HomeInfo SehatGigi MulutDaftar Obat yang Berisiko Menyebabkan Kerusakan Gigi
Gigi Mulut

Daftar Obat yang Berisiko Menyebabkan Kerusakan Gigi

Aditya Prasanda, 25 Agu 2021

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Ada beberapa obat yang memiliki efek samping bagi kesehatan gigi dan mulut. Untuk tahu apa saja daftar obatnya, Anda bisa menyimak ulasan di bawah ini.

Daftar Obat yang Berisiko Menyebabkan Kerusakan Gigi

Beberapa jenis obat diketahui memiliki efek samping yang buruk bagi kesehatan gigi dan mulut.

Obatan-obatan ini dapat menyebabkan mulut kering serta kerusakan gigi. Simak penjelasan medis soal deretan obat perusak gigi berikut ini.

1. Antasida

Antasida merupakan obat untuk meredakan gejala sakit maag atau asam lambung. Berdasarkan Guardian Direct, antasida tersedia dalam bentuk tablet kunyah, tablet larut, serta sirup. Obat antasida dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Obat ini memicu mulut kering. Kondisi tersebut merupakan penyebab umum kerusakan gigi dan infeksi mulut.

Artikel Lainnya: Daftar Makanan yang Efeknya Buruk bagi Gigi

Drg. Wiena Manggala Putri mengatakan, “Konsumsi obat antasida secara berlebihan dapat menghambat produksi air liur sehingga mulut menjadi kering.”

“Dengan air liur yang sedikit akan sulit untuk membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan. Hal ini menyebabkan plak mudah menempel,” lanjut dr. Wiena.

Selain membuat plak mudah menempel, produksi air liur yang sedikit meningkatkan risiko infeksi dan kerusakan gigi.

Perlu Anda tahu, air liur berperan besar untuk melindungi gigi dari infeksi bakteri. Ketika mulut Anda kering, bakteri akan merajalela dan menyebabkan masalah pada gigi dan mulut.

Mulut kering juga bisa menyebabkan jaringan mulut mengalami iritasi. Akibatnya, risiko peradangan dan infeksi mulut kian besar.

Lebih lanjut, drg. Wiena mengatakan, efek samping antasida dapat menyebabkan gigi berlubang.

“Obat antasida biasanya mengandung banyak gula yang dapat menempel dan tersangkut di sela gigi. Jika terlalu sering terpapar dan tidak dibersihkan dengan baik bisa menyebabkan gigi berlubang,” jelasnya.

Artikel Lainnya: Karies Gigi dan Gigi Berlubang, Apa Bedanya?

2. Obat Pereda Nyeri Opioid

Opioid merupakan obat pereda nyeri yang umum diresepkan dokter. Obat ini juga dapat memicu mulut kering dan erosi enamel (lapisan terluar gigi).

Efek samping opioid bahkan menyebabkan pasien dengan nyeri kronis rentan mengalami periodontitis (infeksi gusi serius) dan kehilangan gigi.

3. Antihistamin

Bahaya kerusakan gigi lainnya dapat disebabkan oleh obat antihistamin. Obat antihistamin merupakan kelompok obat-obatan untuk mengatasi rhinitis (alergi serbuk bunga) dan alergi lainnya.

Dikutip dari WebMD, antihistamin bekerja dengan memblokir zat histamin agar tidak terjadi peradangan.

Zat histamin diproduksi tubuh untuk melawan virus maupun bakteri. Peradangan merupakan tanda bahwa histamin tengah bekerja.

Jika seseorang mengalami alergi, kinerja zat histamin di dalam tubuh akan berantakan. Sebab, histamin tidak dapat membedakan mana zat asing yang berbahaya dan mana yang tidak.

Respon histamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami peradangan. Untuk mengatasi peradangan akibat respon histamin tersebut, dokter dapat memberikan obat antihistamin.

Selain menekan reaksi berlebih histamin, antihistamin juga memblokir pelepasan air liur. Akibatnya, orang yang konsumsi antihistamin mengalami mulut kering dan kerusakan gigi.

Artikel Lainnya: Masalah Gigi dan Mulut pada Lansia

4. Dekongestan

Dekongestan adalah obat untuk meredakan hidung tersumbat akibat alergi, sinusitis, flu, dan pilek. Dokter gigi Wiena mengatakan obat ini dapat menyebabkan mulut kering.

“Lalu juga bisa menyebabkan erosi gigi karena kandungan asamnya tinggi. Terlebih dekongestan yang sirup,” katanya. Selain itu dekongestan juga dapat menyebabkan gigi mengalami perubahan warna.

5. Obat Tekanan Darah

Semua obat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan efek samping berupa mulut kering. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kerusakan gigi.

Obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi tersebut termasuk angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, beta-blocker, calcium channel blocker, dan diuretik.

6. Antidepresan

Antidepresan merupakan obat yang digunakan untuk membantu menangani depresi. Obat ini memiliki dampak buruk pada kesehatan tulang.

Antidepresan juga menyebabkan mulut kering serta meningkatkan risiko seseorang mengalami kerusakan gigi, bau mulut, penyakit gusi hingga infeksi jamur mulut.

Itu dia deretan obat perusak gigi. Jika ingin tanya lebih lanjut seputar kesehatan gigi, konsultasi langsung dengan dokter melalui fitur Live Chat.

(OVI/JKT)

Kerusakan Gigiefek samping obatGigi dan Mulut

Konsultasi Dokter Terkait