Sukses

3 Hal yang Dipikirkan Ibu Hamil Saat Morning Sickness

Hal-hal ini sering menghantui pikiran ibu hamil saat morning sickness. Yuk, cari tahu apa saja.

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan adalah momen berharga dan dinantikan oleh setiap pasangan calon orang tua. Di masa kehamilan, tiap ibu hamil akan berusaha menjaga kondisi fisiknya demi janin yang tumbuh dalam kandungan, termasuk saat mengalami morning sickness.

Morning sickness merupakan salah satu keluhan yang paling sering yang dialami oleh ibu hamil. American College of Obstetricians and Gynecologists menyebutkan bahwa 50 hingga 80 persen wanita hamil mengalami keluhan mual dan muntah selama kehamilannya.

Hal tersebut terjadi karena adanya lonjakan hormon human chorionic gonadotropin (b-HCG) dan estrogen. Kedua hormon tersebut, terutama b-HCG meningkat kadarnya dalam tubuh di awal kehamilan hingga usia 12 sampai 14 minggu, lalu berkurang secara perlahan.

Itulah sebabnya keluhan morning sickness akan dialami tiga bulan pertama dan berkurang seiring bertambahnya usia kehamilan.

Kenali gejala morning sickness

Gejala morning sickness yang umum adalah mual, muntah, rasa kembung atau begah, tidak nafsu makan, dan badan lemas. Dari sisi kejiwaan, gejala mual dan muntah dalam beberapa kondisi dapat menguras emosi dan membuat ibu dihantui berbagai kekhawatiran.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Tiga hal berikut adalah yang sering terlintas di pikiran ibu hamil saat mengalami morning sickness:

1.    “Apakah ini petanda kehamilan bermasalah?”

Sebagian besar ibu hamil khawatir apakah morning sickness merupakan pertanda bahwa kehamilannya bermasalah, seperti kandungan yang lemah, gangguan plasenta, dan lain sebagainya. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Peningkatan hormon saat hamil muda merupakan perlekatan plasenta yang baik, sehingga keluhan mual dan muntah sebenarnya menandakan kehamilan Anda sejauh ini berjalan baik. Namun tentu ada hal yang harus diwaspadai.

Bila mual dan muntah sangat hebat dan kadar b-HCG sangat tinggi, Anda perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya kondisi lain seperti hamil anggur (mola hidatidosa).

2.    “Apakah janin akan kekurangan nutrisi?”

Saat gejala mual dan muntah menghadang dan kehilangan nafsu makan, banyak ibu hamil mulai mengkhawatirkan kondisi janinnya. “Apakah janin baik-baik saja?”, “Akankah ia kekurangan nutrisi untuk tumbuh kembangnya?”

Namun, Anda tidak perlu takut, karena janin tetap mendapatkan nutrisi terbaik dari ibu.

3.    “Apakah saya akan keguguran?”

Hal ini pun sering terlintas dalam pikiran ibu hamil. Banyak ibu khawatir akan mengalami keguguran bila ia mengalami morning sickness yang berat. Hal ini pun tidak benar. Adanya hormon b-HCG yang meningkat berfungsi untuk memelihara janin di awal kehamilan, jadi justru kondisi ini adalah petanda bahwa kondisi kehamilan baik-baik saja.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejala morning sickness?

  • Makan dalam jumlah sedikit namun sering

Makan besar akan memperlambat pengosongan lambung sehingga gejala mual akan semakin buruk. Lebih baik Anda makan 5-6 kali per hari tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit.

  • Minum air putih

Mual dan muntah akan membuat ibu rentan mengalami dehidrasi. Jangan lupa untuk selalu minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

  • Perbanyak asupan protein

Hindari makanan berlemak dan tinggi gula karena akan mencetuskan rasa mual. Sebaiknya, perbanyak asupan protein baik hewani maupun nabati, seperti daging, ikan, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

  • Konsumsi jahe

Berbagai sumber menyebutkan konsumsi jahe dapat mempercepat pengosongan lambung dan membantu gerakan usus, sehingga keluhan mual pun akan berkurang. Jahe dapat dikonsumsi langsung atau diseduh dengan air hangat.

Bila keluhan morning sickness terus menerus terjadi bahkan semakin berat –kehilangan selera makan, muntah terus menerus, hingga mengalami penurunan berat badan - jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.

Hindari mengonsumsi obat apapun tanpa anjuran dokter, karena bisa berdampak bagi Anda dan janin.

Morning sickness memang sangat mengganggu ibu hamil. Namun jangan sampai hal tersebut membuat Anda tidak dapat menikmati masa kehamilan dengan nyaman. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan secara teratur dan jalani kehamilan dengan rasa syukur dan pikiran positif. 

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar