Sukses

Mitos dan Fakta Tentang Usus Buntu

Ada banyak mitos tentang usus buntu yang beredar di kalangan masyarakat. Yuk, simak faktanya di sini.

Usus buntu, atau apendiks, terletak di persimpangan usus kecil dan usus besar. Organ ini adalah saluran tipis dengan panjang sekitar empat inci dan berada di perut kanan bawah. Fungsi usus buntu tidak diketahui secara spesifik.

Namun, salah satu teori menyatakan bahwa usus buntu bertindak sebagai gudang bakteri baik, yang akan bekerja memperbaiki sistem pencernaan setelah terjadinya penyakit pencernaan. 

Banyak orang meyakini beragam mitos usus buntu. Sebagian anggapan tersebut memang benar, namun tidak sedikit pula yang keliru dan cenderung menyesatkan.

Sebelum terjadi kesalahan fatal akibat informasi melenceng itu, Anda sebaiknya membuktikan kebenarannya terlebih dahulu. Melalui penjelasan di bawah ini, Anda bisa membedakan mitos usus buntu beserta fakta yang sebenarnya. 

1. Mitos: Usus Buntu Tidak Ada Gunanya

Fakta: Usus buntu merupakan struktur dalam usus manusia dengan panjang kurang lebih 10 sentimeter dan bentuknya seperti cacing. Awalnya, usus buntu dianggap tidak memiliki fungsi apa pun, sehingga operasi pengangkatannya tidak akan memberikan dampak berarti pada tubuh manusia.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran, banyak studi membuktikan bahwa organ kecil ini ternyata ikut berperan membentengi tubuh dari serangan penyebab penyakit. 

Oleh karena itu, operasi pengangkatannya harus benar-benar atas indikasi dokter dengan mempertimbangkan untung dan rugi.

Artikel Lainnya: Mengapa Usus Buntu Terjadi Lagi Meski Sudah Dioperasi?

1 dari 4 halaman

2. Mitos: Makan Biji Cabai atau Jambu Menyebabkan Radang Usus Buntu

Fakta: Radang usus buntu dapat disebabkan oleh dua hal. Pertama, infeksi yang membuat usus buntu membesar, rapuh, dan terasa sangat nyeri. Kedua, sumbatan usus akibat gumpalan tinja, cacing, atau tumor.

Biji cabai atau jambu ukurannya terlalu kecil untuk dapat menyumbat usus buntu, sehingga kecil kemungkinan keduanya menjadi penyebab radang pada organ ini. Karena itu, mitos usus buntu yang satu ini tidak perlu Anda percaya lagi.

3. Mitos: Radang Usus Buntu Dapat Sembuh dengan Sendirinya

Fakta: Pada sebagian kasus, keluhan nyeri yang dirasakan memang dapat mereda. Akan tetapi, peradangan ini tidak akan sembuh dengan sendirinya. 

Umumnya diperlukan pengobatan khusus seperti pemberian antibiotik dan anti peradangan. Bahkan, sebagian besar kasus lainnya memerlukan operasi darurat. 

Dinding usus buntu yang meradang sangat rapuh dan berisiko pecah kapan saja. Pecahnya dinding usus buntu tidak hanya mengakibatkan nyeri yang amat sangat, tetapi juga perdarahan hebat dan mengancam nyawa penderitanya.

Artikel Lainnya: Benarkah Telan Biji Buah Sebabkan Usus Buntu?

2 dari 4 halaman

4. Mitos: Setiap Nyeri Perut Pasti Disebabkan oleh Usus Buntu

Fakta: Nyeri akibat radang usus buntu memiliki tanda yang khas. Awalnya, nyeri dirasakan di ulu hati, disertai rasa begah, perut kembung, atau mual muntah. Nyeri ini kemudian berpindah ke perut kanan bawah dan terasa sangat menusuk.

Gejala lain yang umumnya mengiringi adalah demam, rasa kurang nyaman pada tubuh dan penurunan nafsu makan. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan penunjang lain untuk memastikan diagnosis radang usus buntu.

5. Mitos: Pengangkatan Usus Buntu Hanya untuk Mengatasi Apendisitis

Fakta: Sebuah penelitian dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa pasien yang menjalani pengangkatan usus buntu yang meradang karena apendisitis ternyata lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki penyakit kolitis ulseratif di kemudian hari (jika usus buntu mereka diangkat sebelum usia 20 tahun).

6. Mitos: Penyakit Usus Buntu Tak Dapat Dicegah

Fakta: Mitos usus buntu ini masih dipercaya banyak orang. Padahal, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dan menurunkan risiko komplikasi yang serius. 

Menurut University of Maryland Medical Center, makan buah dan sayuran, ditambah makanan kaya serat lainnya, dapat membantu mencegah usus buntu Anda meradang.

Artikel Lainnya: Benarkah Sering Makan Pedas Bisa Sebabkan Usus Buntu?

3 dari 4 halaman

7. Mitos: Radang Usus Buntu Disembuhkan Dengan Operasi

Fakta: Pada dasarnya, apabila usus buntu belum pecah maka tindakan operasi tidak dibutuhkan. Karena sebelumnya, dokter pun akan memberikan terapi antibiotik.

8. Mitos: Mie Instan Menyebabkan Usus Buntu

Fakta: Konsumsi mie instan tidak menyebabkan usus buntu. Namun, konsumsi mi instan secara berlebihan dapat memicu peningkatan berat badan dan tidak tercukupinya kebutuhan gizi tubuh. 

9. Mitos: Operasi Usus Buntu Menyebabkan Bekas Sayatan

Fakta: Dengan kemajuan teknologi yang ada, sudah terdapat teknologi operasi dengan sayatan yang kecil sehingga tidak akan memberikan bekas sayatan lebar pada tubuh penderita. 

10. Mitos: Melompat Setelah Makan Menyebabkan Radang Usus Buntu

Fakta: Mitos usus buntu ini juga tidak perlu Anda percaya lagi. Sebab tidak ada hubungannya antara melompat dengan radang usus buntu. Alangkah baiknya, Anda tidak perlu melompat atau berolahraga berat sehabis makan. Karena hal ini dapat membuat perut menjadi kram.

Setiap organ tubuh manusia diciptakan bukan tanpa arti, begitu pula dengan usus buntu. Setelah mengetahui beberapa fakta tentang usus buntu di atas, agar fungsinya tetap optimal, Anda tentunya perlu selalu menerapkan gaya hidup sehat

Anda dapat mulai mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga secara rutin. Dengan demikian, kuman sumber penyakit enggan mampir ke dalam tubuh, termasuk mengganggu kerja usus buntu Anda

Punya pertanyaan lain seputar mitos usus buntu atau masalah kesehatan lainnya? Konsultasikan kepada dokter dengan memanfaatkan layanan Live Chat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar