Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengenal Inemuri, Budaya Tidur Siang di Tempat Kerja ala Jepang

Mengenal Inemuri, Budaya Tidur Siang di Tempat Kerja ala Jepang

Inemuri atau tidur siang di tempat kerja bukan pemandangan asing di Jepang. Apakah ada manfaatnya? Mari mengenal budaya inemuri lebih jauh di sini.

Orang Jepang memiliki budaya tidur siang unik yang disebut inemuri. Manfaat tidur siang seperti inemuri di Jepang diyakini dapat meningkatkan produktivitas kerja. Kegiatan ini juga dipandang sebagai komitmen seseorang dalam mengerjakan tugas.

Seseorang yang tidur siang di tempat bekerja dianggap telah merelakan jam tidurnya untuk bekerja giat. Tak heran, kebiasaan ini mendapatkan toleransi yang tinggi. Orang yang sedang inemuri mungkin akan dibiarkan selama tidak membahayakan.

1 dari 3 halaman

Mengenal Inemuri

Apakah Anda baru pertama kali mengenal budaya tidur siang Jepang yang disebut inemuri? Seni tidur inemuri telah lama dilakukan orang Jepang, yaitu selama lebih dari 1.000 tahun.

Inemuri merupakan seni tidur siang yang dilakukan seseorang di tengah-tengah jam bekerja atau belajar. Bahkan, banyak juga yang melakukannya ketika  berada di atas sarana transportasi, di area publik seperti stasiun, di jalanan umum, di kafe, dan lain-lain.

Dengan kata lain, inemuri bisa dilakukan di area yang mungkin bisa terlihat oleh banyak orang. Sebut saja, rekan kerja hingga bos, untuk inemuri yang dilakukan oleh pekerja kantoran.

Artikel lainnya: Manfaat Tidur Siang yang Penting untuk Anda

Budaya ini mungkin akan dipandang tidak lazim bagi masyarakat Indonesia. Bisa-bisa Anda dicap sebagai pemalas saat ketahuan sering tidur saat bekerja! Namun, berbeda dengan Indonesia, masyarakat Jepang sangat bertoleransi terhadap tidur siang.

Manfaat tidur siang diyakini dapat mengembalikan fokus dan konsentrasi sehingga mampu kembali bekerja dengan lebih baik. Oleh sebab itu, inemuri menjadi hal yang lazim karena waktu tidur dianggap hal yang berharga dan wajib dihormati.

Orang Jepang juga memiliki etos kerja yang tinggi. Bahkan, banyak sekali yang merelakan waktu tidurnya untuk terus menyelesaikan pekerjaan. Komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan hingga merelakan waktu tidur ini tentu berdampak pada muncul rasa mengantuk di siang hari.

Oleh sebab itu, inemuri di Jepang justru dianggap sebagai salah satu tanda sikap rajin yang dimiliki pekerja.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, 39,5 persen masyarakat Jepang memiliki waktu tidur kurang dari 6 jam setiap malam.

Dari fakta itu, muncul rasa empati dan penerimaan yang tinggi terhadap orang yang tidur saat bekerja. Orang tersebut dianggap terlalu lelah bekerja hingga mengorbankan waktu istirahatnya pada malam hari.

Artikel lainnya: Tidur Siang Singkat, Efektifkah Meningkatkan Produktivitas di Kantor

2 dari 3 halaman

Tidur Siang saat Bekerja Memiliki Manfaat?

Meskipun ini merupakan kebiasaan yang tidak lazim di Indonesia, tidur siang sesungguhnya memiliki beberapa macam manfaat. Manfaat tersebut diantaranya:

  • Meningkatkan Stamina Bekerja

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Harvard, Amerika Serikat, tidur siang 60–90 menit dapat memperbaiki stamina, sama seperti tidur selama 8 jam di malam hari. Bahkan, dampaknya akan semakin baik jika Anda terlelap sambil bermimpi.

Dilansir dari Nature Neuroscience, stamina partisipan penelitian yang tidur siang 30 menit setiap hari cenderung lebih baik dibandingkan dengan partisipan yang tidak tidur siang. Stamina yang prima ini berdampak pada performa kerja yang baik.

  • Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi Saat Bekerja

Studi yang dilakukan di Universitas California (AS) menghasilkan kesimpulan bahwa tidur siang membantu kinerja otak lebih baik. Ketika kinerja otak membaik, seseorang akan lebih mudah fokus dan berkonsentrasi saat bekerja

The National Sleep Foundation menyarankan untuk melakukan tidur siang selama 20–30 menit setiap hari untuk meningkatkan fokus saat bekerja. Waktu tersebut dianggap optimal untuk meningkatkan performa kerja, fokus, dan stamina.

Artikel lainnya: Benarkah Tidur Siang Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

  • Tidur Siang Membantu Seseorang untuk Menjadi Lebih Kreatif

Jeda tidur siang dianggap dapat mengembalikan energi yang hilang, sehingga seseorang dapat kembali produktif bekerja.

Ketika rasa lelah yang dirasakan hilang, kemungkinan besar seseorang lebih segar untuk bekerja. Dengan begitu, kreativitas juga dapat muncul dengan lebih mudah.

  • Penurunan Risiko Penyakit Jantung

Sebuah studi mengaitkan antara tidur siang dengan penurunan risiko penyakit Jantung. Studi selama 6 tahun tersebut melibatkan 23.681 pria di Yunani. Hasilnya, partisipan yang tidur siang lebih dari 3 kali per minggu, turun risiko terkena penyakit jantung hingga 37 persen.

Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengonfirmasi hal ini. Namun, potensi tidur siang yang satu ini tentu tidak main-main manfaatnya.

Selain manfaat-manfaat di atas, tidur siang juga diyakini dapat mengurangi stres, memperbaiki mood, memperbaiki persepsi, mengembalikan stamina dan kemampuan motorik, menurunkan berat badan, dan meningkatkan memori otak.

Diharapkan ke depannya lebih banyak studi yang dapat memberikan bukti meyakinkan mengenai hal itu.

Budaya inemuri Jepang memang lain dari yang lain. Bagaimana menurut Anda, apakah mungkin budaya yang cukup unik ini diadopsi di Indonesia?

Masih punya pertanyaan seputar manfaat tidur siang lainnya? Konsultasikan langsung pada dokter melalui fitur Live Chat 24 jam.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar