Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kiat Membersihkan Rumah dari Debu Vulkanik Letusan Gunung Merapi

Kiat Membersihkan Rumah dari Debu Vulkanik Letusan Gunung Merapi

Membersihkan debu vulkanik letusan gunung Merapi membutuhkan perlakuan khusus agar Anda terhindar dari penyakit saluran pernafasan.

Klikdokter.com, Jakarta Gunung Merapi kembali aktif dan mengeluarkan debu vulkanik yang membuat rumah dan halaman rumah masyarakat di sekitarnya menjadi berdebu dan kotor. Tak hanya itu, debu vulkanik ini juga dapat menimbulkan penyakit pernapasan. Oleh sebab itu, Anda perlu hati-hati dalam membersihkannya.

Menurut dr. Kartika Mayasari dari Klikdokter, debu vulkanik mengandung unsur yang berbahaya bagi tubuh dan lingkungan.

“Serupa dengan abu vulkanik, debu vulkanik juga bisa mengandung berbagai gas berbahaya seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, asam hidoklorik, asam hidroflouric, atau yang mengandung komponen kristal seperti silika,” jelas dr. Kartika.

Jika mengenai peralatan elektronik, debu vulkanik yang biasanya juga bercampur abu mungkin saja menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik tersebut. Sudut abu vulkanik yang runcing dapat menggores permukaan benda saat dibersihkan dengan kain atau sikat begitu saja.

Berikut ini adalah kiat yang diberikan oleh The Inernational Volcanic Health Hazard Network untuk membersihkan abu vulkanik yang menempel pada sudut-sudut rumah Anda:

1. Gunakan masker dan kacamata

Dokter Kartika menjelaskan bahaya dari debu vulkanik jika Anda tidak mengenakan masker dan terpapar debu vulkanik. Anda berisiko terkena infeksi saluran pernapasan.

“Gejala yang timbul biasanya meliputi sesak napas, mata berair, dan mata merah,” tambahnya.

Agar terhindar dari risiko infeksi saluran pernapasan dan iritasi pada mata, Anda harus mengenakan masker dan kacamata selama membersihkan rumah. Jika mata Anda minus, lebih baik mengganti lensa kontak dengan kacamata.

Pakailah masker berukuran N95 sampa N100 untuk menghindari masuknya debu berukuran kurang dari 10 mikron. Hal ini bisa Anda cek pada label kemasan saat membeli masker.

2. Bersihkan dahulu area luar

Utamakan area halaman dan luar rumah saat membersihkan debu vulkanik. Amankan anak dan hewan peliharaan dan jauhkan dari area yang ingin dibersihkan. Jangan lupa untuk mengganti pakaian sebelum masuk ke dalam rumah.

Setelah area luar bersih, buka semua pintu dan jendela, lalu gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu yang masuk ke dalam rumah dan menempel pada perabotan. Periksa semua ventilasi rumah dan pastikan sudah bersih dari debu vulkanik.

3. Basahi terlebih dahulu area yang akan dibersihkan

Membersihkan debu vulkanik dalam kondisi kering dapat menyebabkan abu menyebar dan bercampur dengan udara di rumah Anda, sehingga abu berisiko masuk ke saluran air atau penampungan air.

Jadi, basahi dulu dengan mencipratkan air untuk membersihkan debu. Ketika membersihkan area atap rumah, Anda perlu lebih berhati-hati karena atap rawan runtuh karena tertumpuk abu yang tebal.

Selain itu, debu vulkanik yang dibasahi akan sedikit licin, jadi Anda sebaiknya berhati-hati saat membersihkan area tangga. Gunakan sekop jika debu vulkanik cukup tebal.

4. Buang debu vulkanik ke dalam kantong

Jangan buang abu vulkanik di taman atau pinggir jalan, apalagi mengalirkannya ke talang atau saluran air.

Hal ini akan menyumbat saluran. Kumpulkan debu vulkanik di dalam kantong agar tidak tersebar kembali saat terkena angin. Koordinasikan pembuangan debu vulkanik dengan instansi tertentu.

5. Tutup kendaraan dan semua alat elektronik

Bersihkan peralatan elektronik dengan vacuum cleaner. Jangan lupa untuk mematikan sumber daya peralatan sebelum membersihkannya.

Selama gunung Merapi aktif dan debu vulkanik terus datang, tutuplah kendaraan dan semua alat elektronik dengan kain atau plastik penutupnya. Hal ini untuk mencegah kerusakan mesin atau peralatan lainnya.

6. Gunakan deterjen untuk membersihkan perabotan

Agar lebih bersih, gunakan deterjen untuk mencuci karpet dan tirai, setelah dibersihkan dengan vacuum cleaner. Bersihkan kain secara perlahan karena debu dapat merusak serat tekstil.

Untuk porselen, kaca, dan akrilik, usap perlahan dengan kain atau spons yang telah dibasahi dengan air dan deterjen. Cara ini juga diterapkan untuk membersihkan permukaan kayu karena abu dapat membuat warna kayu pudar.

Kain atau spons setelah digunakan harus dibilas dengan air yang mengalir dan dicuci secara hati-hati.

Setelah rumah dan perabotan bersih dari debu vulkanik, beberapa bulan kemudian Anda sebaiknya tetap melakukan perawatan dan pembersihan kulkas, kompor, serta saluran udara. Bagi Anda yang bermukim di sekitar gunung Merapi dan kini tengah aktif, tetap gunakan masker agar terhindar dari risiko infeksi saluran pernapasan.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar