Sukses

Hindari Makanan dan Minuman Ini Saat Depresi!

Depresi tidak boleh disepelekan dan harus diatasi dengan tepat, salah satu caranya adalah dengan menghindari beberapa makanan dan minuman berikut

Tidak ada orang yang mau tenggelam dalam perasaan depresi. Gangguan kesehatan mental tersebut bisa amat mengganggu serta membahayakan jika tak diatasi dengan tepat.

Terkadang, apa pun saran yang disampaikan orang lain tak juga bisa mengatasi depresi dengan segera. Akan tetapi, beberapa jenis makanan dan minuman rupanya bisa menambah parah rasa depresi yang dialami.

Apa saja makanan tersebut? Berikut makanan dan minuman penyebab depresi yang baiknya dihindari agar perasaan sedih dan tertekan tak semakin menjadi.

1 dari 5 halaman

1. Jus Buah

Serat dalam buah utuh membuat Anda merasa kenyang dan memperlambat kerja darah dalam mengambil energi. Jika buah dibuat jus, serat dapat hilang dan ini berarti ibarat Anda hanya minum air gula yang dapat menimbulkan lonjakan darah.

Hal ini dapat membuat Anda  cepat lapar dan emosi. Kondisi ini sama sekali tidak membantu mengatasi depresi. Lebih baik makan buah dalam bentuk utuh atau dipotong-potong.

Artikel Lainnya: 10 Pola Makan Yang Bisa Membuat Bahagia dan Bebas Stres

2. Soda

Siapa sangka kalau soda termasuk minuman pemicu depresi? Ya, soda memiliki hubungan langsung dengan depresi akibat kandungan gulanya yang sangat tinggi.

Menurut studi yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Academy of Neurology pada 2013, orang yang gemar minum minuman manis, termasuk soda, fruit punch, atau es teh manis secara teratur berisiko lebih tinggi mengalami depresi.

2 dari 5 halaman

3. Roti Tawar Panggang (Toast)

Makanan pemicu depresi berikutnya adalah roti tawar panggang. Mungkin Anda sulit percaya, tapi makan roti putih (white bread) panggang bisa bikin depresi semakin buruk. Tepung terigu yang telah mengalami banyak proses dapat dengan cepat berubah menjadi gula darah setelah dikonsumsi.

Hal ini dapat menyebabkan energi melonjak dengan cepat dan turun sama cepatnya. Kondisi tersebut pada akhirnya berdampak buruk pada kecemasan dan depresi. Lebih baik toast dari roti yang terbuat dari biji-bijian utuh (whole grain).

Artikel Lainnya:  Ubah Pola Diet untuk Mengatasi Depresi Anda

4. Kopi

Jika Anda tidak biasa minum kopi, kafein dalam kopi bisa membuat gelisah dan gugup, serta mengancam kualitas tidur. Kedua hal tersebut sama sekali tidak akan membantu Anda mengatasi depresi.

Jika Anda penggemar kopi dan sedang mengalami depresi, perlahan kurangi asupan kopi. Tapi, jangan berhenti secara drastis atau total. Jika tetap ingin ngopi, pilihlah kopi decaf yang minim kandungan kafein.

3 dari 5 halaman

5. Minuman Beralkohol

Makanan dan minuman penyebab depresi selanjutnya adalah alkohol. Minuman beralkohol memang bisa menimbulkan rasa tenang sementara. Penderita depresi pun bisa lebih mudah tertidur, dan melupakan masalah sejenak.

Namun, itu adalah efek sementara. Usai efek dari alkohol berlalu, Anda dapat merasa lebih buruk dan sedih dari sebelumnya.

Artikel Lainnya:  Benarkah Bakteri di Usus Bisa Sebabkan Depresi?

6. Makanan Olahan

Makanan yang diolah secara cepat saji, memiliki kadar lemak jenuh tinggi. Kondisi ini dapat mendorong perasaan mudah cemas dan tertekan. Jika terus menerus dikonsumsi, Anda akan mudah depresi.

4 dari 5 halaman

7. Kue dengan Lapisan Frosting

Kue frosting adalah kudapan yang biasanya lebih banyak kandungan mentega. Kandungan lemak jenuh di dalam mentega apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak akan meningkatkan dan membuat perasaan menjadi gelisah.

Bukan tidak mungkin, konsumsi frosting yang berlebihan dan sering membuat perasaan sedih semakin parah.

Supaya dapat benar-benar terlepas dari jerat depresi, Anda juga bisa melakukan olahraga secara rutin, menerapkan gaya hidup sehat, serta stop kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

Jika cara-cara ini tak juga mampu mengatasi stres dan depresi, mungkin saatnya Anda berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Jika masih punya pertanyaan seputar makanan dan minuman penyebab depresi lainnya, konsultasikan pada dokter melalui fitur Live Chat.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar