Sukses

Diet Tinggi Garam Bikin Otak Melempem?

Hati-hati, diet tinggi garam ternyata bisa berdampak pada kesehatan otak Anda. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Keripik kentang sering menjadi teman setia kala Anda lembur? Atau makanan cepat saji menjadi menu santapan Anda setiap siang? Jika ya, Anda perlu waspada. Diet tinggi garam yang Anda lakukan dapat berdampak bagi kesehatan tubuh, termasuk juga otak. Tak hanya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, strok dan tekanan darah tinggi, diet tinggi garam juga bisa membuat otak jadi melempem.

Berdasarkan penelitian terkini yang dipublikasikan di jurnal Nature Neuroscience, dilaporkan bahwa diet tinggi garam dapat berpengaruh pada daya berpikir dan kemampuan memori otak. Penelitian ini dilakukan pada mencit (tikus putih kecil) yang diberikan 8 – 16 kali jumlah garam lebih tinggi dibandingkan diet normalnya.

Diet tinggi garam pengaruhi sel endotel

Selama 8 – 12 minggu, fungsi daya pikir dan memori mencit diobservasi. Hasilnya, mencit yang diberi diet tinggi garam mengalami kesulitan mengenali objek baru dan objek yang selama ini familiar dilihatnya. Selain itu mencit juga mengalami kesulitan keluar dari labirin dan bahkan tidak dapat membuat sarang atau rumah sendiri.

Seperti yang dituturkan oleh peneliti dari Weill Cornell Medical College di New York, Amerika Serikat, gangguan fungsi otak pada manusia bisa berupa penurunan daya ingat, disorientasi, lupa akan hal – hal sederhana (seperti mengingat tempat parkir, lupa menaruh kunci, dsb) dan bahkan ketidakmampuan melakukan pekerjaan harian seperti memakai baju dan memasak.

Penyebab dari penurunan kesehatan otak ini diduga karena gangguan pada sel endotel yang ada di pembuluh darah otak. Sel endotel yang melapisi pembuluh darah berfungsi untuk mengatur tonus atau kekuatan pembuluh darah. Diet tinggi daram dapat menyebabkan sel endotel mengalami gangguan fungsi.

Sedangkan agar otak berfungsi dengan baik dan normal, otak bergantung pada aliran darah yang stabil dan lancar. Jika terdapat gangguan, misalnya karena diet tinggi garam tersebut, maka fungsi otak dapat terganggu.

Aliran darah ke otak berkurang

Selain itu pada penelitian tersebut juga ditemukan bahwa mencit yang diberikan diet tinggi garam tersebut juga mengalami perubahan dalam respon usus halusnya dan memproduksi Th17, yakni sel darah putih (berperan untuk daya tahan tubuh) secara berlebihan. Kondisi ini kemudian akan memicu peningkatan komponen sistem imun lain yaitu IL-17.

Ketika tubuh memproduksi terlalu banyak IL-17, maka sel-sel di dinding pembuluh darah tidak dapat mensuplai cukup nitric oxide (nitrat oksida). Jika nitric oxide menurun, pembuluh darah tidak dapat terelaksasi dan aliran darah ke otak pun akan berkurang. Akibatnya akan terjadi gangguan dalam fungsi otak, termasuk daya pikir dan memori.

Selama ini diet tinggi garam ditekankan agar dihindari penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit jantung. Meski demikian, diet tinggi garam juga dapat berdampak pada kesehatan otak, salah satunya menyebabkan penurunan daya pikir dan juga memori. Dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko demensia, namun tidak berlangsung permanen.

Jadi, jika Anda mengganti pola makan diet tinggi garam dengan pola makan yang lebih sehat, maka risiko penurunan fungsi otak juga ikut berkurang. Untuk menjaga kesehatan otak, tak hanya pola makan saja yang penting. Tetaplah berolahraga secara rutin dan asah kemampuan otak Anda melalui berbagai aktvitas.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar