Sukses

Kenapa Penderita Kolesterol Tinggi Tak Boleh Olahraga Ekstrem?

Olahraga memang dianjurkan bagi penderita kolesterol tinggi. Tapi adakah larangan tidak boleh melakukan olahraga ekstrem?

Klikdokter.com, Jakarta Kolesterol tinggi biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Jarang berolahraga dan sering mengonsumsi makanan berlemak bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Rutin berolahraga sangat baik untuk penderita kolesterol tinggi. Namun kabarnya, olahraga ekstrem tidak dianjurkan untuk mereka.

Kolesterol sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membuat hormon, vitamin D dan membantu mencerna makanan. Namun, jika kadarnya berlebihan dalam tubuh, kolesterol justru dapat berujung pada penyakit darah tinggi (hipertensi), diabetes, jantung, stroke bahkan kematian.

Kolesterol tinggi selain bisa disebabkan oleh faktor keturunan atau riwayat keluarga, lebih sering terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat.

Terdapat 2 macam kolesterol pada tubuh. HDL(high density lipoprotein) adalah kolesterol baik yang membawa kolesterol dari tubuh ke hati untuk dieliminasi oleh tubuh. Sedangkan LDL (low density lipoprotein) adalah kolesterol jahat yang dapat menyebabkan penumpukan kolesterol di pembuluh darah Anda.

Hati-hati, kadar HDL yang rendah dan LDL yang tinggi berisiko menyebabkan kematian. Gaya hidup tidak sehat seperti mengonsumsi makanan yang kurang baik dan jarang berolahraga juga menjadi faktor terbesar sebagai penyebab kolesterol tinggi.

Atur asupan makanan

Makanan yang mengandung kolesterol tinggi di antaranya adalah makanan laut (udang, cumi), jeroan (otak), daging merah, produk susu (keju) dan makanan olahan (sosis). Deretan makanan tersebut sudah pasti harus Anda singkirkan dari piring.

Makanan yang juga tak kalah berbahaya dan sebaiknya Anda hindari sebagai penderita kolesterol tinggi adalah makanan cepat saji, terutama goreng-gorengan. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang direbus, dipanggang, ditim atau dikukus. Hindari menggoreng dengan minyak, karena minyak mengandung kolesterol tinggi.

1 dari 2 halaman

Olahraga yang dianjurkan

Selain asupan yang tidak sehat, jarang berolahraga juga dapat menyebabkan kadar kolesterol baik (HDL) Anda rendah. Gaya hidup kurang aktif membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk mengubah lemak menjadi energi. Akhirnya, lemak disimpan dan menumpuk pada tubuh. Lemak tersebut menyebabkan kadar kolesterol jahat meningkat.

Oleh sebab itu, berolahraga baik untuk kesehatan jantung maupun untuk menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas normal. Beberapa jenis olahraga yang dianjurkan adalah:

a. Olahraga aerobik

Olahraga aerobik adalah olahraga kunci untuk memperbaiki kadar kolesterol. Contoh olahraga aerobik adalah jalan kaki, joging, berenang dan bersepeda. Selain itu di gym Anda juga dapat menggunakan beberapa mesin aerobik seperi treadmill atau mesin step. Jika ada kelas zumba, Anda juga disarankan untuk mengikutinya.

b. Olahraga kekuatan

Olahraga kekuatan juga penting untuk membentuk otot, menambah kekuatan, dan memperbaiki kadar kolesterol Anda. Coba angkat beban atau gunakan tali stretching untuk menguatkan otot. Untuk hasil terbaik, lakukan secara progresif dengan menambah jumlah beban atau jumlah pengulangan.

Lakukan olahraga minimal 3 kali dalam seminggu dengan durasi minimal 30 menit dalam sekali olahraga. Biasanya kadar kolesterol akan membaik dalam waktu 3-6 bulan. Namun, jika Anda melakukan latihan yang intensitasnya lebih tinggi, Anda dapat melihat hasilnya dalam waktu 8 minggu.

Bagaimana dengan olahraga ekstrem?

Meski olahraga baik untuk kesehatan, namun ternyata olahraga yang terlalu berat atau ekstrem dapat berbahaya bagi penderita kolesterol tinggi. Ketika melakukan olahraga ekstrem, penderita kolesterol tinggi dapat mengalami penumpukan plak di pembuluh darah.

Olahraga berat dapat meningkatkan kerja jantung dan aliran darah, sehingga risiko plak terlepas dari pembuluh darah menjadi lebih tinggi. Plak yang terlepas tersebut dapat menyumbat pembuluh darah yang lebih kecil dan membuat pembuluh darah tersebut pecah. Kondisi ini dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung.

Olahraga intensitas tinggi memang lebih cepat memperbaiki kadar kolesterol. Namun, jenis olahraga ekstrem tersebut juga berisiko menyebabkan serangan jantung dan stroke bagi penderita kolesterol tinggi. Oleh karena itu, bila Anda memiliki kolesterol tinggi, pilihlah olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang. Tetap semangat berolahraga, ya!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar