Sukses

Bisakah Kanker Nasofaring Disembuhkan?

Kesembuhan kanker nasofaring dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut ini adalah penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker nasofaring menduduki lima peringkat teratas penyebab kanker di Indonesia. Benjolan di leher disertai mimisan dan gangguan pendengaran merupakan sedikit dari beberapa gejalanya. Deteksi dini penyakit ini sangat penting karena keberhasilan pengobatan bergantung pada stadium kanker. Makin cepat ditemukan dan diatasi, makin baik pula kesembuhan pasien.

Terapi kanker nasofaring memerlukan kerja sama tim dokter dari berbagai departemen (tim multidisiplin). Penentuan pengobatan pasien ditentukan berdasarkan:

  • lokasi kanker (hanya sebagian/keseluruhan nasofaring),
  • ukuran kanker,
  • penyebaran kanker (metastasis),
  • jenis kanker,
  • abnormalitas bentuk sel melalui mikroskop,
  • kesehatan pasien secara menyeluruh.

Sebelum mengetahui jenis pengobatan untuk kanker nasofaring, alangkah baiknya mengenal stadium kanker nasofaring. Stadium kanker ditentukan berdasarkan penyebaran kanker tersebut. Sel kanker dapat menyebar melalui jaringan, kelenjar getah bening, dan pembuluh darah. Jika kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya, maka disebut sebagai metastasis. Contoh, kanker nasofaring bisa menyebar ke hati atau paru.

Stadium I ialah kanker yang hanya terbatas di nasofaring, tanpa ada pembesaran kelenjar getah bening dan tidak ada penyebaran jauh/ke organ tubuh lain. Sedangkan Stadium IV ialah kondisi ketika kanker sudah menyebar ke bagian otak, jaringan lain, tulang dengan metastasis jauh. Makin besar stadium, makin luas jaringan yang terkena sel kanker dan makin jauh penyebarannya ke organ tubuh lain.

1 dari 2 halaman

Pengobatan kanker nasofaring

Terdapat beberapa jenis pengobatan kanker nasofaring, yaitu radioterapi, kemoterapi, dan operasi serta bisa pula ditambahkan perawatan paliatif.

1. Radioterapi

Radioterapi masih menjadi pilihan utama penanganan kanker nasofaring. Radioterapi merupakan pengobatan kanker yang menggunakan sinar-X berenergi tinggi atau jenis radiasi lainnya, untuk membunuh dan mencegah pertumbuhan sel kanker. Pada pasien kanker nasofaring stadium I, biasanya bisa ditangani menggunakan terapi radiasi ini saja. Sedangkan pada stadium II-IV membutuhkan tambahan kemoterapi.

2. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker dengan mengunakan obat untuk menekan pertumbuhan sel kanker dengan membunuh atau menghentikan pembelahan sel kanker. Pada kasus kanker nasofaring, kemoterapi sering kali dijadikan terapi tambahan setelah radiasi untuk membunuh sisa sel-sel kanker. Terapi ini disebut kemoradiasi.

3. Pembedahan

Pembedahan tidak lazim dilakukan untuk menangani kanker nasofaring karena lokasi nasofaring yang sulit dijangkau dan berdekatan dengan saraf-saraf penting otak serta pembuluh darah. Biasanya pembedahan dilakukan untuk membuang benjolan di leher yang tidak menghilang menggunakan terapi radiasi, atau muncul kembali setelah terapi radiasi selesai. Namun, pembedahan ini memiliki syarat, tumor induknya sudah hilang.

4. Terapi paliatif

Selain ketiga terapi di atas, yang tak kalah penting ialah terapi paliatif yang bertujuan untuk membuat pasien lebih tenang dan meningkatkan kualitas hidup seperti penanganan efek samping kemoradiasi dan pengurangan nyeri.

Bisakah kanker nasofaring kambuh? Ya, kanker nasofaring memiliki risiko untuk kambuh kembali. Oleh karena itu, meski dinyatakan sembuh, pasien tetap harus kontrol atau melakukan follow-up jangka panjang. Kekambuhan masih dapat ditemukan hingga 10 tahun setelah remisi.

Jika berbicara mengenai harapan hidup, angka harapan hidup pasien kanker nasofaring stadium awal dengan stadium lanjut dalam 5 tahun sangat terlihat mencolok perbedaannya. Angka harapan hidupnya yaitu 72% untuk stadium I, 64% untuk stadium II, 62% untuk stadium III dan 38% untuk stadium IV. Untuk itu, deteksi dan diagnosis dini sangatlah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar