Sukses

Anak Sedang Sakit, Bolehkah Mendapat Vaksin Difteri?

Untuk mencegah agar tidak tertular penyakit difteri, anak perlu mendapatkan vaksin.

Klikdokter.com, Jakarta Akhir tahun 2017, penyakit difteri masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Penyakit yang biasa terjadi pada anak ini sangat menular. Difteri disebabkan oleh bakteri yang menghasilkan racun yang merusak jaringan manusia, terutama hidung dan tenggorokan. Untuk mencegahnya, anak perlu mendapatkan vaksin difteri.

Namun bila sedang sakit, apakah anak boleh mendapatkan vaksin difteri? Berdasarkan tulisan yang dipublikasi di situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak dengan batuk pilek ringan dan tidak demam tetap bisa mendapatkan vaksin difteri sesuai usia.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, Anda bisa menunda imunisasi difteri pada anak bila anak mengalami demam di atas 37.5 derajat celcius atau memiliki riwayat kejang setelah imunisasi. Jika imunisasi tertunda atau belum lengkap, segera lengkapi di fasilitas kesehatan terdekat.

Daftar vaksin difteri lengkap berdasarkan situs resmi IDAI yaitu usia kurang dari satu tahun harus mendapatkan tiga kali vaksin difteri (DPT). Anak usia 1-5 tahun harus mendapatkan imunisasi ulangan sebanyak dua kali.

Anak usia sekolah harus mendapatkan imunisasi difteri melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) siswa sekolah dasar (SD) kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 atau kelas 5. Setelah itu, imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun, termasuk orang dewasa.

Bila muncul demam, bengkak, dan nyeri di area bekas suntikan, itu merupakan reaksi normal dan akan hilang dalam 1-2 hari. Bila anak mengalami demam atau bengkak di sekitar lokasi bekas suntikan, Anda dapat memberikannya obat penurun panas.

Berdasarkan tulisan yang dipublikasikan di situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemerintah masih berusaha menyelesaikan KLB penyakit difteri dengan menjamin ketersediaan vaksin difteri untuk outbreak respons immunization (ORI).

Dalam tulisan yang diterbitkan awal 2018 itu disebutkan bahwa ORI merupakan prosedur standar untuk menangani KLB suatu penyakit (dalam hal ini difteri) yang bisa dicegah oleh imunisasi. Sasaran ORI adalah anak berusia usia 1-19 tahun.

Ingat, difteri merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan bisa menular ke siapa saja, temasuk anak. Jadi, sekarang adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk membawa si Kecil ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin difteri.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar