Sukses

Apakah Gangguan Bipolar Bisa Memicu Badan Lemas?

Kenali kaitan antara gangguan bipolar dengan kondisi badan lemas.

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan bipolar, atau manik depresif, merupakan suatu kondisi yang memengaruhi mood seseorang. Mood dapat berubah secara drastis dan terlihat sangat signifikan dalam waktu yang singkat. Lalu, selain berimbas pada mood, apakah bipolar juga dapat memicu badan lemas?

Mengenal perubahan mood karena bipolar

Terdapat tiga jenis perubahan mood pada penderita bipolar, yaitu episode manik, episode hipomanik, dan episode depresif.

Pada episode manik, mood penderita bipolar akan menjadi sangat tinggi dan rasa euforia yang luar biasa. Mereka akan mengalami luapan emosi atau perasaan senang, semangat, ide-ide yang luar biasa sehingga sering kali merasa dapat menaklukkan dunia.

Pada episode hipomanik, luapan emosi yang ada tidak seperti pada episode manik. Jika pada episode manik kondisi ini dapat mengganggu fungsi sosial penderita (contohnya di pekerjaan, sekolah, atau kehidupan sehari-hari). Maka pada episode hipomanik tidak sampai mengganggu fungsi sosialnya.

Perubahan mood lainnya yang terjadi adalah episode depresif. Sesuai dengan namanya, saat penderita bipolar mengalami episode depresif, mereka akan mengalami suatu kesedihan yang luar biasa, rasa putus asa, ingin bunuh diri, perasaan bersalah berlebihan, menjadi lelah, kehilangan gairah dan semangat hidup.

Pada keadaan ini, penderita harus diberikan pengawasan yang ketat karena bisa memicu tindakan bunuh diri atau tindakan lainnya yang membahayakan keselamatan.

Kaitan antara bipolar dan badan lemas

Lalu, apakah penyakit bipolar ini bisa membuat tubuh menjadi lemas dan juga depresi? Jawabannya adalah iya, tetapi mengapa bisa terjadi seperti itu? Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan kondisi tersebut. 

Pertama, saat berada dalam episode manik, penderita bipolar akan cenderung menjadi sangat aktif. Karena muncul ide-ide, semangat, idealisme yang sangat tinggi, hal ini bisa membuat penderita menjadi lupa tidur selama berhari-hari dan terus beraktivitas tanpa henti. Pada saat episode tersebut berakhir, yang akan dialami penderita adalah menjadi sangat lelah karena terlalu banyak beraktivitas dan bahkan tidak tidur sama sekali. 

Kedua, pada saat seseorang mengalami episode depresif, hal ini bisa menyebabkan rasa lelah walaupun penderita tidak melakukan aktivitas apa pun. Mengapa demikian? Salah satu hal yang sering ditemukan pada penderita depresi atau episode depresif adalah insomnia. Jika seseorang selama berhari-hari sulit untuk tidur atau tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik, maka dapat menimbulkan rasa lelah.

Sebuah studi mendapatkan bahwa hampir sebanyak 90% orang yang memiliki depresi mengalami rasa lelah yang sangat mengganggu. Selain itu, akibat dari ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh depresi juga berkontribusi dalam munculnya gejala lelah atau badan terasa sangat lelah.

Gangguan bipolar merupakan suatu kondisi yang bisa diobati dan juga bisa dikontrol kekambuhannya. Dengan pengobatan yang tepat serta dukungan dari orang-orang terdekat, penderita bipolar memiliki kesempatan untuk dapat menjalani kehidupan dengan seutuhnya.

Berbagai obat-obatan seperti antidepresan dan psikostimulan dapat membantu penderita bipolar untuk mengatasi “efek samping” yang ditimbulkan dari gangguan bipolar ini. Namun, obat-obatan yang diberikan harus sesuai dengan rekomendasi dari dokter karena penggunaannya perlu pengawasan yang ketat agar tidak disalahgunakan.

Perlu Anda ingat bahwa jika Anda tidak memiliki gejala-gejala bipolar, maka badan lemas tersebut bisa disebabkan oleh hal lainnya. Mulai dari jam tidur yang tidak benar, jarang berolahraga, hingga adanya penyakit metabolik (misalnya, diabetes mellitus). Jika badan lemas yang Anda alami tersebut terus berlanjut, segera periksakan diri ke dokter, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RS/ RVS]

1 Komentar