Sukses

Beda Nutrisi Cokelat Hitam dan Cokelat Putih

Anda termasuk pencinta cokelat hitam atau cokelat putih? Ini perbedaan nutrisi di antara keduanya.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi para pelaku gaya hidup sehat, pastinya lebih memilih dark chocolate (cokelat hitam) ketimbang white chocolate (cokelat putih). Cokelat hitam dianggap lebih sehat karena rendah gula dan lemak. Namun, benarkah cokelat hitam lebih baik dari segala-galanya dibanding jenis cokelat lainnya?

Cokelat dikenal memiliki banyak manfaat, mulai dari untuk menurunkan tekanan darah hingga melindungi jantung. Namun, tak semua jenis cokelat bernutrisi tinggi karena jumlah kandungan kakao di dalamnya ikut memengaruhi.

Dilansir Live Science, cokelat putih secara teknis sebenarnya bukan cokelat karena dibuat tanpa bubuk kakao. Biasanya cokelat putih hanya terdiri atas mentega kakao yang dicampur dengan susu dan gula. 

Sementara itu, cokelat hitam diolah dengan menggabungkan padatan kakao, mentega kakao, dan gula, tetapi mengandung sedikit atau tanpa susu. Cokelat hitam umumnya memiliki rasa yang semi manis dan sedikit pahit.

Rasanya boleh saja pahit, tapi manfaatnya manis luar biasa. Studi yang dimuat di European Review for Medical and Pharmacological Studies pada 2013 menemukan bahwa mengonsumsi cokelat hitam yang memiliki 70% kakao terkait dengan peningkatan HDL (kolesterol “baik”) dan pengurangan lingkar pinggang pada wanita. 

Bahkan cokelat hitam merupakan antioksidan yang poten, demikian menurut Mauro Serafini, Ph.D. dan rekan-rekan dari National Institute for Food and Nutrition Research di Roma, Italia. Antioksidan dapat membantu tubuh menekan dampak buruk radikal bebas, molekul destruktif yang terlibat dalam penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, strok, dan kanker.

 "Temuan kami menunjukkan bahwa susu dapat mengganggu penyerapan antioksidan dari cokelat, dan karena itu dapat meniadakan potensi manfaat kesehatannya,” kata mereka, seperti dikutip dari WebMD.

1 dari 2 halaman

Banyak kakao tak berarti berkualitas

Ternyata, tingginya kadar kakao pada cokelat hitam tak menjamin kualitas di dalamnya. Walau cokelat hitam mengandung 70% kokoa, komponen antioksidan flavonoid yang dikandungnya dapat bervariasi. Ini bergantung pada proses pengolahan yang dilakukan. 

Misalnya, cokelat yang menjalani tahap kimiawi dutching, atau kerap disebut cokelat Belanda, umumnya telah kehilangan sebagian besar komponen flavonoid.

Oleh karena itu, sebelum Anda menikmati cokelat hitam, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. 

Pertama, belilah cokelat yang memiliki setidaknya 60% kakao. Pada umumnya, makin tinggi persentase, makin banyak flavanolnya, meski jumlah pastinya bervariasi dan bergantung pada tingkat pengolahan.

Kedua, jika memungkinkan, pilih kakao alami ketimbang kakao Belanda, yang diolah dengan alkali, senyawa yang menetralkan asam. Ini memang memberikan rasa cokelat yang lebih ringan, tapi justru dapat menghilangkan kandungan flavanolnya.  

Kiat sehat makan cokelat

Di balik manfaatnya, baik cokelat hitam maupun cokelat putih bisa saja memiliki kalori dan gula yang tinggi. Karena itu, mengonsumsi terlalu banyak cokelat berisiko menyebabkan kenaikan berat badan, dan bahkan kelebihan berat badan.

Menurut dr. Karin Wiradarma, untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal dari cokelat, Anda dianjurkan untuk mengonsumsinya sebanyak 100–200 gram per hari, sesuai dengan kebutuhan kalori harian Anda.

“Konsumsi cokelat juga disarankan untuk dilakukan dalam ‘dosis terbagi’, yaitu 3–5 kali sehari. Misalnya, Anda menyantap cokelat lima kali sehari dengan satu takaran saji sebesar 20 gram,” jelasnya kepada Klikdokter.

Cokelat memang makanan favorit semua orang, apalagi di Hari Valentine. Siapa yang tak suka? Akan tetapi, untuk memperoleh manfaatnya secara penuh, sebaiknya Anda lebih memilih cokelat hitam ketimbang cokelat putih. Dan ingat, mentang-mentang lebih sehat, bukan berarti boleh dikonsumsi dengan berlebihan, ya!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar