Sukses

Cara Mengatasi Payudara Sakit Saat Menyusui

Payudara sakit merupakan keluhan yang banyak dialami oleh ibu menyusui. Yuk, kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu masalah yang dapat dialami oleh ibu menyusui adalah sakit pada payudaranya. Apakah Anda pernah mengalaminya juga? Tenang, Anda tidak sendiri. Studi mencatat bahwa lebih dari 50% ibu pernah mengalami payudara sakit saat menyusui.

Keluhan payudara sakit saat menyusui bisa terjadi karena berbagai penyebab. Beda penyebab, tentu berbeda cara mengatasinya. Berikut ini beberapa hal yang dapat memicu payudara sakit saat menyusui dan cara mengatasinya.

1. Puting payudara lecet

Penyebab tersering dari payudara sakit pada ibu menyusui adalah karena puting payudaranya lecet. Puting yang lecet bisa terjadi karena beberapa hal, seperti: 

• Perlekatan mulut bayi dengan payudara ibu yang salah. Biasanya kesalahannya adalah bayi mengisap puting payudara ibu, padahal seharusnya areola payudaralah yang diisap.

• Kelainan pada lidah atau bibir bayi, berupa tongue-tie atau lip-tie.

• Kelainan bentuk payudara ibu, seperti puting payudara yang datar (flat nipples), atau putingnya terlalu panjang

Untuk mengatasi puting payudara yang lecet, berikut ini yang dapat dilakukan:

• Perbaiki cara dan posisi menyusui. Saat menyusui, wajah bayi dihadapkan ke payudara ibu. Keluarkan dahulu beberapa tetes air susu ibu (ASI) untuk melembapkan areola payudara. Usap-usap bibir bayi dengan puting payudara untuk membuka mulutnya lebar-lebar. Setelah mulut bayi terbuka lebar, barulah areola payudara masuk ke dalam mulut bayi (areola diarahkan ke langit-langit atas mulut bayi).

• Oleskan ASI ke puting payudara ibu setelah selesai menyusui. Jangan langsung mengenakan bra. Biarkan payudara terbuka dahulu selama 10–15 menit agar ASI mengering dan terserap dengan baik. ASI akan membantu mempercepat penyembuhan puting payudara yang lecet.

• Selain ASI, dapat pula menggunakan krim lanolin untuk mempercepat penyembuhan puting payudara lecet.

• Jika keluhan masih belum membaik dengan tiga cara tersebut, bawalah bayi ke dokter. Perlu dilakukan pemeriksaan untuk melihat adanya tongue-tie atau lip-tie.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

2. Payudara bengkak (breast engorgement)

Payudara bengkak terjadi akibat terlalu banyaknya ASI yang menumpuk di payudara. Ini biasanya disebabkan produksi ASI lebih banyak daripada ASI yang dikeluarkan. Kondisi ini sering dialami pada minggu pertama setelah melahirkan. Selain itu, payudara bengkak juga bisa terjadi apabila waktu menyusui dan memompa ASI tidak teratur.

Solusi paling utama untuk mengatasi payudara bengkak adalah dengan mengosongkan payudara, bisa dengan menyusui bayi secara langsung maupun dengan memompa ASI. Namun demikian, sering kali karena payudara terlalu bengkak, ASI tidak mudah dikeluarkan. Jika ini yang terjadi, yang perlu dilakukan adalah:

• Mengompres payudara dengan air hangat dan air dingin secara bergantian selama 5–10 menit sebelum menyusui bayi atau memompa ASI.

• Usahakan menyusui atau memompa payudara minimal setiap dua jam sekali.

• Minum obat antinyeri, seperti parasetamol.

• Jika payudara masih bengkak setelah melakukan tiga langkah di atas, kompres payudara dengan es atau air dingin setiap jam. Setiap kali kompres, lakukan setidaknya selama 15 menit.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Infeksi payudara (mastitis)

Jika payudara bengkak tak segera diatasi, lama-kelamaan akan terjadi infeksi bakteri di payudara (mastitis). Tanda dari infeksi payudara adalah payudara teraba keras, nyeri, terlihat kemerahan, dan bengkak.

Adanya infeksi payudara harus segera diatasi dengan antibiotik. Semua jenis antibiotik hanya bisa diberikan dengan resep dan petunjuk dokter. Jadi, jika ada tanda-tanda infeksi payudara, segeralah mengunjungi dokter. Bila infeksi ini tak segera diatasi, dapat terjadi abses payudara (tertumpuknya nanah di payudara) yang membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengatasinya.

4. Lenting (blister) di puting payudara

Adanya lenting di puting payudara ibu menyusui umumnya disebabkan oleh sumbatan saluran ASI di payudara. Lenting ini menimbulkan nyeri seperti disayat saat sedang menyusui. Namun demikian, sebisa mungkin proses menyusui harus tetap dilakukan. Karena jika dihentikan, akan menyebabkan payudara bengkak, berlanjut menjadi infeksi.

Untuk mengatasi lenting di puting payudara, sebaiknya hal di bawah ini dilakukan:

• Kompres payudara, terutama bagian puting, dengan air hangat selama 10–15 menit sebelum menyusui. Susui bayi seperti biasa.

• Untuk mengurangi nyeri, oleskan krim lanolin sebelum dan sesudah menyusui.

• Jangan memecahkan lenting.

• Bila lenting pecah dengan sendirinya, kadang perlu diobati dengan krim antibiotik. Namun, penggunaan krim antibiotik baru dapat diberikan bila ada indikasi medis yang ditentukan oleh dokter.

Jadi, bila payudara sakit saat menyusui, kenali penyebabnya dan lakukan penanganan yang sesuai. Bila keluhan masih belum membaik setelah diobati di rumah, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi Anda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar