Sukses

Waspada, Virus Ini Bisa Menular Lewat Babi

Beredar kabar tentang sebuah virus yang katanya dapat menular lewat babi. Benarkah itu? Simak fakta medis selengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Dunia kesehatan tengah diguncangkan oleh sebuah virus yang bisa menular lewat babi. Para ilmuwan khawatir bahwa virus tersebut dapat menginfeksi banyak orang, setelah ditemukan sejumlah bukti yang signifikan dalam tes laboratorium

Dilansir dari Newsweek, virus tersebut bernama Porcine deltacoronavirus (PDCoV). Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2012 pada babi di Cina, namun tidak berkaitan dengan penyakit tertentu. Beberapa tahun kemudian, efek negatif virus tersebut mulai tampak, bahkan tak hanya di Cina.

Pada tahun 2014, virus babi terdeteksi untuk pertama kalinya di Amerika Serikat saat wabah diare misterius menyerang kawasan Ohio. Sejak itu, kasus yang sama dilaporkan turut terjadi di beberapa negara lain.

Virus babi, mirip SARS dan MERS

Para ahli sangat prihatin dengan kemiripannya dengan virus yang menyebabkan wabah SARS dan MERS. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), wabah SARS  yang dimulai di Tiongkok menewaskan 774 orang. Sementara MERS di Arab Saudi hampir serupa, yakni lebih dari 700 jiwa.

Virus babi belum terbukti menginfeksi hewan lain. Namun menurut peneliti dari Universitas Ohio, Linda Saif, virus serupa sebelumnya pernah ditemukan pada sejumlah burung. Hal ini tengah dikaji secara mendalam.

Di sisi lain, pengaruh virus tersebut pada manusia juga masih dipertanyakan. Penyebaran bisa saja terjadi, karena studi ini belum menemukan hasil yang pasti. Menurut seorang peneliti yang berkecimpung dalam studi ini, Scott Kenney, virus babi dapat melompati spesies lain jika ia mampu mengikat reseptor pada sel-selnya.

"Kami sangat prihatin serta khawatir akan bahaya virus ini, yang dapat menyerang sejumlah hewan dan berpotensi pula melompat ke manusia," ujar Kenney.

Kendati demikian, Saif menekankan bahwa virus babi hanya menginfeksi sel manusia dan hewan lain yang berada di dalam pengaturan laboratorium terkontrol. Ini berarti, virus belum tentu dapat bertahan atau menginfeksi spesies lain yang ada di luar laboratorium.

Mencegah penularan segala macam virus

Di samping virus babi, terdapat ragam virus lain yang mampu membahayakan kesehatan tubuh Anda. Contoh nama virus yang terkenal mematikan adalah ebola, zika, HIV, malaria, hingga SARS dan MERS.

Sesuai anjuran dr. Atika, Anda dapat melakukan tips berikut untuk mencegah penularan segala macam virus.

1. Tingkatkan daya tahan tubuh

Konsumsilah makanan yang sehat serta bergizi lengkap dan seimbang. Sumber daya yang digunakan sistem daya tahan tubuh juga berasal dari makanan.

2. Jaga kebersihan tubuh

Cuci tangan dengan sabun secara rutin, karena kuman penyebab penyakit tersebar di banyak tempat.

3. Jaga kebersihan lingkungan sekitar

Jangan biarkan sampah menumpuk. Selalu konsumsi dan gunakan air yang bersih, pastikan sirkulasi udara tempat tinggal baik, dan sebagainya.

4. Jalankan perilaku dan kebiasaan hidup yang sehat

Beberapa kebiasaan sehat yang bisa Anda lakukan adalah berolahraga teratur, tidak merokok atau minum alkohol, tidak menggunakan zat-zat terlarang dan tidak berganti-ganti pasangan.

Melengkapi penjelasan di atas, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter menyarankan Anda untuk selalu memantau berita kesehatan dan waspada terhadap virus yang beredar di lingkungan sekitar. Tak lupa, jalani hidup sehat setiap hari.

Virus babi memang masih dalam tahap penelitian. Namun tak ada salahnya untuk bersikap lebih waspada dan mawas diri. Anda tak ingin dihinggapi virus dan terjangkit penyakit berbahaya, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar