Sukses

Awas! Salah Pilih Obat Sakit Kepala, Bisa Bikin Deg Degan

Obat sakit kepala bisa didapat dengan mudah dan harganya pun murah. Tapi tahukah Anda bahwa obat sakit kepala bisa menyebabkan deg-degan?

Klikdokter.com, Jakarta Sakit kepala merupakan salah satu gejala yang umum dialami banyak orang. Keluhan ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, ras, status sosio ekonomi, dan letak geografis suatu negara.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kasus sakit kepala pada orang dewasa yang setidaknya dialami 1 kali dalam setahun, diperkirakan mencapai 50% dari seluruh populasi dunia. Sedangkan jumlah penderita sakit kepala yang dirasakan 15 hari atau lebih dalam setiap bulan, kasusnya bisa mencapai 1.7–4% dari jumlah populasi orang dewasa di seluruh dunia.

Munculnya sakit kepala adalah salah satu gejala yang bisa disebabkan oleh beragam penyakit. Apa pun penyebabnya, ketika seseorang sakit kepala biasanya akan langsung membeli obat pereda nyeri yang banyak dijual bebas. Bahkan, ada yang sudah terbiasa mengonsumsi obat pereda sakit kepala dalam jangka waktu yang lama.

Untuk meredakan nyeri sakit kepala, macam obat pereda nyeri yang paling banyak dikonsumsi adalah parasetamol, aspirin, hingga ibuprofen. Namun perlu Anda ketahui bahwa obat-obatan pereda sakit kepala tersebut memiliki efek bagi kesehatan jantung Anda.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa sepertiga hingga seperempat dari sejumlah orang yang mengonsumsi parasetamol, aspirin atau ibuprofen selama 6–7 hari per minggu selama lebih dari 2 tahun, didiagnosis mengalami tekanan darah tinggi.

Obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (nonsteroidal anti-inflammatory drugs/ NSAIDs) seperti aspirin dan ibuprofen dapat menghambat pengeluaran cairan dari tubuh. Hal ini dapat mengganggu fungsi ginjal.

Ketika fungsi ginjal terganggu, berbagai penyakit dapat timbul seperti tekanan darah tinggi (hipertensi).

Menurut sebuah penelitian dari Harvard Medical School, peningkatan tekanan darah pada penggunaan obat pereda nyeri seperti parasetamol dan NSAIDs, disebabkan karena obat-obatan tersebut menghambat kerja zat prostaglandin (yaitu zat yang dapat melonggarkan pembuluh darah) di dalam tubuh. Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa parasetamol dapat mengakibatkan penumpukan radikal bebas di dalam tubuh serta kerusakan dinding pembuluh darah.

Karena beberapa efek samping yang muncul inilah, penggunaan parasetamol, aspirin, dan ibuprofen harus secara bijak dan dalam pengawasan dokter, khususnya jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Sebelum Anda buru-buru membeli macam obat pereda nyeri kepala kimia, pertimbangkan untuk beralih ke obat herbal. Obat nyeri kepala herbal modern pertama Indonesia yang tersedia di pasaran adalah HerbaPAIN.

Bersumber dari ekstrak buah mahkota dewa, HerbaPAIN terbukti ampuh sebagai analgesik (pereda sakit kepala dan nyeri otot), dengan cara menekan pelepasan prostaglandin oleh jalur penghambatan COX-2.  COX-2 merupakan enzim yang terbentuk saat terjadi peradangan atau cedera, lalu menghasilkan prostaglandin yang menjadi mediator nyeri/ radang. Selain itu, mahkota dewa juga berkhasiat dalam penghambatan nitric oxide (NO), yang berperan sebagai antiinflamasi.

Karena terbuat dari bahan alami dan diolah dengan teknologi Advanced Fractionation Technology, HerbaPAIN dapat dikonsumsi dengan aman, sama atau lebih baik dari obat-obatan kimia, dan cepat atasi sakit kepala, yaitu rata-rata 22 menit setelah dikonsumsi. Dan terlebih lagi, HerbaPAIN ampuh mengobati sakit kepala tanpa efek samping deg-degan dan tidak menyebabkan kantuk!

Jadi, saat sakit kepala menyerang, pastikan Anda mengonsumsi obat yang terbuat dari bahan alami dan telah terbukti ampuh mengatasi sakit kepala. Ingat, salah pilih obat, jantung Anda bisa jadi korban berikutnya.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar