Sukses

Awas, Cedera Otak Ringan Bisa Akibatkan Parkinson

Bagaimana cedera otak ringan dapat menyebabkan Parkinson? Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Cedera otak ringan bisa dialami kapan saja dan di mana saja. Penyebabnya sendiri beragam. Tapi cedera otak ringan identik dengan benturan yang terjadi di kepala. Berdasarkan penjelasan dr. Rio Aditya dari KlikDokter, cedera otak ringan memiliki gejala yang khas.

Menurutnya, pada cedera kepala ringan, penderita hanya mengalami keluhan seperti nyeri atau pusing, tanpa disertai hilangnya kesadaran. “Sedangkan pada cedera kepala sedang bisa disertai pingsan untuk beberapa saat dan muntah-muntah. Pada cedera kepala berat, kesadaran bisa hilang sepenuhnya dan terdapat gangguan pada otak yang bisa membahayakan jika tidak ditangani dengan segera,” jelasnya.

Meskipun tak tergolong gawat darurat, cedera otak ringan sebenarnya tak boleh Anda abaikan begitu saja. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menyebutkan bahwa cedera otak ringan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson.

Korelasi cedera otak ringan dan Parkinson

Seperti yang telah diketahui, bahwa Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang bersifat kronis progresif. Artinya, kondisi ini dapat makin memburuk karena terjadi secara jangka panjang. Hal ini dijelaskan secara singkat oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter.

“Parkinson ini salah satu penyakit degeneratif otak tersering kedua setelah Alzheimer. Prevalensinya diperkirakan 1-3 persen pada orang berusia di atas 65 tahun. Namun pada dekade terakhir, Parkinson makin banyak menyerang usia lebih muda, yaitu golongan usia produktif, awal 40 tahun,” katanya.

Lantas, bagaimana cedera otak ringan dapat menimbulkan Parkinson? Kembali dilanjutkan, penelitian di atas menemukan hubungan yang kuat antara cedera otak traumatis seperti gegar otak dan risiko tinggi Parkinson, terlepas dari tingkat keparahan cedera.

Penelitian ini menggunakan sampel 325.870 veteran Amerika Serikat yang setengahnya pernah menderita cedera otak ringan. Setiap individu dengan cedera otak ringan disandingkan dengan yang tidak menderita cedera tersebut.

Tak satu pun dari individu disinyalir memiliki Parkinson pada awal penelitian. Selang beberapa tahun kemudian, persentase risiko naik dengan jumlah yang relatif kecil, yakni 1462 orang alias kurang dari 1 persen.  Seiring berjalannya waktu, sebanyak 65 persen veteran penderita cedera otak ringan, mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan neurodegeneratif dengan keluhan hambatan gerak serta fungsi tubuh. Gejala tersebut merujuk pada penyakit Parkinson.

Penelitian turut menunjukkan hubungan yang kuat antara cedera otak ringan dan gangguan neurodegeneratif yang sering memengaruhi atlet profesional. Studi baru yang secara khusus meneliti para veteran ini, kemungkinan besar berlaku juga untuk para atlet dan populasi umum.

Kiat atasi cedera otak ringan dan Parkinson

Apabila Anda mengalami benturan di kepala, lebih baik periksakan ke dokter, terlebih jika ada gejala seperti pusing yang hebat, muntah-muntah, hingga hilang kesadaran. Lalu, bagaimana penanganan yang tepat untuk Parkinson?

“Saat ini belum ditemukan terapi maupun operasi yang dapat mengembalikan fungsi saraf tersebut. Penelitian dan studi medis masih terus dilanjutkan untuk menemukan penyebab dan terapi untuk Parkinson. Selama belum ada vitamin atau suplemen yang bisa mengurangi gejala Parkinson, Anda dapat mencoba mengonsumsi buah-buahan seperti pisang, blueberry, stroberi dan plum,” ujar dr. Astrid.

Selain kiat tersebut, penting juga untuk menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan alkohol. Meski cedera otak ringan dapat meningkatkan risiko Parkinson, namun hal tersebut dapat diatasi bila Anda bertekad menjalankan gaya hidup yang sehat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar