Sukses

Bolehkah Ibu dengan Diabetes Menyusui?

Ada beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan oleh ibu dengan diabetes yang ingin menyusui bayinya. Simak penjelasannya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Menyusui adalah langkah awal terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Para pakar kesehatan telah sepakat bahwa ASI adalah cairan dengan kandungan zat gizi paling lengkap untuk bayi. Namun bagaimana bila ibu dengan diabetes ingin menyusui?

Setiap ibu dianjurkan untuk memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan dan kemudian dilanjutkan hingga dua tahun. Meski demikian, ada beberapa kondisi yang membuat ibu enggan untuk menyusui. Salah satunya adalah bila ibu mengalami diabetes.

Banyak ibu dengan diabetes yang masih ragu apakah dirinya boleh menyusui atau tidak. Kabar baiknya adalah ibu dengan diabetes tetap dapat menyusui.

Ada beberapa tipe diabetes, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional.

  • Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kekurangan insulin akibat kerusakan sel pankreas yang menghasilkan insulin. Tipe ini paling sering terjadi pada anak atau dewasa muda.
  • Diabetes tipe 2 merupakan bagian dari penyakit metabolik tubuh, dimana insulin yang dihasilkan tidak dapat dimanfaatkan untuk metabolisme gula darah.
  • Diabetes gestasional merupakan diabetes yang baru didiagnosis saat kehamilan usia 20 minggu. Umumnya akan membaik setelah melahirkan.

Ketiga tipe tersebut dapat terjadi pada ibu hamil dan menyusui, tetapi diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional adalah tipe yang paling sering.

1 dari 3 halaman

Manfaat menyusui bagi ibu dengan penyakit diabetes

Terlepas dari tipe diabetes yang dialami, menyusui mendatangkan banyak manfaat bagi ibu dengan penyakit diabetes, diantaranya:

  • Membantu menurunkan berat badan setelah melahirkan, sehingga risiko obesitas serta penyakit metabolik lainnya termasuk diabetes pun berkurang.
  • Membuat tubuh ibu memanfaatkan insulin dengan lebih efektif, sehingga kadar gula relatif lebih stabil. Bagi ibu yang mengalami diabetes gestasional, kadar gula darah dapat kembali normal lebih cepat bila ibu menyusui.
  • Mengurangi kebutuhan ibu akan terapi insulin.
  • Mengurangi risiko terkena penyakit kanker payudara dan kanker indung telur (kanker ovarium) di kemudian hari.
  • Hormon oksitosin yang dikeluarkan saat menyusui akan membuat ibu merasa lebih nyaman dan senang.

Fakta tersebut telah didukung oleh studi ilmiah yang menunjukkan bahwa menyusui membawa dampak jangka panjang yang positif bagi ibu dan bayi. Bagi bayi, selain sebagai sumber nutrisi, ASI juga dapat mengurangi risiko kelebihan berat badan (obesitas) dan terkena diabetes mellitus saat ia dewasa.

2 dari 3 halaman

Tips sukses menyusui untuk ibu dengan diabetes

Harus diakui hari-hari pertama pasca melahirkan akan lebih menantang bagi ibu dengan diabetes. Pasalnya, ada beberapa risiko yang dapat terjadi, yaitu hipoglikemia (kadar gula darah rendah) pada bayi, sementara ASI ibu masih sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali.

Hal tersebut sering membuat ibu putus asa dan akhirnya menyerah. Beberapa kiat berikut dapat menolong para ibu dengan diabetes agar sukses menyusui:

● Konsultasi sebelum melahirkan

Memasuki trimester ketiga, lakukan konsultasi lebih intens dengan dokter kandungan Anda mengenai penyakit diabetes dan keinginan Anda untuk menyusui bayi, termasuk pengobatan diabetes setelah melahirkan, pola makan, dan sebagainya.

● Memerah kolostrum sebelum melahirkan

Kolostrum adalah ASI yang diproduksi di beberapa hari pertama setelah melahirkan, namun sebenarnya sudah terbentuk sejak trimester ketiga. Beberapa konsultan laktasi mungkin akan menyarankan Anda untuk mulai memerah kolostrum menjelang waktu melahirkan untuk diberikan pada bayi setelah lahir. Hal ini untuk mengantisipasi bila bayi hipoglikemia atau ibu perlu waktu untuk pemulihan.

Namun yang penting untuk diingat adalah jangan memerah kolostrum sendiri tanpa pendampingan dokter atau tenaga medis. Sebaiknya aktivitas ini dilakukan di fasilitas kesehatan.

● Makan setiap akan menyusui

Menyusui akan menghabiskan energi dan memperbesar kemungkinan terjadi hipoglikemia pada ibu. Makanlah menu yang tinggi serat, protein, dan karbohidrat sebelum menyusui. Siapkan camilan sehat dalam jangkauan Anda.

● Cukup cairan

Setelah menyusui, umumnya ibu akan merasa haus. Pastikan kebutuhan cairan selalu terpenuhi setidaknya 3-4 liter per hari.

● Periksa kadar gula darah rutin

Lakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, terutama bila Anda merasa lemas, pusing, dan pandangan kabur.

Diabetes bukanlah penghambat ibu untuk menyusui. Bila memperhatikan beberapa hal di atas, ibu dengan diabetes juga tetap dapat sukses memberikan ASI untuk buah hatinya.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar