Sukses

Benarkah Asma Bisa Sebabkan Kanker Paru?

Asma dikatakan dapat memicu kanker paru. Ketahui bagaimana kacamata medis kaitan antara keduanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Asma adalah penyakit kronis yang biasanya muncul saat seorang individu masih muda. Penyakit ini biasanya diturunkan dalam keluarga dan sering terjadi pada pasien dengan “bakat” alergi tinggi. Pasien asma akan mengalami sesak napas ketika sedang kambuh. Asma juga kerap dikaitkan dengan kanker paru. Sebetulnya, apa hubungan di antara keduanya? Sebelum menjawab pertanyaan ini, terlebih dulu mengetahui hal-hal seputar asma dan kanker paru.

Seputar asma

Asma adalah penyakit kronis saluran pernapasan yang disebabkan oleh peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Ciri khas dari asma adalah hipersensitivitas saluran napas, sehingga otot pernapasan menjadi kaku dan menyempit. Gejala asma berupa batuk, mengi (atau bunyi napas seperti “ngik-ngik”), sesak napas, dan dada terasa sempit.

Penyebab pasti munculnya asma masih belum diketahui, tapi beberapa pemicu berhubungan dengan faktor lingkungan seperti polusi udara, asap rokok, zat kimia, bulu binatang, udara dingin, atau alergen lainnya. Asma dapat menyerang siapa pun dan tidak bisa disembuhkan, tetapi penanganan yang tepat dapat mengendalikan serangan.

Asma adalah penyakit jangka panjang. Apabila pasien tidak mendapatkan penanganan dengan tepat, maka dapat terjadi berbagai dampak yang bisa memengaruhi kualitas hidup, antara lain:

  • Mudah lelah
  • Masalah psikis seperti depresi
  • Gangguan pertumbuhan pada anak-anak
  • Refractory asthma, yaitu kondisi asma parah yang tak dapat dikontrol walaupun sudah dengan penggunaan terapi secara maksimal
  • Gagal napas
  • Kerusakan paru-paru

Seputar kanker paru

Kanker paru merupakan penyebab kematian laki-laki nomor satu di Indonesia. Pada kanker paru, sel paru menjadi abnormal sehingga tumbuh secara tidak terkendali. Gejala kanker paru berupa batuk secara terus-menerus, batuk darah, sering sesak napas, mengi, nyeri dada ketika batuk atau bernapas, demam, penurunan berat badan, dan masih banyak lagi.

Penyebab dari kanker paru masih belum diketahui secara pasti, tapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker paru, seperti:

  • Perokok aktif maupun pasif
  • Menghisap ganja
  • Paparan terhadap zat racun lainnya seperti arsen, asbes, silika, bau gas atau bensin, atau gas nitrit oksida (NO)

Kaitan antara asma dan kanker paru

Bagaimana hubungan asma dan kanker paru? Ternyata, menurut penelitian dari American Thoracic Society, penderita asma yang tidak pernah merokok memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk menderita kanker paru dibandingkan dengan populasi umum. Bahkan, penderita asma yang merokok memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker paru.

Meski demikian, penderita asma tidak perlu panik! Meski asma merupakan salah satu faktor risiko dari kanker paru, tapi asma merupakan gejala yang tak biasa dalam arti hanya sedikit sekali pasien yang rentan terkena kanker paru akibat asma yang dideritanya. Penderita asma yang merokok dua kali lebih mungkin terkena kanker paru.

Alasan mengapa asma dapat menyebabkan kanker paru masih belum pasti. Namun, menurut dr. Santillan sebagai kepala penelitian dari American Thoracic Society, beberapa faktor asma yang berinteraksi dengan lingkunganlah yang menjadi penyebabnya, seperti fungsi paru yang rusak, peradangan kronis dari saluran pernapasan, serta kerusakan pada sistem imun. Hal-hal tersebut dapat berakibat paru-paru menjadi lebih rentan terhadap faktor yang dapat menyebabkan kanker seperti rokok, polusi udara, dan paparan terhadap zat racun lainnya.

Sampai di sini, Anda mengetahui bahwa asma memang bisa menjadi faktor risiko terjadinya kanker paru, tapi kasus ini sangat jarang terjadi. Jika Anda memiliki asma dan ingin terhindar dari kanker paru, stop merokok dan  buang jauh-jauh rokok Anda. Segera beralih ke gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang diimbangi dengan latihan fisik secara teratur.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar