Sukses

Perlukah Air Minum Mengandung Mineral?

Air mineral dalam kemasan merupakan salah satu air yang marak dikonsumsi. Sebenarnya seberapa penting kandungan mineral dalam air kemasan?

Air mineral dalam kemasan semakin sering dikonsumsi masyarakat. Air jenis ini biasanya berasal dari mata air atau penampungan air yang telah diolah sedemikian rupa. Lantas, seberapa pentingkah kandungan mineral dalam air kemasan?

1 dari 3 halaman

Kandungan Mineral dalam Air Kemasan, Apakah Perlu?

Tidak seperti air lainnya, air mineral dalam kemasan mengandung mineral dan berbagai elemen. Menurut the Food and Drug Administration (FDA) atau asosiasi makanan dan obat di Amerika Serikat, air mineral tidak boleh mengandung lebih dari 250 ppm total bahan padat atau mineral.

Sementara itu, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Cases in mineral and Bone Metabolism, menambahkan mineral ke dalam air kemasan tidak diperbolehkan karena dapat berdampak bagi kesehatan.

Sesuai namanya, kandungan mineral dalam air kemasan antara lain magnesium, potassium, zinc, zat besi, kalsium, bikarbonat, sodium, sulfat, klorida, dan fluorida.

Dalam pembuatannya, air mineral kemasan melalui serangkaian proses, antara lain menambahkan atau menghilangkan gas karbon dioksida (CO2) atau menghilangkan bahan beracun seperti arsen. 

CO2 dapat bermanfaat untuk mencegah oksidasi dan menghambat pertumbuhan bakteri dalam air mineral.

Artikel Lainnya: 10 Ciri Botol Minuman Kemasan yang Aman untuk Kesehatan

Mineral merupakan bahan inorganik yang dapat bermanfaat bagi tubuh antara lain untuk mineralisasi tulang dan gigi serta mengaktivasi berbagai proses metabolisme tubuh. Beberapa kandungan mineral dalam air kemasan itu antara lain:

  • Kalsium

Salah satu kandungan mineral dalam air kemasan yang penting bagi tubuh adalah kalsium. Asupan kalsium yang cukup sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan tulang.

Menurut penelitian dalam Journal of Endocrinological Investigation, konsumsi air mineral yang tinggi akan kalsium baik untuk kesehatan tulang. 

Penelitian ini dilakukan pada 255 wanita postmenopause yang minum air mineral yang tinggi kalsium.

Hasilnya, kelompok wanita yang rutin minum air mineral tinggi kalsium memiliki kepadatan tulang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok wanita yang minum air mineral rendah kalsium.

  • Bikarbonat dan Magnesium 

Selain kalsium, kandungan mineral dalam air kemasan lain yang juga penting untuk kesehatan tulang adalah bikarbonat dan magnesium. 

Kandungan mineral magnesium dalam air minum bermanfaat untuk mencegah konstipasi. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Nutrition pada 2017 juga disebutkan, kandungan mineral dalam air kemasan, yaitu magnesium, dapat menarik air ke dalam usus. 

Kondisi ini dapat merelaksasi otot usus sehingga dapat membuat feses lebih lunak dan lebih mudah melewati saluran cerna. Studi ini dilakukan pada 106 orang yang sering mengalami susah BAB selama 6 minggu.

Pada penelitian ini, responden diminta untuk minum 500 ml air mineral yang tinggi magnesium dan sulfat per hari. Hasilnya setelah 6 minggu, responden berkurang keluhan konstipasinya. 

Anda sudah tahu bahwa ada manfaat mineral dalam air minum. Namun demikian, seberapa penting kandungan mineral dalam air kemasan? Air mineral memang tidak buruk untuk diminum, tapi ternyata tidak terlalu diperlukan.

Kalsium dan magnesium yang biasa terkandung dalam air mineral dapat meninggalkan bintik hitam jika dituang ke dalam piring. Itulah sebabnya, banyak orang yang beralih mengonsumsi air suling.

Di lain sisi, menurut hasil penelitian The Nutrient Data Laboratory, tidak mengonsumsi air mineral ternyata tidak membawa kerugian bagi tubuh.

Minum air putih biasa tetap bermanfaat untuk menghidrasi dan membantu tubuh memproses vitamin serta mineral yang dikonsumsi lewat makanan sebagai sumber nutrisi utama.

Artikel Lainnya: Mengenal Ciri-ciri Air Minum yang Tak Layak Konsumsi

2 dari 3 halaman

Beda Kandungan dalam Air, Beda juga Manfaatnya

Selain air mineral dalam kemasan, ada beberapa jenis air yang juga dapat diminum. Berikut beberapa di antaranya: 

  • Air Keran

Di beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara Asia lainnya, air keran dapat diminum langsung tanpa perlu diolah.

Namun, air keran yang dapat diminum harus telah terstandar oleh badan pengawas air minum dan tidak mengandung bahan kontaminan.

Meski demikian, Anda tetap harus waspada saat minum langsung dari air keran. Itu karena air keran cukup mudah terkontaminasi. Misalnya, ketika terdapat pipa yang bocor atau kebocoran bahan logam (seperti timbal) dari pipa. 

  • Air Suling 

Ini merupakan air yang demineralisasi atau dikenal juga dengan air distilasi. Jenis ini telah melalui proses distilasi yang dapat menghilangkan seluruh kandungan mineral dan garam.

Selama prosesnya, air akan direbus untuk memisahkan kandungan H2O dari mineral dan bahan kontaminan lainnya. Air suling tidak mengandung mineral seperti kalsium atau magnesium.

  • Air Alkali

Air alkali merupakan air minum kemasan dengan pH air lebih dari 7. Air ini diklaim dapat memberikan manfaat kesehatan. 

Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam dan berskala besar untuk membuktikan hal ini.

Artikel Lainnya: Inilah Mengapa Air Minum Isi Ulang Kerap Bermasalah

Lantas, adakah jenis yang lebih sehat dibanding lainnya? Secara umum, tidak ada satu pun jenis air yang menjanjikan manfaat kesehatan yang lebih besar daripada yang lain.

Selama air minum higienis dan terbebas dari berbagai kontaminan, Anda dapat mengonsumsinya. Ingat, fokus utamanya adalah memastikan bahwa tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari dan minum cukup air putih secara teratur 

Jadi, adakah pentingnya air mineral bagi tubuh? Kandungan mineral dalam air kemasan memang punya manfaat bagi kesehatan. Akan tetapi, tanpa itu pun, asalkan Anda tetap cukup minum secara teratur, kesehatan tubuh dapat terjaga.

Yuk, kita manfaatkan layanan konsultasi online 24 jam dengan dokter kami di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar