Sukses

Menguak Manfaat Pijat Batu Panas

Pijat batu panas dapat menenangkan tubuh dan jiwa Anda. Penasaran?

Klikdokter.com, Jakarta Untuk Anda yang sudah menjadikan pijat sebagai kebutuhan, mungkin sekali-kali bisa mencoba pijat batu panas (hot stone massage). Kini banyak tempat spa di kota-kota besar yang menawarkan pijat jenis ini. Tak hanya sensasi panas yang didapat, tapi juga kebugaran tubuh dan ketenangan jiwa.

Pijat dengan batu panas adalah terapi pijat yang menggunakan batu basal yang dipanaskan dengan air sebagai media. Batu tersebut dipanaskan dengan alat khusus sampai berada dalam kisaran suhu yang tepat, biasanya antara 110 dan 130 derajat Fahrenheit. Selama pemijatan, batu-batu akan ditempatkan pada bagian tubuh tertentu, seperti di sepanjang punggung, telapak tangan, kaki, dan wajah.

Sama seperti pijat jenis lainnya, pijat batu panas dapat memberikan keuntungan untuk kesehatan fisik maupun psikis. Dilansir berbagai sumber, berikut beberapa manfaatnya:

1. Meringankan pegal dan nyeri otot

Panas dari batu akan membantu otot rileks, sehingga bisa melepaskan ketegangan dan meredakan nyeri. Aliran darah juga akan meningkat pada area yang bermasalah.

2. Mengurangi stres dan kecemasan

Terapi pijat bisa efektif untuk menghilangkan stres. Sebuah studi tahun 2015 menemukan, pijat pascaoperasi dapat mengurangi rasa sakit, ketegangan, dan kecemasan pada pasien yang baru menjalani operasi kolorektal.

3. Membuat tidur lebih nyenyak

Banyak orang memiliki kualitas tidur yang buruk. Faktor seperti stres, insomnia, dan kesibukan membuat mereka kurang tidur dan mengalami gangguan tidur. Sebuah studi menunjukkan bahwa pijat dapat membantu membuat tidur lebih nyenyak untuk orang lansia. Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa bayi dengan masalah tidur yang diberi pijatan selama 15 menit oleh orang tua mereka, akan tidur lebih cepat.

4. Meredakan gejala dari penyakit autoimun

Sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa pijat batu panas dapat memberikan manfaat untuk penderita artritis rematoid. Para peserta penelitian mengalami penurunan rasa nyeri, kekuatan genggam yang lebih baik, serta lebih mudah bergerak setelah menjalani terapi pijat selama 1 bulan.

5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Menurut studi tahun 2010, pijat dapat memberikan efek positif untuk kekebalan tubuh. Sampel darah yang diambil dari peserta penelitian sebelum dan sesudah pijat menunjukkan adanya penurunan arginine-vasopressin, sebuah hormon yang membantu mengatur tekanan darah.

6. Memperbaiki sirkulasi darah

Ketika panas dari batu menembus ke jaringan tubuh yang lebih dalam, pembuluh darah akan terbuka sehingga meningkatkan sirkulasi. Sirkulasi yang buruk diketahui dapat menyebabkan kelelahan.

Selama dilakukan oleh terapis yang profesional, pijat batu panas termasuk aman. Namun, pijat ini tidak direkomendasikan untuk semua orang. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, varises, migrain, penyakit autoimun, kanker, dan epilepsi, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum pijat.

Selain kondisi di atas, Anda juga tidak disarankan untuk menjalani pijat ini  bila Anda baru menjalani operasi dalam 6 minggu terakhir dan mengalami luka baru-baru ini. Jika Anda memiliki riwayat pembekuan darah, mengonsumsi obat pengencer darah, memiliki jumlah trombosit yang rendah, dan osteoporosis berat, pijat jenis ini juga tidak disarankan. Ibu hamil dan anak-anak juga tidak dianjurkan untuk melakukan pijat batu panas.

Saat Anda menjalani pemijatan ini, penting untuk segera memberitahu terapis jika Anda merasa batu terlalu panas atau tekanan terlalu dalam. Anda tidak seharusnya merasakan sakit saat menjalani pijat batu panas. Jadi, bila ada rasa sakit dan ketidaknyamanan selama proses pemijatan, jangan dibiarkan, ya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar