Sukses

5 Tanda Tak Terlihat dari Penderita Bipolar

Ada beberapa tanda yang khas terjadi pada penderita bipolar. Ini 5 di antaranya.

Klikdokter.com, Jakarta Bipolar bukanlah suatu kondisi yang dapat diremehkan. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2016 silam terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 21 juta terkena skizofrenia, 47,5 juta terkena demensia, dan 60 juta terkena bipolar.

Menurut sebuah laporan yang dipublikasikan di Huffington Post, jumlah pengidap bipolar di seluruh dunia diperkirakan mencapai 5% atau sekitar 450 juta orang. Di Indonesia sendiri, menurut data dari Bipolar Care Indonesia (BCI), sebanyak 2% mengalami gangguan bipolar. Angka ini setara dengan 72.860 orang.

Mengenal bipolar

Menurut dr. Rio Aditya dari KlikDokter, bipolar adalah salah satu jenis gangguan kejiwaan atau gangguan mental yang ditandai dengan perubahan atau gangguan mood yang ekstrem, termasuk perubahan pada energi dan fungsi tubuh. Bipolar terbagi menjadi tiga jenis, yakni gangguan bipolar tipe I, gangguan bipolar tipe II, dan gangguan bipolar siklotimik.

“Penderita bipolar memiliki episode emosi yang sangat intens dan ekstrem pada waktu-waktu tertentu. Penderita bisa merasakan episode mood yang berbeda-beda, berupa episode depresif, manik, dan hipomanik yang terjadi bergantian,” ujarnya.

Pada episode depresif, penderita akan cenderung memiliki kesedihan yang mendalam, tidak bergairah, depresi dan rasanya seperti tak ingin hidup. Pada episode manik atau kegirangan secara berlebihan, penderita bisa memiliki semangat yang sangat tinggi, penuh ide atau gagasan yang tidak biasa, tampak sangat berapi-api, dan juga sangat senang. Sedangkan episode hipomanik adalah fase saat penderita tidak mengalami luapan perasaan yang intens seperti sebelumnya.

Melihat tanda bipolar tak kasat mata

Sangat penting bagi Anda untuk memahami kondisi tubuh sendiri, terutama jika berbicara soal kesehatan jiwa. Jika benar-benar mengidap bipolar, tak menutup kemungkinan bagi Anda dapat melakukan perawatan kolaboratif dengan teman dekat dan keluarga yang dapat dipercaya.

Lewat cara tersebut, Anda dapat mengidentifikasi tanda-tanda episode yang akan datang, sehingga bisa segera mendapatkan pengobatan jika kondisinya semakin parah.

Dilansir dari Prevention, terdapat sejumlah tanda yang tak terlihat ketika Anda mengidap bipolar. Tanda tersebut meliputi:

  1. Perubahan pola tidur
  2. Energi tubuh terasa sedikit bahkan boros
  3. Kemampuan kognitif yang tidak seimbang
  4. Nafsu makan tak menentu, biasanya tidak ada sama sekali
  5. Minim daya toleransi saat menghadapi frustasi

Dengan mengenal setiap episode lewat ciri khasnya yang berbeda, Anda akan mengetahui kiat dan penanganan yang tepat. Selain itu, mempelajari tanda-tanda di atas juga relevan untuk memperkecil efek yang terjadi di episode lanjut.

Mengatasi bipolar

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti terjadinya gangguan bipolar, meski beberapa penelitian menunjukkan adanya peran dari faktor genetik. Dengan kata lain, adanya anggota keluarga yang punya gangguan bipolar juga bisa menyebabkan seseorang rentan mengalami kondisi yang sama.

Keadaan stres yang ekstrem, seperti ditinggal oleh pasangan tercinta, mengalami trauma tertentu, merasakan bencana alam hebat, dan lain-lain, turut berkontribusi dalam memicu terjadinya gangguan bipolar. Selain itu, berbagai penelitian juga mendapatkan hasil bahwa ada gen-gen tertentu di dalam tubuh manusia yang mengalami mutasi sehingga menimbulkan gangguan ini.

“Gangguan bipolar tidak dapat dicegah, tapi hal yang terpenting adalah mengenali secara dini gejala bipolar, sehingga dapat ditangani sebelum penyakitnya menjadi berat dan membahayakan. Kontrol terhadap berbagai episode pada gangguan bipolar sangat penting untuk memastikan penderita bisa menjalani kehidupan seutuhnya,” ujar dr. Rio.

Jangan biarkan diri Anda berakhir pada kondisi bipolar. Pelajari setiap tanda yang mengarah pada gangguan jiwa ini, dan jangan ragu untuk segera berobat ke dokter atau psikiater jika Anda mengalami salah satunya. Anda tak ingin mengalami penurunan kualitas hidup, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar