Sukses

Sakit Perut Saat Puasa, Gejala Penyakit Apa?

Sakit perut saat puasa bisa jadi pertanda adanya gejala penyakit tertentu.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu keluhan yang bisa terjadi selama bulan puasa adalah sakit perut. Sebagian besar penyebabnya tidak mengkhawatirkan. Dokter Anda pun dapat dengan mudah mendiagnosis serta mengobati masalah yang ada.

Apalagi, sakit perut saat puasa biasanya terjadi karena sakit mag atau konsumsi makanan yang salah ketika berbuka atau sahur. Misalnya, menyantap makanan yang terlalu asam atau terlalu pedas.

Meski begitu, sakit perut saat puasa bisa menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius. Anda mesti mempelajari gejala mana yang harus diwaspadai dan kapan Anda harus mendapatkan bantuan medis.

Jangan sampai salah kaprah ketika terjadi sakit perut. Dilansir WebMD, ada sejumlah tanda dan gejala nyeri perut yang bisa menggambarkan penyakit tertentu.

Mengenal gejala penyakit dari sakit perut

Ada beragam penyebab sakit perut saat puasa. Beberapa termasuk ringan dan mudah diatasi, sedangkan lainnya tergolong serius. Jika Anda mengalami sakit perut saat puasa dan pada momen-momen tertentu, bisa jadi Anda terkena gangguan kesehatan berikut ini:

  • Gas berlebih dalam perut
  • Sindrom iritasi usus
  • Penyakit Crohn
  • Keracunan makanan
  • Alergi makanan

Sakit perut saat puasa juga bisa datang jika Anda memiliki intoleransi terhadap laktosa, bisul perut, atau penyakit radang panggul. Namun, pada beberapa kondisi yang lebih serius, sakit perut saat puasa bisa jadi tanda Anda mengidap penyakit ini:

  • Hernia
  • Batu empedu
  • Batu ginjal
  • Endometriosis
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Radang usus buntu

Jangan remehkan sakit perut saat puasa. Anda harus segera mengobatinya dengan tepat. Karena penanganan yang tepat akan membuat perut terhindar dari rasa nyeri serta membuat ibadah lebih nyaman.

Mengatasi sakit perut saat puasa

Ada banyak cara untuk mengatasi rasa sakit perut saat puasa. Saat Anda mengidap penyakit mag, misalnya, pilih asupan yang tidak mencetuskan mag dan konsumsi obat tertentu bila perlu.

“Penyakit ini (mag) sering menjadi kendala saat berpuasa. Makan sahur wajib untuk dilakukan, hindari makan dalam jumlah besar saat berbuka. Jangan langsung tidur setelah sahur karena hal ini dapat meningkatkan sekresi asam lambung. Selain itu, hindari stres pikiran karena dapat melambungkan produksi asam lambung,” ujar dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter.

Segera setelah berbuka, mulailah dengan minuman sederhana seperti air putih hingga air kelapa yang memiliki kandungan elektrolit, kemudian lanjutkan dengan makan makanan ringan yang manis seperti kurma. Jenis makanan tersebut dapat menormalkan kadar gula setelah berpuasa seharian, terlebih ia pun mudah diserap oleh tubuh.

Selain itu, dr. Alvin menganjurkan agar Anda makan secukupnya supaya tidak terjadi peregangan dinding lambung yang berlebihan. Sejatinya, lambung harus berkontraksi secara rileks saat memakan sesuatu, apalagi seharian penuh setelah berpuasa.

“Jangan langsung makan dengan porsi besar, seperti nasi beserta lauk pauk. Berbukalah dengan makanan kecil terlebih dahulu. Makan besar bisa dilakukan satu jam setelah berbuka. Hal ini dilakukan agar kadar gula dalam darah dan cairan tubuh kembali ke posisi normal,” katanya.

Untuk mencegah sakit perut saat berpuasa, jagalah asupan makanan Anda saat berbuka dan sahur. Tak hanya mencermati jenis makanannya, tapi juga jumlah atau porsinya. Tetaplah jalani pola hidup sehat selama bulan Ramadan, seperti olahraga rutin, menjauhi stres, serta tidur cukup. Jika Anda memang memiliki gangguan kesehatan terkait sakit perut, konsultasikan dengan dokter mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan saat berpuasa.  

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar