Sukses

Diet Rendah Garam, Apa Manfaatnya bagi Kesehatan?

Diet rendah garam dipercaya bermanfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat diet garam bagi tubuh? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

 

Garam atau natrium adalah mineral yang penting bagi tubuh. Garam diperlukan untuk menjalankan fungsi sel tubuh, mengatur cairan, keseimbangan elektrolit, serta menjaga tekanan darah. Garam dapat ditemukan di dalam sayuran, buah-buahan, dan daging unggas. Anda juga bisa menemukan komponen utama natrium dari garam meja.

Kendati penting untuk kesehatan, takaran garam dari makanan harus dibatasi, terlebih jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, anjuran konsumsi garam adalah 2.000 mg atau tidak lebih dari satu sendok teh garam per hari.

Dengan mengikuti pola makan atau diet rendah garam, Anda bisa terhindar dari berbagai penyakit kronis, tubuh pun bisa menjadi lebih sehat. Mau tahu apa saja manfaat diet rendah garam? Simak ulasan berikut ini.

1 dari 4 halaman

1. Menurunkan Tekanan Darah

Menurut penelitian, diet rendah garam punya manfaat untuk menurunkan tekanan darah. Meski penurunannya tidak besar, namun sangat bermanfaat bagi kesehatan penderita hipertensi (tekanan darah tinggi).

Menurut tinjauan dari 34 penelitian, mengurangi asupan garam selama 4 minggu atau lebih bisa menurunkan tekanan darah orang sehat dan pasien hipertensi.

Kesimpulan penelitian melaporkan, pasien hipertensi yang diet rendah garam mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 5,39 mmHG dan tekanan diastolik sebesar 2,82 mmHG.

Artikel Lainnya: Diet Hipertensi, Kolesterol, & Asam Urat

2. Mengurangi Risiko Kanker

Ditinjau dari 76 penelitian, mengonsumsi garam terlalu banyak berkaitan erat dengan risiko kanker.

Orang yang mengonsumsi garam melebihi batas normal, kira-kira kelebihan 5 gram natrium per hari, risiko untuk terkena kanker ususnya ikut meningkat menjadi 12 persen.

Sebab, konsumsi garam dapat merusak lapisan mukosa perut, meningkatkan risiko peradangan, dan mendukung pertumbuhan bakteri H. pylori. Kondisi itu semua dapat meningkatkan risiko kanker usus.

Di sisi lain, mengonsumsi makanan rendah garam dapat menurunkan risiko kanker. Makanan yang dianjurkan untuk menurunkan risiko kanker adalah buah dan sayuran.

Artikel Lainnya: Garam Khusus bagi Penderita Hipertensi Baik untuk Kesehatan

2 dari 4 halaman

3. Tingkatkan Kualitas Diet

Makanan kemasan, makanan cepat saji, dan makanan beku (frozen food), umumnya memiliki kandungan garam, lemak, dan kalori yang cukup tinggi. Kebanyakan mengonsumsi makanan tersebut sering dihubungkan dengan risiko obesitas dan penyakit kronis lain seperti diabetes atau penyakit jantung.

Ketika berhenti makan makanan tak sehat tersebut, secara tak langsung Anda ikut memperbaiki asupan nutrisi dan kualitas diet secara keseluruhan.

4. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Tak hanya mengendalikan tekanan darah, manfaat diet rendah garam yang lain adalah mencegah kerusakan dan serangan jantung.

Pasalnya, kondisi hipertensi berkaitan erat dengan kadar kolesterol tinggi. Ketika kadar kolesterol tubuh tinggi, penumpukan plak dan lemak di pembuluh darah juga meningkat  Dampaknya, Anda berisiko untuk terkena serangan atau kerusakan jantung.

Artikel Lainnya: Pola Diet Sehat untuk Penderita Hipertensi

3 dari 4 halaman

5. Membentuk Tulang yang Lebih Kuat

Manfaat diet rendah garam lainnya adalah memperkuat tulang. Anda perlu tahu, garam memiliki sifat ion yang dapat mengontrol seberapa banyak kalsium ditarik dari tulang.

Kalsium merupakan komponen penting untuk menguatkan tulang dan mencegah osteoporosis. Maka itu, batasi asupan garam agar pasokan kalsium tidak hilang dan tulang tetap kuat.

Jika Anda mengikuti diet rendah natrium, pilih makanan segar dan hindari makanan olahan yang rasanya gurih dan asin. Agar asupan garam lebih terkendali, cobalah untuk memasak menu makanan sendiri di rumah.

Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter jika ingin menjalani diet rendah garam. Nantinya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai manfaat kesehatan apa yang bisa Anda dapat. Untuk tahu informasi kesehatan lainnya, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar