Sukses

Benarkah Antibiotik Bikin Gigi Rusak?

Dokter kadang meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri dan menghilangkan infeksi. Tapi, benarkah antibiotik menyebabkan gigi rusak ?

Klikdokter.com, Jakarta Antibiotik diberikan dengan maksud untuk melawan pertumbuhan kuman pada masalah infeksi. Antibiotik bekerja menekan atau menghentikan perkembangan bakteri atau mikroorganisme berbahaya yang berada di dalam tubuh. Namun antibiotik diduga dapat memberikan efek samping pada berbagai organ tubuh, termasuk menyebabkan gigi rusak.

Ada penelitian yang menunjukkan walaupun antibiotik diberikan dengan dosis yang direkomendasikan, ternyata tetap dapat memengaruhi dan memberikan dampak buruk terhadap rongga mulut dan gigi.

Efek antibiotik pada gigi dan mulut

Efek samping obat pada rongga mulut sudah ada sejak tahun 1700-an pada pengobatan yellow fever di beberapa negara bagian Amerika Serikat, dengan menggunakan mercurous chloride. Obat tersebut memiliki efek samping berupa hipersalivasi atau produksi air liur berlebih, luka pada mulut, gigi geligi goyang, dan infeksi pada tulang.

Sedangkan efek antibiotik pada gigi yang merupakan jaringan keras adalah  diskolorasi pada lapisannya, yakni perubahan warna gigi yang tidak normal. Dilihat dari warna atau  dari transaparansi gigi, kondidi yang biasanya yang disebabkan oleh antibiotik adalah perubahan warna internal di dalam struktur gigi.

Bila Anda menemui seseorang dengan warna gigi abu-abu, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh penggunaan antibiotik tetrasiklin pada usia di bawah 8 tahun atau penggunaan pada ibu hamil. Pada keadaan ini benih gigi dapat terpengaruh dari kinerja obat, sehingga pada pertumbuhannya warna gigi terlihat lebih redup.

Tetrasiklin adalah obat antibiotik yang dirancang untuk melawan infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernafasan, gonore, jerawat, dan lain-lain.

Sebelum tahun 1980-an, antibiotik yang banyak digunakan ini sering diberikan kepada wanita hamil atau anak-anak di bawah usia 8 tahun yang giginya belum sepenuhnya berkembang.

Perubahan warna yang terjadi dapat mempengaruhi seluruh gigi. Dapat pula membentuk warna bergaris horizontal hampir seperti garis-garis dan warna ini bisa terlihat sangat gelap.

Ada juga penelitian  yang menyatakan penggunaan amoxicillin pada anak usia 3 dan 6 bulan, memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami fluorosis atau kerusakan lapisan luar gigi. Hal ini terjadi ketika gigi terkena terlalu banyak fluoride saat proses pembentukan email gigi. Gejalanya termasuk hampir tidak terlihat flek-flek putih, lubang-lubang, atau noda-noda coklat pada gigi.

Masih banyak lagi dampak dari jenis jenis antibiotik yang berdampak pada gigi dan mulut. namun bisa dibilang tidak semua antibiotik berdampak buruk pada gigi. Meski demikian, memang ada pengobatan antibitotik tertentu yang perlu dihindarkan, khususnya pada masa pertumbuhan benih gigi.

Antibiotik tidak bisa dibilang merusak gigi, karena struktur pada gigi tetap ada. Tapi antibiotik dapat membuat warna gigi redup dan tidak cemerlang. Pastikan agar penggunaan antibiotik sesuai dan tepat, bukan hanya dari segi dosis namun juga usia penggunaan obat tersebut . Jadi, jangan sembarangan minum antibiotik, ya!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar