Sukses

Operasi Memperbesar Payudara Bisa Picu Kanker?

Benarkah operasi memperbesar payudara dapat menyebabkan kanker?

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit wanita yang ingin memperbesar payudara. Payudara besar dianggap menambah keseksian wanita dan lebih disukai para pria. Untuk mendapatkannya, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui implan payudara. Namun, ada kabar bahwa tindakan tersebut dapat menyebabkan kanker.

Sebagian besar prosedur operasi akan berisiko komplikasi, begitu juga dengan implan payudara. Tindakan ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti nyeri payudara, perubahan sensasi pada puting dan payudara, kesulitan menyusui, payudara kendor, terbentuknya jaringan parut di sekitar implan payudara, perdarahan, infeksi, hingga implan yang pecah dan bocor.

Lalu, bagaimana dengan kanker? Apakah implan payudara dapat memicu risiko kanker payudara? Pada Maret 2017, Food and Drug Administration (FDA) mengeluarkan artikel mengenai kanker yang berhubungan dengan implan payudara, breast implant-associated anaplastic large cell lymphoma (BIA-ALCL). Mari kenali lebih jauh soal BIA-ALCL ini.

1 dari 3 halaman

Apa itu BIA-ALCL?

Apa itu BIA-ALCL?

BIA-ALCL adalah kanker kelenjar getah bening atau limfoma. Seperti kanker lainnya, BIA-ALCL dapat menjadi penyakit serius yang menyebabkan kematian. Hingga kini, FDA sudah mencatat sembilan wanita yang meninggal karena penyakit ini di Amerika Serikat. Namun, kebanyakan kasus dapat disembuhkan dengan deteksi dan pengobatan dini.

Kanker yang termasuk langka ini berhubungan dengan wanita yang menjalani implan payudara, baik untuk kepentingan kosmetik maupun rekonstruksi setelah mastektomi. Kanker ini terjadi pada 1 wanita di antara 30 ribu yang menjalani prosedur implan payudara dengan gel yang permukaannya bertekstur. Permukaan bertekstur ini dapat mengakibatkan peradangan yang mengarah ke kanker.

FDA juga menemukan 28 kasus dari 359 pasien yang mengalami BIA-ALCL memiliki implan yang permukaannya halus. Akan tetapi, pasien tersebut sebelumnya sudah pernah memiliki implan dengan permukaan bertesktur.

Implan payudara memiliki dua tipe gel, yaitu gel berisi cairan salin dan silikon. Kedua tipe implan ini sebenarnya sama-sama dibungkus oleh kulit silikon. Pada tipe gel salin, cairan salin dapat diisi sebelum operasi atau pada saat operasi. Selain dari isinya yang berbeda, banyak wanita yang merasa bahwa gel silikon lebih terasa seperti payudara asli.

BIA-ALCL sepertinya tidak berhubungan dengan tipe isi gel implan payudara, karena jumlah kasus pada gel salin dan gel silikon hampir sama. Alasan di balik implan payudara, baik kosmetik dan rekonstruksi, juga tidak membedakan terjadinya BIA-ALCL atau tidak.

2 dari 3 halaman

Apa penyebab dan gejala BIA-ALCL?

Penyebab asli dari BIA-ALCL masih belum diketahui. Suatu teori menjelaskan kemungkinan adanya bakteri yang menempel pada implan yang bertekstur dan membuat lapisan biofilm. Lapisan biofilm ini merangsang sistem kekebalan tubuh dan menimbulkan peradangan terus-menerus sehingga menyebabkan limfoma.

Gejala umum dari BIA-ALCL adalah terjadinya akumulasi cairan berlebihan di sekitar implan payudara. Akibatnya, pasien akan merasakan nyeri, bengkak, dan benjolan pada payudara atau ketiak.

Gejala ini dapat muncul dari 3 hingga 14 tahun setelah implan payudara dilakukan. Karena itu, penting untuk memeriksa implan payudara secara rutin untuk mendeteksi dini limfoma.

Pengobatan BIA-ALCL adalah dengan mengangkat implan payudara dan kapsulnya. Kemoterapi mungkin diperlukan untuk kasus kanker yang sudah menyebar melebihi kelenjar getah bening.

Implan payudara relatif tidak berbahaya, meski tetap memiliki kemungkinan komplikasi dan risiko kecil kanker limfoma. Namun, tak ada salahnya melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi dini kanker. Dengan demikian, pengobatan dapat segera dilakukan dan peluang untuk sembuh makin besar.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar