Sukses

Benarkah Minuman Beralkohol Turunkan Risiko Hipertensi?

Menurut penelitian, minum minuman beralkohol dalam jumlah moderat baik bagi jantung. Apakah alkohol juga bisa turunkan risiko hipertensi?

Klikdokter.com, Jakarta Sejauh ini sudah ada beberapa studi yang menemukan bahwa minum minuman beralkohol dapat berdampak baik terhadap kesehatan jantung. Namun, apakah dampak ini juga bisa dirasakan untuk menurunkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi?

Jawabannya adalah tergantung dari gaya hidup Anda. Sebagai prioritas, cara untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan menurunkan berat badan lewat diet dan olahraga, mengurangi atau membatasi konsumsi garam, serta pengelolaan stres dengan baik.

Tentukan gaya hidup dan faktor risiko genetik

Dilansir dari laman WebMD, mengonsumsi alkohol dalam jumlah moderat atau sedang (sekitar dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas per hari untuk wanita) diketahui dapat menurunkan tekanan darah dalam beberapa kasus. Dalam jumlah kecil, ada bukti bahwa tekanan darah mengalami penurunan sebanyak 2-4 mmHg pada wanita. Namun, kebanyakan ahli menganggap penurunan ini tidaklah signifikan.

Lantas, bagaimana dengan berbagai studi yang menunjukkan bahwa minum minuman beralkohol secara moderat berdampak baik terhadap kesehatan jantung? Atau contoh lain yaitu antioksidan dalam red wine yang dapat membantu menurunkan kolesterol?

Menurut Arthur Klastsky, MD, kepada WebMD, Anda perlu menentukan gaya hidup dan faktor risiko genetik terlebih dulu. Arthur adalah penyidik untuk divisi penelitian dari Kaiser Permanente yang sebelumnya adalah kepala kardiologi di Oakland, Amerika Serikat.

1 dari 3 halaman

Perhatikan ini sebelum mengonsumsi alkohol

Banyak orang yang seharusnya tidak boleh minum minuman beralkohol sama sekali, seperti misalnya mereka yang punya riwayat alkoholisme, serta penyakit jantung dan hati. Namun, jika Anda tidak memiliki faktor risiko tersebut, segelas untuk wanita atau dua gelas untuk pria sah-sah saja, tergantung usia Anda.

Menurut Arthur lagi, orang dewasa di atas 50 tahun lebih berisiko mengalami serangan jantung dan stroke, dan risiko tersebut lebih tinggi dari efek berbahaya yang mungkin diakibatkan oleh minum minuman beralkohol dalam jumlah ringan atau sedang. Jadi kalaupun mereka mengidap hipertensi, mereka masih bisa mendapatkan manfaat dari segelas red wine per hari.

Namun, jika Anda berusia di bawah 50 tahun, terutama wanita, “manfaat” ini masih belum jelas. Beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko kanker payudara akibat kebiasaan minum minuman beralkohol.

Meski hasil penelitian cenderung pada peminum berat (lebih dari 2 gelas per hari), Arthur mengatakan bahwa ada juga beberapa penelitian yang mendapatkan hasil bahwa minum minuman alkohol dalam jumlah sedikit pun bisa berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker payudara.

Memang ada manfaat dari minum minuman beralkohol dalam jumlah moderat bagi kesehatan, seperti efek antioksidan dan penurunan kolesterol dengan red wine, tapi ini sama sekali tidak berkaitan dengan hipertensi. Arthur mengingatkan bahwa entah itu berbahaya atau bermanfaat, keputusan dari sudut pandang medis bergantung dari kondisi atau riwayat kesehatan seseorang. 

2 dari 3 halaman

Lantas, apa cara efektif untuk menurunkan risiko hipertensi?

Hipertensi dapat terjadi baik pada pria maupun wanita, dan risiko lebih tinggi dialami mereka yang berusia di atas 40 tahun. Meski demikian, bukan berarti kelompok usia muda bisa terbebas dari ancaman hipertensi.

Dipaparkan oleh dr. Ellen Theodora dari KlikDokter, berikut ini adalah cara mencegah terjadinya hipertensi.

● Ubah gaya hidup

Gaya hidup sangat berpengaruh terhadap kesehatan Anda. Oleh karena itu, jika selama ini gaya hidup Anda kurang atau tidak sehat, segera ubah dan terapkan gaya hidup menjadi lebih sehat.

● Olahraga secara rutin

“Faktanya, olahraga secara teratur yang dilakukan minimal 30 menit setiap hari dapat membantu memperlancar peredaran darah seperti joging, bersepeda, berenang, atau aerobik,” kata dr. Ellen.  

Jika tidak sempat, aktivitas fisik rumahan seperti menyapu, mengepel, naik turun tangga, atau jalan kaki berkeliling komplek juga dapat membantu.

● Atur konsumsi makanan

Perbanyak asupan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan makanan sumber protein yang rendah lemak. Perbanyak juga makanan yang tinggi potasium.

“Kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh seperti aneka gorengan atau makanan cepat saji. Batasi juga asupan garam. Cara-cara tersebut dapat membantu mengontrol tekanan darah,” dr. Ellen menganjurkan.

● Jaga berat badan ideal

Berdasarkan banyak penelitian, mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas berisiko tekanan darahnya lebih mudah meningkat dan berujung pada hipertensi.

● Kurangi stres

Rutinitas kerja atau kegiatan di sekitar yang memicu timbulnya stres dapat meningkatkan darah tinggi. Hal ini dapat dicegah dengan jalan-jalan, berkumpul dengan keluarga, atau berkutat dengan hobi.

● Batasi minuman alkohol dan rokok

Kandungan nikotin dalam rokok dapat melukai dinding pembuluh darah dan mempercepat proses perusakan arteri. Sehingga, risiko terkena hipertensi dan penyakit berbahaya lainnya lebih besar.

● Atur pola tidur yang baik

Gangguan tidur seperti insomnia dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi. Jadi, aturlah pola tidur Anda sebaik mungkin.

● Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin

Saran ini berlaku untuk siapa saja. Tetapi, terlebih lagi mereka yang berusia di atas 40 tahun, periksakanlah kondisi kesehatan tubuh Anda 1-2 kali dalam setahun.

Karena belum ada bukti konkret mengenai manfaat minuman beralkohol untuk menurunkan turunkan hipertensi, lebih baik cegah hipertensi dengan menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, lakukan juga pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga tekanan darah Anda terus terpantau.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar