Sukses

Kiprah Pencerah Nusantara Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan

Akses pelayanan kesehatan dipastikan tidak menjangkau ke seluruh pelosok Indonesia. Pencerah Nusantara berusaha mewujudkannya.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak seluruh wilayah di Indonesia memiliki akses pelayanan kesehatan yang baik. Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk Tanah Air, perkara kesehatan semestinya ditunjang dengan baik demi menyokong kesejahteraan masyarakat.

Sepanjang tahun 1990 hingga 2015, Indonesia digambarkan mengalami perubahan beban penyakit yang signifikan. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU(K), Staf Khusus Menteri Kesehatan RI untuk Bidang Peningkatan Pelayanan dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

“Grafik penyakit tidak menular jadi kian meninggi dari tahun ke tahun. Kalau dilihat, penyakit tersebut seperti jantung, stroke, kanker dan sebagainya memang menjadi beban yang sangat berat,” ujarnya, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/4).

Berdasarkan data yang ditampilkan dr. Akmal, tertulis bahwa orang-orang pengidap penyakit serius seperti jantung koroner, justru berasal dari kalangan menengah ke bawah. Hal ini menjadi sorotan serius, mengingat keterbatasan biaya dan faktor lain yang dirasa menghambat pengobatan.

Kerap ada kendala yang menghambat, meski menurut dr. Akmal kabar baiknya selalu ada. Hal tersebut bisa diatasi dengan pencegahan sedini mungkin.

“Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah melakukan pencegahan sejak awal. Ciri kesehatan yang baik adalah angka harapan hidup dapat meningkat di masa yang akan datang,” kata dr. Akmal.

Lebih lanjut, dr. Akmal membeberkan kiat yang tepat dengan cara mengatur pola makan secara benar, olahraga cukup, hingga menghindari sejumlah kebiasaan buruk seperti merokok. Kiat tersebut, bila diterapkan dengan benar, akan menurunkan tingkat beban penyakit masyarakat Indonesia secara signifikan.

Betapa pentingnya memeriksa kondisi tubuh ke lembaga primer dan menyadari tentang kesehatan diri sendiri. Lantas, bagaimana caranya agar masyarakat sadar akan hal tersebut? Lebih lanjut, sekumpulan muda-mudi dari Pencerah Nusantara memaparkan inisiasinya.

Pencerah Nusantara dan akses pelayanan kesehatan

Sesuai dengan penjelasan yang tertera,  Pencerah Nusantara merupakan salah satu inisiatif kepemudaan besutan Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) yang telah berjalan selama enam tahun untuk turut memperkuat sistem layanan kesehatan primer di daerah tertinggal di Indonesia. Model intervensi kesehatan berbasis tim ini, konon sudah diadopsi oleh Kementerian Kesehatan RI dan menjadi program nasional. Model ini diharapkan menjadi wajah baru pada layanan kesehatan primer di berbagai daerah di Indonesia.

Anindita Sitepu, Direktur Program CISDI, memperkenalkan Pencerah Nusantara sebagai inisiatif yang digerakkan oleh pemuda untuk menguatkan layanan kesehatan primer. Sebagai salah satu garda kesehatan masyarakat, layanan kesehatan primer disebut memiliki peran strategis untuk mengubah gaya hidup masyarakat. Selain itu diharapkan dapat menciptakan perubahan inovatif yang melibatkan tenaga kesehatan, dan para pemangku kepentingan lintas sektor.

Pencerah Nusantara turut mengajak generasi muda dalam melakukan gerakan inisiatifnya. Menurut Anindita, hal ini dilakukan tak lain karena adanya maksud tertentu.

“Anak muda identik dengan sosok yang kreatif, pecinta perubahan, inovator, dan pemikir kritis,” ujarnya. Meski begitu, tak menutup kemungkinan kalangan lain dapat terlibat dan turut berkontribusi pada aktivitas yang ada.

Salah satu upaya realistis yang bakal dilakukan dalam waktu dekat adalah berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan anak serta status gizi masyarakat. Siska Verawati, Program Management Officer CISDI, memaparkan bahwa kegiatan ini akan dilakukan oleh Pencerah Nusantara di delapan lokasi berbeda yang terbentang sepanjang Indonesia.

Akses pelayanan kesehatan tak seharusnya hanya menjadi perhatian Pencerah Nusantara saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Bagaimana dengan daerah Anda, sudahkah memiliki akses pelayanan kesehatan yang baik?

[RVS]

1 Komentar