Sukses

Ini Ciri-Ciri Vagina yang Sehat

Menjaga vagina agar tetap sehat merupakan hal yang wajib dilakukan tiap wanita. Lalu, apa sih ciri-ciri vagina sehat? Ketahui di sini.

Wanita identik dengan ritual perawatan, mulai dari rambut, wajah, tangan, hingga kaki. Tapi jangan lupa melakukan perawatan vagina agar organ reproduksi Anda terhindar dari penyakit. Apalagi, organ intim wanita memiliki fungsi yang lebih kompleks dari organ intim pria atau penis.

Setiap wanita wajib untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri vagina sehat. Karena, vagina merupakan organ reproduksi yang berperan penting dalam berhubungan intim, pembuangan urine, menstruasi, serta proses melahirkan.

Untuk itu, jika tidak terawat dengan baik maka dapat menimbulkan penyakit dan mengganggu kesuburan.

1 dari 3 halaman

Ciri-Ciri Vagina Normal yang Sehat

Kondisi vagina yang tidak sehat tentu dapat mengganggu kenyamanan wanita. Lantas, seperti apa ciri-ciri vagina yang sehat? Untuk mengetahuinya, simak terus penjelasannya di bawah ini:

1. Kelembapan

Vagina yang normal bisa dinilai dari tingkat kelembapannya. Teraba hangat dan tidak kering adalah salah satu ciri vagina sehat. Kelembapan ini pula yang membuat sperma bisa bertahan hidup lebih lama di dalam vagina, setelah terjadi ejakulasi.

Sedangkan vagina yang kering bukanlah ciri-ciri vagina sehat. Hal ini biasanya dialami ketika seorang wanita memasuki masa menopause. Lalu, pengobatan seperti antibiotik juga dapat memengaruhi kelembapan. Vagina kering ini meningkatkan risiko terkena infeksi dan iritasi.

Artikel lainnya: Dosa yang Mengancam Kesehatan Vagina!

2. Bau

Ciri-ciri vagina sehat berikutnya adalah tidak mengeluarkan bau menyengat, amis, atau busuk. Vagina yang memiliki bau sebenarnya wajar. Bau ini berasal dari flora normal dan juga pengaruh siklus haid.

Namun, jika baunya sangat menyengat, amis, atau busuk, itu merupakan ciri-ciri vagina yang terinfeksi bakteri atau jamur. Biasanya juga diikuti dengan gejala lain, seperti gatal, cairan berwarna kuning kehijauan, atau nyeri.

3. Cairan Vagina

Keputihan pada vagina merupakan hal normal. Selain itu, keputihan biasanya timbul saat mendekati waktu haid sampai beberapa hari haid. Normalnya, keputihan berwarna bening atau agak putih dan menjadi kekuningan saat mengering pada celana dalam.

Sedangkan, ciri-ciri vagina tidak sehat adalah yang mengeluarkan cairan berwarna kuning, putih susu, keabuan, dan kehijauan. Teksturnya pun berbeda, biasanya sangat kental bahkan sampai seperti keju yang dihancurkan.

4. PH Vagina

Normalnya, pH vagina berkisar antara 3,8 - 4,5, yaitu bersifat asam. Lingkungan tersebut akan melindungi vagina dari perkembangan bakteri buruk yang dapat menimbulkan infeksi.

Tapi, pH vagina bisa meningkat secara normal pada masa subur. Hal ini berguna untuk melindungi sperma sampai bertemu dengan sel telur.

Jika pH vagina terus-menerus meningkat di luar masa subur, maka bisa berisiko terkena infeksi. Ciri-cirinya berupa bau busuk atau amis, cairan keabuan dan kehijauan, terasa gatal, dan bisa juga timbul rasa terbakar saat buang air kecil.

5. Tidak Terasa Gatal

Sekalipun keputihan adalah hal yang normal, tapi kemaluan wanita yang normal tidak menimbulkan gatal.

Jika Anda merasakan gatal terus-menerus, diikuti keputihan yang tidak normal dan bau amis, maka itu merupakan tanda adanya infeksi bakteri atau jamur.

6. Tidak Ada Kelainan

Normalnya, bagian klitoris dan labia (bibir) kemaluan wanita yang sehat itu berwarna merah muda cerah atau kecokelatan. Bagian tersebut juga memiliki lipatan dan bisa timbul kerutan.

Yang tidak normal apabila ada perubahan warna pada dua bagian tersebut menjadi pucat, muncul benjolan, luka, ataupun nyeri. Gejala tersebut bisa mengindikasikan adanya masalah kulit hingga penyakit kelamin.

Artikel lainnya: Inilah Penyebab Bau Vagina yang Muncul Usai Bercinta

2 dari 3 halaman

Cara Menjaga Vagina Tetap Sehat

Agar vagina senantiasa sehat, Anda perlu melakukan beberapa perawatan. Berikut tipsnya:

  • Gunakan celana dalam berbahan katun agar dapat menyerap keringat dengan baik
  • Gunakan sabun khusus vagina hanya untuk bagian luar area vagina. Jangan membersihkan hingga ke area dalam
  • Jika menggunakan pantyliner, maka Anda perlu menggantinya setiap 3-4 jam sekali
  • Saat mencuci vagina, Anda perlu melakukannya dari arah depan ke belakang. Ini penting agar bakteri tidak masuk kembali ke dalam vagina
  • Usahakan vagina tetap kering dengan membasuhnya menggunakan handuk lembut setelah mandi dan buang air
  • Jika terasa sangat lembap, segera ganti celana dalam Anda
  • Hindari penggunaan celana yang ketat
  • Rajin konsumsi makanan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan vagina. Misalnya yoghurt, alpukat, dan sayuran hijau

Demikian tadi penjelasan tentang ciri-ciri vagina yang sehat dan kiat menjaga kesehatan vagina. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk malas membersihkan vagina. Anda bisa segera menerapkannya di rumah, sekarang juga!

Ingin mengetahui info kesehatan lainnya atau menanyakan ciri-ciri vagina sehat lainnya? Tanyakan langsung kepada dokter-dokter kami melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[NWS]

2 Komentar