Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Metode Cuci Dry Cleaning Rentan Picu Gangguan Kesehatan?

Metode Cuci Dry Cleaning Rentan Picu Gangguan Kesehatan?

Dry cleaning memang terbukti bisa membersihkan pakaian dengan lebih cepat. Namun, faktanya zat kimia yang digunakan dapat membahayakan tubuh Anda.

Bagi Anda yang sering bolak-balik ke tempat laundry, pasti sudah tak asing lagi dengan metode cuci dry cleaning, khususnya untuk membersihkan pakaian berbahan lembut seperti gaun, jas, dan lain-lain. Namun, konon ada bahaya dry cleaning yang perlu diwaspadai. Apa benar? 

Dry cleaning merupakan metode pencucian pakaian tanpa air sama sekali, di mana prosesnya menggunakan bahan kimia dan teknik tertentu. 

Metode ini dianjurkan karena dalam pencucian beberapa material tertentu, penggunaan air atau mesin cuci dapat menimbulkan kerusakan. Misalnya, pada bahan kulit, sutra, wol, atau ornamen seperti renda, payet, atau hiasan lainnya.

Proses pencucian dry cleaning menggunakan berbagai jenis pelarut untuk membersihkan kain. Menurut State Coalition for Remediation of Drycleaners (SCRD), bahan pelarut terdiri dari bensin, minyak tanah, benzena, terpentin, dan minyak bumi yang pada dasarnya tak hanya mudah terbakar tapi juga berbahaya.

1 dari 3 halaman

Dry Cleaning Picu Berbagai Penyakit?

Dalam teknik pencucian dry cleaning, cairan yang digunakan adalah perchloroethylene dan ini diketahui berbahaya bagi kesehatan. Paparan zat kimia pada dry cleaning bisa berdampak buruk bagi mereka yang terpapar secara rutin, seperti para pekerja di usaha dry cleaning

Lalu, apa saja potensi bahaya dry cleaning yang harus diperhatikan?

  1. Risiko Kanker

Bahaya dry cleaning yang pertama ialah dapat memicu kanker. Beberapa penelitian menyimpulkan adanya kemungkinan hubungan antara paparan zat kimia yang digunakan pada dry cleaning dengan kejadian kanker. 

Paparan bahan kimia yang digunakan dalam metode cuci ini berhubungan dengan peningkatan risiko kanker esofagus, kanker leher rahim, kanker kandung kemih, dan lain-lain. 

Artikel Lainnya: Benarkah Metode Dry Cleaning Bisa Picu Kanker Darah?

  1. Gangguan Neurologis

Bahaya dry cleaning bukan hanya bisa memicu kanker, namun juga berpotensi memicu gangguan neurologis bagi tubuh. 

Paparan perchloroethylene dapat terjadi ketika seorang petugas atau siapa pun memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin, memindahkan pakaian sebelum seluruh siklus pengeringan selesai, atau terlibat dalam proses pembersihan mesin. 

Beberapa efek langsung yang dapat dirasakan adalah pusing, vertigo dan sakit kepala.

  1. Gangguan pada Kulit

Paparan langsung zat kimia juga memiliki dampak langsung pada kulit. Misalnya saja, gangguan dermatitis.  

2 dari 3 halaman

Pilih Metode Mencuci yang Lebih Aman

Jika ingin terhindar dari berbagai bahaya dry cleaning dan bahan kimia dalam proses mencuci, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Guna menghindari bahaya dry cleaning, sebisa mungkin cucilah sendiri pakaian Anda. Dengan mencuci sendiri pakaian Anda, maka Anda dapat memastikan kebersihan dan keamanan detergen yang digunakan selama proses pencucian. 

Artikel Lainnya: Inilah Cara Mencuci Pakaian Bayi yang Baik

  • Jika Anda memiliki riwayat alergi dengan detergen atau zat kimia tertentu, Anda dapat mencoba menggunakan detergen hipolargenik. Detergen ini umumnya menggunakan bahan dasar yang lebih aman dan tidak menyebabkan reaksi alergi.
  • Penggunaan detergen ramah lingkungan juga bisa menjadi pertimbangan. 
  • Pilihlah bahan pakaian yang sesuai. Hindari memilih bahan pakaian yang halus atau mudah rusak. Misalnya, Anda dapat memilih bahan pakaian katun yang mudah dibersihkan dengan air dan tidak perlu metode cuci khusus.

Kini Anda sudah mengetahui potensi bahaya dry cleaning. Risiko terbesar sebenarnya berada pada pekerja yang terpapar secara terus-menerus dengan zat kimia pada jasa dry cleaning

Untuk Anda pengguna jasa dry cleaning, ada baiknya Anda mencari tahu dan memilih jasa binatu yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya untuk menghindari risiko terburuk.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar topik ini, bisa berkonsultasi melalui fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar