Sukses

Detoks Gula Bikin Tubuh Lebih Sehat?

Benarkah detoks gula bikin tubuh Anda jadi lebih sehat? Temukan jawabannya lewat penjelasan sebagai berikut.

Klikdokter.com, Jakarta Detoks gula, sama dengan bentuk detoksifikasi lainnya, merupakan upaya membersihkan segala efek negatif dari gula dengan cara membersihkannya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan sejumlah cara, salah satunya menekan konsumsi gula berlebih. Sebelumnya, perlu dijelaskan bahwa gula adalah elemen penting sebagai bahan pelengkap makanan sehari-hari.

“Gula merupakan bentuk karbohidrat dan memiliki beberapa bentuk molekul antara lain glukosa, fruktosa, galaktosa, sukrosa, maltosa dan sukralosa. Makanan atau minuman yang mengandung gula, setelah masuk ke dalam tubuh akan mengalami pemecahan untuk kemudian digunakan sebagai sumber energi,” ujar dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Nadia menjelaskan bahwa bagi yang sudah terbiasa mengonsumsi gula, akan ada kejanggalan tersendiri jika Anda menghentikannya bahkan hanya dalam 1 hari. Perlu diketahui bahwa gula berlebih bisa menyebabkan obesitas dan berbagai penyakit. Sebab itu, detoks gula dianggap cara yang ampuh untuk mengatasinya.

Untuk beberapa orang, melakukan detoks gula dirasa begitu berat apalagi jika sudah terlena dengan nikmatnya makanan manis. Meski begitu, jika Anda mengamati tren kesehatan saat ini, maka pasti sudah tak heran kalau fenomena detoks gula kian menjamur.

Berencana mengikuti tren detoks gula? Boleh saja. Namun, apakah Anda sudah mempertimbangkan membuat jus, berpuasa atau upaya penurunan berat badan lainnya? Perlu diketahui bahwa mengubah pola makan secara drastis sebetulnya kurang efektif. Bahkan, detoksifikasi yang ketat dapat menyebabkan masalah termasuk kelelahan, pusing, badan lemas, hingga gula darah rendah. Jadi apa yang harus dilakukan agar detoks gula berjalan secara lancar?

Kiat melakukan detoks gula

Dilansir dari CNN, Robert Lustig, penelitian dari Universitas California, San Francisco, Amerika Serikat menjelaskan bahwa 10 persen penduduk di negara mereka adalah penggila gula. Jumlah tersebut akan semakin banyak jika  dikalkulasikan secara mancanegara.

Detoks gula mesti dilakukan dengan cara yang teratur dan melandaskan konsep. Brooke Alpert, ahli diet dan penulis buku The Sugar Detox: Lose the Sugar, Lose the Weight -- Look and Feel Great, menjelaskan tahapan yang benar.

Selama tiga hari pertama menjalani detoks gula, Alpert merekomendasikan tidak ada gula tambahan termasuk buah, susu, biji-bijian dan alkohol. Ia hendak menekankan para pelaku detoks untuk fokus pada makanan mengandung protein, sayuran, dan lemak sehat.

Sebagai contoh, saat sarapan, Anda dapat mengonsumsi tiga telur. Untuk makan siang konsumsilah beberapa potong daging ayam atau ikan, tahu dan salad hijau. Sedangkan untuk makan malam, Anda bisa mengonsumsi menu makan siang tapi dalam versi lebih besar. Anda bisa mengganti salad hijau dengan sayuran kukus seperti brokoli, kale, dan bayam. Di sela-sela waktu, Anda dapat mengonsumsi makanan ringan seperti kacang-kacangan dan teh tawar atau kopi hitam tanpa gula.

Pada hari keempat, konsumsilah buah-buahan seperti apel. Bahkan menurut Alpert, tiga hari tanpa gula tersebut dapat membuat lidah kaget saat bertemu dengan rasa manis yang dihasilkan dari buah. Susu dan olahan sejenis seperti yogurt atau keju juga mulai dibolehkan pada tahap ini. Namun ingat, mesti rendah lemak dan tanpa pemanis.

Selepas hari keempat, Anda akan dihadapkan pada aturan soal konsumsi gula dari minggu ke minggu. Seperti pada minggu kedua misalnya, Anda dapat menambahkan satu porsi buah berry yang kaya antioksidan sambil ditemani olahan susu rendah lemak dan tanpa gula.

Efek positif detoks gula untuk tubuh

Akan ada perasaan yang berbeda di minggu ketiga. Meski aturan yang diterapkan jadi longgar, namun jangan sampai merusak tahap detoks gula Anda . Konsumsi oatmeal bisa menjadi rekomendasi yang pas pada tahap ini.

Pada hari keempat, Anda boleh kembali mengonsumsi roti dan nasi namun dalam porsi secukupnya. Setelah melewati satu bulan detoks gula, memakan makanan manis seperti es krim tidak akan membuat Anda ketagihan. Asal kembali diingat, jangan rusak hasil detoks gula Anda dengan konsumsi makanan manis berlebih.

Menurut Alpert, seluruh tahap yang diterapkan di atas merupakan upaya untuk mengendalikan diri terhadap asupan yang dikonsumsi. Detoks gula dapat mengurangi kegilaan Anda terhadap makanan manis. Selain hilangnya rasa ketagihan, tubuh akan terasa ringan dan berat badan menjadi berkurang.

“Konsumsi gula yang berlebih dapat menyebabkan obesitas dan berbagai penyakit seperti karies gigi, diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Selain itu, gula yang berlebih juga dapat menyebabkan terjadinya tanda penuaan dini pada kulit,” ujar dr. Nadia, menjelaskan dampak buruk dari konsumsi gula berlebih.

Detoks gula dipastikan bikin tubuh lebih sehat. Namun demikian, pola detoks tersebut harus dilakukan sedemikian rupa, dan jangan menahan berlebihan agar tak menyiksa diri sendiri!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar