Sukses

Ibu, Ini yang Perlu Anda Lakukan Saat Balita Demam

Demam pada balita sering membuat orang tua khawatir. Tenang, lakukan penanganan demam pada anak di rumah dengan tujuh langkah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Demam, atau dalam bahasa medis dikenal sebagai hipertermia, adalah kondisi meningkatnya suhu tubuh dari biasanya. Demam dapat dialami baik anak-anak maupun orang dewasa. Demam adalah salah satu kendala yang sering dialami balita. Demam pada balita bisa muncul tiba-tiba. Ketika balita demam, tak jarang para ibu dibuat panik karenanya. Jangan panik, usahakan diri tetap tenang, di sini Anda akan mengetahui hal-hal yang perlu dilakukan saat balita demam.

Sebetulnya peningkatan suhu tubuh jangka pendek dapat membantu tubuh melawan penyakit. Namun, demam yang sangat tinggi dapat menjadi gejala kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera.

Suhu tubuh normal manusia biasanya sekitar 36,1 hingga 37,2 derajat Celcius. Namun, suhu tubuh normal untuk setiap orang bisa sedikit berbeda. Suhu tubuh normal juga dapat berfluktuasi tergantung pada waktu hari, yang biasanya cenderung lebih rendah pada pagi hari dan lebih tinggi pada sore dan malam hari.

Faktor-faktor lain, seperti aktivitas fisik juga dapat memengaruhi suhu tubuh. Saat suhu anak Anda di atas suhu tersebut, maka anak dapat dikatakan demam.

Cara mengukur suhu tubuh anak

Untuk memeriksa suhu balita, Anda dapat menggunakan termometer oral, rektal, atau aksila. Termometer oral harus ditempatkan di bawah lidah selama tiga menit, sedangkan pengukuran pada aksila (ketiak), letakkan termometer di ketiak lalu silangkan lengan anak di mendekap dada. Tunggu 4-5 menit sebelum mengeluarkan termometer.

Termometer rektal dapat digunakan untuk mengukur suhu tubuh pada bayi. Untuk melakukan ini, letakkan sedikit petroleum jelly pada bohlam. Kemudian, baringkan bayi Anda dengan perut mereka (tengkurap) dan masukkan dengan lembut termometer sekitar 1 inci ke dalam anus bayi. Pegang bohlam dan bayi Anda selama setidaknya tiga menit.

Apa yang biasanya menyebabkan demam pada balita?

Demam pada balita bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, di antaranya adalah kekurangan cairan (dehidrasi), kurang istirahat, metabolisme yang meningkat, dan infeksi. Pada anak, karena sistem kekebalan tubuh masih belum sempurna, penyebab tersering demam adalah infeksi. Infeksi yang terjadi ini bisa karena virus, bakteri, dan lain-lain.

Lakukan ini di rumah saat anak Anda demam

Tak sedikit para ibu menjadi panik ketika mendapati anaknya demam. Segera atasi rasa panik Anda karena ada beberapa langkah penanganan demam pada anak, yang bisa Anda lakukan di rumah.

  1. Usahakan untuk tetap tenang supaya Anda bisa berpikir dengan jernih dalam upaya mengatasi demam yang dialami balita.
  2. Berikan parasetamol saat suhu tubuh anak sudah melebihi 37,2 derajat Celcius sesuai dengan dosis yang sesuai dalam aturan pakai.
  3. Jangan menggunakan telapak tangan atau punggung tangan untuk mengukur demam pada anak. Gunakan termometer.
  4. Berikan anak cairan lebih banyak saat anak demam. Dehidrasi juga dapat menyebabkan demam anak semakin tinggi.
  5. Pastikan anak beristirahat yang cukup. Tidur selama 8-10 jam dapat membantu menurunkan keluhan demam pada anak.
  6. Berikan anak makanan yang bernutrisi agar asupan vitamin dan mineralnya terpenuhi, sehingga daya tahan tubuh anak meningkat. Ini dapat membantu menurunkan demam pada anak jika penyebabnya adalah infeksi virus.
  7. Berikan anak pakaian yang nyaman. Jangan menyelimuti anak dengan selimut dan baju yang terlalu tebal. Saat anak merasa tidak nyaman dengan pakaian yang tebal, hal tersebut akan memengaruhi kenyamanan anak saat beristirahat.

Kapan harus membawa anak ke dokter?

Pada sebagian besar anak, demam dapat diobservasi di rumah. Akan tetapi, Anda juga perlu mengetahui kapan saat yang tepat untuk membawa anak yang demam ke dokter. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, berikut ini adalah saatnya Anda harus membawa anak ke dokter:

  1. Usia anak kurang dari 3 bulan tanpa memandang keadaan anak secara umum
  2. Anak usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau terdapat tanda bahaya
  3. Anak usia 3-36 bulan dengan demam yang tinggi (≥ 39 derajat Celcius)
  4. Anak semua usia yang suhunya > 40 derajat Celcius
  5. Anak semua usia dengan kejang demam
  6. Anak semua usia yang demam berulang lebih dari 7 hari walaupun demam hanya berlangsung beberapa jam saja
  7. Anak semua usia dengan penyakit kronis seperti penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, lupus, ginjal, dan lain-lain
  8. Anak yang demam disertai ruam

Jika demam pada balita hanya disebabkan karena ia kelelahan, dehidrasi, atau flu ringan, biasanya demam akan mereda setelah Anda menanganinya dengan cara di atas. Ingat, jangan sekali-kali memberikan anak obat selain parasetamol untuk mengatasi demam, terutama antibiotik, supaya anak tidak mengalami resistensi antibiotik. Jika demam tak juga mereda dan disertai keluhan lain, segera periksakan anak ke dokter. 

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar