Sukses

Olahraga pada Anak, Kapan Waktu Terbaik Memulainya?

Bagi anak, olahraga bukanlah pilihan, melainkan suatu keharusan. Kapan waktu yang tepat untuk memulainya?

Klikdokter.com, Jakarta Zaman yang semakin digital membuat anak cenderung malas olahraga dan lebih banyak berada di depan layar gawai atau televisi. Tentunya, bagian dari gaya hidup sedenter ini membuat si Kecil lebih berisiko mengalami obesitas dan berbagai penyakit penyerta lain di kemudian hari.

Fakta berkata bahwa hanya satu dari tiga anak yang benar-benar aktif secara fisik setiap hari. Padahal, banyak bergerak––termasuk olahraga––merupakan kunci utama untuk mendapatkan tubuh yang sehat hingga dewasa kelak.

Waktu yang tepat

Anak dapat dan harus mulai dibiasakan berolahraga sedini mungkin. Salah satu alasannya, karena anak yang rajin olahraga sedari dini cenderung membawa kebiasaan baik ini hingga ia dewasa nanti.

American Academy of Pediatrics menganjurkan bahwa durasi aktivitas fisik anak-anak usia sekolah (6 tahun ke atas) paling sedikit 60 menit sehari. Jumlah ini tak perlu dilakukan dalam satu waktu, melainkan dapat dibagi-bagi ke dalam beberapa jenis aktivitas dengan durasi yang lebih singkat. Sebagai contoh, 30 menit untuk bersepeda pulang-pergi ke sekolah dan 30 menit untuk bermain sepakbola di sekolah.

Pada tahapan usia sekolah, Anda pun bisa mulai mendaftarkan si Kecil ke dalam klub olahraga atau ekstrakurikuler yang mereka sukai seperti futsal, karate, basket, bulutangkis, atau klub tari.

Untuk anak yang lebih muda seperti batita, waktu berolahraga yang harus dipenuhi adalah 90 menit sehari. Sedangkan anak pra-sekolah (usia 4-5 tahun) adalah sekitar 2 jam per hari. Bagi anak-anak di tahapan usia ini, olahraga terbaik adalah bermain secara aktif. Sebagai contoh, bermain petak umpet, kejar-kejaran dengan teman sebaya atau saudaranya di sekitar rumah, atau bermain di playground.

1 dari 2 halaman

Manfaat olahraga untuk anak

Secara medis, olahraga yang dilakukan sejak dini terbukti efektif menurunkan risiko obesitas, diabetes, serta tekanan darah dan kolesterol tinggi. Kesemuanya ini pada akhirnya akan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari.

Tak hanya itu, anak-anak yang rutin berolahraga juga akan memiliki perkembangan fisik, mental, emosi, dan sosial yang lebih baik. Jaringan penyangga tubuh yang terdiri dari otot, sendi dan tulang juga akan lebih kuat dan lentur. Selain itu, waktu dan kualitas tidur anak yang rutin berolahraga pun lebih baik, sehingga tubuhnya lebih berenergi, lebih fokus dan siap dalam menerima pelajaran.

Melalui olahraga, anak juga dapat belajar cara mengelola emosi dan stres, yang akan memengaruhi rasa percaya dan penghargaan terhadap diri sendiri. Keterampilan sosial, misalnya dalam hal menjalin hubungan pertemanan, juga akan terasah.

Membiasakan anak untuk aktif berolahraga

Jika ingin si Kecil aktif berolahraga, Anda pun harus aktif. Ini karena anak cenderung meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Jadi, Anda harus bisa menyediakan waktu untuk berolahraga dan menjadi contoh.

Ajak si Kecil berolahraga bersama dan tunjukkan padanya bahwa olahraga itu menyenangkan. Sebagai contoh, ajak si Kecil bersepeda atau bermain bola bersama. Jika cuaca kurang mendukung, Anda dapat melakukan olahraga indoor seperti bulutangkis, tenis, atau bowling.

Hal terpenting seputar olahraga pada anak ialah mereka bergerak dan melakukannya dengan teratur. Sebisa mungkin, batasi aktivitas-aktivitas di depan layar seperti menonton TV, gawai atau bermain videogame.

Kedua, yang juga penting, tidak berolahraga secara berlebihan. Ingatkan si Kecil agar ia peka dengan kondisi tubuhnya. Olahraga yang benar seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit. Jika ini terjadi, sampaikan padanya untuk bergerak dengan lebih hati-hati atau mengurangi intensitasnya.

Jika anak cenderung kurang aktif, mulailah dengan durasi olahraga yang lebih singkat. Saat anak sudah mulai terbiasa, Anda dapat menambah durasi tersebut sesuai kemampuannya.

Tidak ada batasan khusus tentang kapan anak harus mulai berolahraga. Yang paling penting ialah membuat anak aktif secara fisik sedini mungkin. Jika si Kecil memiliki riwayat penyakit atau mengonsumsi obat-obatan tertentu, berdiskusilah dengan dokter spesialis anak, agar Anda bisa mengetahui jenis olahraga yang paling sesuai dan aman dilakukan oleh si Kecil. Selamat berolahraga!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar