Sukses

Kolaborasi PERKI dan Pfizer bagi Kesehatan Jantung Masyarakat

Kolaborasi PERKI dan Pfizer mencoba mewujudkan peningkatan kesehatan jantung masyarakat.

Klikdokter.com, Jakarta Sebanyak 25.000 orang dari 35 puskesmas di Provinsi Sulawesi Selatan dan 15 puskesmas di Provinsi Bangka Belitung akan menjadi subyek penelitian PERKI dalam membantu meningkatkan kesehatan jantung masyarakat.

Penelitian yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) ini bekerjasama dengan Yayasan Jantung Indonesia, perguruan tinggi dan klub jantung sehat setempat. Harapannya, penelitian ini dapat membantu masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung.

Kerja sama penelitian yang akan berlangsung selama 18 bulan ini akan dikemas dalam naungan Independent Grant for Learning and Change (IGLC) Pfizer, untuk merumuskan upaya-upaya yang lebih baik lagi dalam peningkatan layanan kesehatan, terutama bagi pasien jantung dan yang berisiko terkena penyakit jantung.

Mengidentifikasi berbagai faktor risiko penyakit jantung

Jantung koroner sendiri merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di tahun 2012. Penyakit ini memakan korban hingga 9 persen dari jumlah total kematian atau setara dengan 82,3 persen kasus dari 100.000 penduduk.

“Kerja sama ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan memitigasi berbagai faktor risiko penyakit jantung di wilayah Indonesia dengan populasi yang memiliki risiko penyakit jantung tertinggi,” jelas Dr. dr. Ismoyo Sunu, SP.JP (K), Ketua Umum PERKI, saat acara sosialisasi penelitian terkait yang digelar Rabu (25/4) lalu.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia dari tahun 2007-2013, terdapat peningkatan yang signifikan atas kematian akibat penyakit jantung dan faktor-faktor risiko penyakit jantung di Indonesia.

Dari hasil riset tersebut juga diketahui bahwa Provinsi Sulawesi Selatan dan Bangka Belitung mewakili provinsi dengan jumlah risiko penyakit jantung yang tinggi. Kondisi ini ditandai dengan tingginya jumlah populasi perokok, jumlah pasien dengan tingkat kolesterol tinggi, dan banyaknya kasus tekanan darah tinggi serta diabetes.

Program penelitian ini akan didukung dengan program edukasi publik untuk meningkatkan gaya hidup sehat masyarakat, termasuk dengan mendorong masyarakat untuk berhenti merokok. Selain itu juga disediakan aplikasi mobile untuk memantau gaya hidup sehat masyarakat setempat. Diadakan pula progam apresiasi bagi puskesmas yang berhasil melakukan pembinaan masyarakar serta mencapai tujuan penelitian PERKI nantinya.

Peningkatan kemampuan tenaga medis

Berkaitan dengan upaya tersebut, kerja sama ini juga akan disertai dengan aksi peningkatan kemampuan profesional tenaga medis di puskesmas yang terdaftar. Sehingga, para tenaga medis dapat mengidentifikasi dan mengelola faktor risiko penyakit jantung sesuai dengan panduan dari PERKI.

Salah seorang dokter yang ikut berpartisipasi adalah dr. Siska Suridanda Dannym Sp,JP (K). Ia menyatakan selama masa penelitian yang dilakukan selama 3-6 bulan ini tim dokter akan membimbing petugas puskesmas yang ditandemkan dengan Klub Jantung Sehat.

“Harapannya dengan pendampingan intensif tersebut, masyarakat juga akan terdorong untuk berubah menjalankan gaya hidup sehat. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan gawai yang sudah menjadi bagian dari pola hidup masa kini,” jelasnya.

Lewat aplikasi yang ada nanti, pasien penyakit jantung juga akan mendapatkan informasi berupa tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah, waktu berobat, olahraga, dan informasi penting lainnya.

Melalui kegiatan ini, Anil Argilla selaku Presiden Direktur Pfizer Indonesia berharap kualitas penanganan puskesmas terhadap penyakit jantung meningkat. “Melalui dukungan kegiatan penelitian, pembelajaran terukur dan strategi intervensi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat juga harapannya menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Hasil penelitian ini akan disebarluaskan melalui seminar atau simposium tingkat nasional maupun internasional, bersamaan dengan jurnal yang akan  disebarluaskan oleh Kementrian Kesehatan RI, agar informasiya dapat diterima secara merata di Indonesia.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, agar terhindar dari kemungkinan terkena serangan jantung, Anda disarankan untuk melakukan olahraga secara rutin setidaknya 30 menit dalam sehari. Jangan lupa untuk beristirahat cukup, dan belajarlah untuk mengelola stres dengan baik. Terakhir, lakukan cek kesehatan secara berkala setiap tahunnya.

Penelitian yang dilakukan oleh PERKI dan didukung Pfizer ini diharapkan dapat menggugah masyarakat Indonesia agar lebih peduli terhadap kesehatan jantung. Yuk, ubah pola hidup menjadi lebih sehat untuk masa depan yang lebih cerah.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar