Sukses

Memilih Pelembap yang Tepat untuk Musim Kemarau

Pelembap yang tepat dapat membantu meminimalkan masalah kulit pada musim kemarau.

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki musim kemarau, kulit Anda bisa mengalami syok karena perubahan cuaca. Lalu muncullah sederet masalah kulit yang mengganggu. Misalnya, kulit menjadi kering atau berminyak. Anda pun mungkin harus mengganti pelembap yang selama ini digunakan.  

Menurut dr. Nadia Octavia dari Klikdokter, jenis kulit bergantung pada berbagai faktor, mulai dari pola makan, hormon, usia, hingga cuaca. “Bisa saja kulit yang tadinya kering, malah berminyak saat musim kemarau,” katanya. Jika demikian yang terjadi, Anda harus memilih pelembap yang sesuai dengan jenis kulit saat itu.   

Untuk kulit kering, dr. Nadia menyarankan agar Anda menggunakan pelembab yang bertekstur lebih berat dan berbahan dasar minyak. Jika kulit berminyak, pilihlah pelembap yang ringan dan berbahan dasar air.

Sementara untuk kulit normal, Anda bisa memilih pelembap yang ringan dan berbahan dasar air. Bagaimana dengan kulit sensitif? Pelembap yang menenangkan kulit, misalnya yang mengandung aloe vera, mungkin lebih cocok.

Untuk menjaga kesehatan kulit tentu saja tak cukup dengan pelembap. Dilansir Everyday Health, Anda juga wajib melakukan hal-hal ini agar kulit selalu bersahabat pada musim kemarau:

· Gunakan tabir surya

Banyak ahli kulit menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF setidaknya 30. Cek juga kandungan di dalamnya, karena tabir surya yang baik harus memiliki agen yang mampu menghalangi sinar UVA maupun UVB. Untuk cara pemakaian, aplikasikan tabir surya ini secara teratur, terutama jika Anda banyak beraktivitas di luar.

· Berhati-hati dengan perawatan kulit

Anda rutin melakukan peeling kimiawi, scrub, dan perawatan kulit lainnya yang mengandung asam glikolat dan retinoid? Jika ya, sebaiknya Anda lebih berhati-hati pada musim kemarau ini. Alasannya karena perawatan tersebut dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Jika Anda tetap ingin menggunakan retinoid, lindungilah wajah saat keluar rumah. Jangan lupa untuk memakai topi, kacamata, dan tabir surya. Ikuti juga saran ini bila Anda mengonsumsi antibiotik tertentu, seperti tetrasiklin, karena membuat kulit lebih rentan terhadap sengatan matahari.

· Hindari air panas dan berenang

Air yang terlalu panas dapat membuat minyak alami kulit terkelupas dengan sangat cepat. Sedangkan klorin dalam kolam adalah bahan kimia keras yang dapat menyepak kelembapan kulit. Cara terbaik untuk melindungi kulit adalah dengan menghindari klorin sedapat mungkin, serta tak berlama-lama jika harus mandi dengan air panas.

· Atur suhu AC dengan baik

Usahakan agar suhu AC dalam ruangan tidak terlalu dingin ataupun terlalu panas. AC yang terlalu dingin dapat menarik kelembapan dari udara sehingga memicu terjadinya kulit kering.

· Konsumsi tomat masak

Selain dengan tabir surya, Anda tentu juga harus melindungi diri dari dalam. Ahli kulit menganjurkan konsumsi tomat masak setiap hari jika Anda sering beraktivitas di bawah terik matahari. Menurut penelitian, tomat yang dimasak matang kaya akan likopen, senyawa antioksidan yang dapat membantu melawan dampak sinar UV.

· Minum air putih yang cukup

Cuaca yang panas menyengat dapat membuat tubuh lebih mudah dehidrasi karena banyak mengeluarkan keringat. Jadi minumlah lebih banyak pada musim kemarau ini.

Untuk mengetahui apakah Anda sudah cukup minum atau belum adalah lewat urine. Jika urine berwarna kuning pucat, itu tandanya Anda cukup minum. Sebaliknya bila urine Anda berwarna gelap (seperti jus apel), itu bisa menjadi indikasi dari dehidrasi.

Jangan hanya mengandalkan pelembap untuk kesehatan kulit pada musim kemarau ini. Anda dapat menerapkan tips yang telah dijelaskan untuk memelihara kesehatan kulit maupun tubuh secara keseluruhan.

[RH]

0 Komentar

Belum ada komentar