Sukses

Cek Darah saat Hamil, Perlu atau Tidak?

Salah satu pemeriksaan yang dianjurkan untuk dilakukan ibu hamil adalah tes darah. Sebenarnya, seberapa penting tes darah saat hamil? Apa saja manfaatnya?

Setiap wanita pasti ingin mengalami kehamilan yang sehat atau tanpa kendala. Anda juga begitu, bukan? Jika ya, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya adalah dengan melakukan tes darah saat hamil.

Faktanya, tes darah saat hamil bertujuan untuk memantau kondisi tubuh calon ibu secara menyeluruh. Lewat pemeriksaan ini, kondisi janin di dalam kandungan juga bisa diprediksi dengan baik.

 

1 dari 3 halaman

Manfaat Tes Darah untuk Ibu Hamil

Secara garis besar, manfaat cek darah untuk ibu hamil adalah untuk mengetahui kondisi ibu saat sedang mengandung. Lewat pemeriksaan ini, deteksi dini masalah selama kehamilan juga dapat diketahui dan ditangani sebelum terlanjur parah.

Tidak hanya itu, tes darah saat hamil juga dapat memperkirakan segala risiko yang dapat mengancam kesehatan si jabang bayi saat masih di dalam kandungan maupun ketika besar nanti.

Artikel Lainnya: Tanda-Tanda Kehamilan Normal dan Tidak Normal

 

2 dari 3 halaman

Jenis Tes Darah untuk Ibu Hamil

Berikut ini adalah beberapa jenis tes darah untuk ibu hamil beserta tujuannya:

1. Tes Darah Lengkap

Tes darah lengkap adalah jenis pemeriksaan yang meliputi sel darah merah (eritrosit), hemoglobin (Hb), sel darah putih (leukosit), keping darah (trombosit), beserta komponen pendukungnya.

Pemeriksaan darah lengkap dilakukan untuk mendeteksi dugaan anemia yang sering terjadi pada ibu hamil akibat kurang darah.

Selain itu, fungsi ginjal, gangguan proses pembekuan darah, gangguan fungsi ginjal, liver, atau tanda infeksi juga bisa dinilai dari pemeriksaan darah yang satu ini.

2. Tes Golongan Darah Rhesus

Rhesus merupakan pembagian jenis golongan darah yang ditandai dengan rhesus positif (Rh+) atau rhesus negatif (Rh-).

Anak yang lahir dari ayah dan ibu yang berbeda golongan darah rhesus dapat bermasalah saat masa kehamilan.

3. Gula Darah

Cek gula darah umumnya dilakukan 3 kali, yaitu gula darah sewaktu, puasa, dan 2 jam setelah makan.

Kadar gula darah dalam tubuh ibu dapat dijadikan untuk mendeteksi diabetes saat hamil atau diabetes gestasional.

Deteksi dini dapat memperkecil risiko obesitas, hipoglikemia (gula darah rendah), keguguran, hingga penyakit diabetes itu sendiri pada janin di kemudian hari.

Artikel Lainnya: Perlukah Tes Genetika Sebelum Merencanakan Kehamilan?

4. Skrining Infeksi

Seluruh pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini agar infeksi dapat diantisipasi sehingga tidak menimbulkan dampak merugikan pada janin.

  • HbsAg. Ini untuk memeriksa virus hepatitis B yang dapat menurun ke anak saat masa kehamilan.
  • HIV/AIDS. Jika ibu positif HIV, maka proses persalinan dan menyusui perlu diantisipasi agar tidak menjadi sumber penularan HIV pada anak.
  • TORCH. Ini adalah skrining kumpulan infeksi yang disebabkan oleh Toxoplasma, Rubella, Citomegalovirus (CMV), dan Herpes Simplex Virus (HSV).

Ibu yang terinfeksi kuman tersebut berisiko tinggi mengalami keguguran, berat bayi lahir rendah (BBLR); serta bayi dengan kondisi hidrosefalus, kebutaan, kelainan saraf, hingga keterbelakangan mental.

Sebagai pelengkap tes darah saat hamil, dokter juga biasanya akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan urine.

Hal ini bertujuan untuk menganalisis ada/tidaknya risiko preeklampsia atau masalah kehamilan lainnya.

Mengingat akan manfaat yang ditawarkan, setiap calon ibu dianjurkan untuk melakukan tes darah saat hamil.

Dengan begini, kondisi kehamilan dapat sepenuhnya terpantau dengan baik. Kalaupun nantinya ditemukan masalah, tindakan penanganan sejak dini bisa diterapkan sehingga komplikasi bisa dihindari.

Punya pertanyaan seputar tes darah untuk ibu hamil atau ingin tahu lebih lanjut mengenai manfaat tes darah untuk ibu hamil? Tak perlu sungkan untuk bertanya langsung pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar