti dikatakan dr. Kartika Mayasari kepada KlikDokter, seseorang yang memakai sepatu dalam waktu yang lama bisa membuat kaki menjadi lembap, sehingga memicu tumbuhnya jamur.

“Kaus kaki basah dan sepatu basah menjadi penyebab infeksi jamur pada kaki,” kata dr. Kartika.

Gejala penyakit kutu air adalah gatal di sekitar telapak kaki, kulit kering, dan pecah-pecah di antara sela-sela jari kaki. Penyakit ini sering menyebabkan kulit lecet, yang juga menimbulkan gatal.

2. Mata ikan

Sama seperti kutu air, mata ikan merupakan penyakit kulit yang juga terjadi di kaki. Penyakit yang memiliki nama lain plantar wart ini terlihat seperti benjolan disertai bintik warna hitam (biji kutil).

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, benjolan mata ikan bisa dihilangkan dengan obat yang bersifat keratolik, seperti asam salisilat. Satu hal yang harus diingat, obat itu hanya digunakan pada benjolannya saja.

3. Kurap

Menurut dr. Kartika Mayasari, kurap atau ringworm adalah penyakit yang menular karena jamur dermatofit. Kurap memberikan gejala berupa terbentuknya bagian kecil yang kasar pada kulit. Biasanya, bagian tersebut berbentuk lingkaran dan berwarna merah muda.

4. Panu

Sama seperti kurap, panu juga terjadi akibat adanya infeksi jamur. Gejalanya adalah timbulnya bercak warna putih, merah muda, kemerahan, atau kecokelatan.

Panu bisa lebih gelap atau berwarna lebih terang dibandingkan kulit sekitarnya. Biasanya, panu terlihat di wajah, walau tidak menutup kemungkinan terjadi di leher, dada, punggung, atau bagian tubuh yang sering berkeringat.

Meski terkesan sepele, penyakit kulit bisa sangat mengganggu aktivitas hingga menurunkan rasa percaya diri orang yang mengalaminya. Satu hal yang harus dilakukan adalah selalu menjaga kebersihan kulit. Hal itu bisa dilakukan dengan rajin mengganti kaos yang basah oleh keringat, mengganti kaos kaki dan mandi teratur dengan sabun yang sesuai dengan pH kulit.

Bagi Anda yang hobi berolahraga seperti halnya pemain sepak bola, jika Anda mengalami penyakit kulit jenis apa pun, jangan ragu untuk berkonsutalsi pada dokter. Dengan cepat memeriksakan kondisi kulit Anda, dokter akan bisa dengan cepat memberikan penanganan yang tepat.

[NB/ RVS]

1 Komentar