Sukses

Inilah Bagian Rumah yang Jadi Sarang Kuman

Jangan abai, ternyata beberapa tempat di rumah Anda rentan menjadi sarang kuman meski kelihatannya bersih.

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki rumah yang bersih, rapi, dan bebas kuman adalah dambaan semua orang, terutama ibu rumah tangga. Tapi, apakah Anda yakin kalau semua sudut di rumah sudah bebas dari mikroorganisme berbahaya ini?

Meski telah dibersihkan, debu dan kuman tak akan sepenuhnya hilang dari dalam rumah Anda. Hal itu bisa terjadi akibat polusi dari jalan raya, dibawa oleh orang-orang yang berkunjung ke rumah, atau bahkan dari hewan peliharaan Anda sendiri.

Atas dasar tersebut, Anda sebaiknya tetap berhati-hati ketika menyentuh bagian-bagian tertentu di rumah. Meski terlihat bersih, bisa saja tempat yang Anda sentuh tersebut merupakan sarang kuman yang tersembunyi. Ini karena kuman sangat kecil, sehingga tak mampu dilihat hanya dengan mata telanjang.

Faktanya, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dalam suatu rumah bisa terdapat lebih dari 125 ribu jenis bakteri dan 70 ribu jenis jamur. Penelitian tersebut menambahkan, rata-rata rumah yang telah dibersihkan setiap hari dapat tetap menyimpan lebih dari 5 ribu jenis bakteri dan 2 ribu jenis jamur. Mengejutkan, bukan?

Sarang Kuman

Banyak sekali jenis kuman yang menumpang di rumah Anda. Di mana biasanya kuman tersebut tinggal?

1. Wastafel dapur

Anda mungkin berpikir bahwa wastafel dapur lebih bersih jika dibandingkan dengan toilet. Eits, jangan salah. Apabila Anda jarang membersihkan wastafel dapur, jumlah kuman yang berdiam di sana bisa sama atau bahkan lebih banyak daripada toilet!

Bakteri yang banyak menghuni wastafel dapur di antaranya adalah E.coli dan Salmonella, yang dapat menyebabkan infeksi saluran cerna dan infeksi saluran kemih.

2. Kamar mandi

Kamar mandi, seperti yang telah diduga orang, adalah salah satu tempat terkotor yang ada di rumah. Wajar saja, karena kamar mandi adalah tempat pembuangan dan membersihkan diri.

Bakteri yang paling banyak ditemukan di kamar mandi adalah Staphylococcus, kuman yang dapat menyebabkan penyakit kulit dan keracunan makanan.

3. Keyboard komputer dan telepon genggam

Tidak bisa berpisah dari telepon genggam? Hal tersebut memang merupakan ‘penyakit’ dari orang-orang zaman sekarang. Namun ingatkah Anda, kapan terakhir kali membersihkan telepon genggam?

Seringkali dipegang–sudah mencuci tangan atau tidak, tangan kotor atau bersih–membuat telepon genggam menjadi sarang kuman, apabila tidak rajin-rajin dibersihkan.

Sama halnya dengan keyboard komputer Anda. Sering menggunakan komputer–baik untuk berselancar di internet atau bermain game–membuat benda tersebut menjadi sarang kuman.  

Karenanya, jangan lupa untuk membersihkan komputer, terutama keyboard, secara berkala. Jika tidak, bakteri seperti Staphilococcus dan E.coli akan hinggap dan berkembang biak di benda ini.

4. Remote televisi

Remote adalah benda yang paling sering menjadi rebutan satu keluarga ketika prime time tiba. Semua berebut ingin memegang kendali dan menonton acara kesayangannya.

Remote boleh menjadi rebutan. Tapi, siapa yang ingat membersihkannya? Dipegang oleh berbagai tangan selama beberapa waktu menjadikan benda tersebut sebagai sarang kuman.

5. Tembok

Siapa yang suka mencorat-coret dinding rumah waktu kecil? Ternyata, tembok juga merupakan tempat yang kerap menjadi sarang kuman, terutama bakteri E.coli dan Staphylococcus aureus.

Berkaca pada diri Anda waktu kecil, tentunya banyak interaksi yang dilakukan dengan tembok, terutama oleh anak-anak. Karena itu, menjaga kebersihan tembok menjadi hal yang tak boleh dilupakan. Karena sadar atau tidak, selama ini kebersihan tembok kerap diabaikan.

Jangan lupa untuk membersihkan tembok secara berkala, dan menggunakan cat tembok yang dibuat menggunakan teknologi Silver-Ion. Dengan ini, Anda dan seluruh anggota keluarga akan terhindar dari kuman penyebab penyakit.

Sekarang Anda sudah tahu bagian rumah mana saja yang kerap menjadi sarang kuman, bukan? Yuk, bersih-besih, dimulai dari dinding rumah hingga bagian lain yang sering berkontak dengan Anda sekeluarga. Ingat, dinding sehat, keluarga sehat!

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar