Sukses

Awas, Makan Larut Malam Bisa Ganggu Kesehatan

Inilah yang terjadi pada tubuh, jika Anda memiliki kebiasaan makan pada larut malam.

Klikdokter.com, Jakarta Karena sibuk lantaran lembur atau terjebak macet di jalan, banyak orang terpaksa menunda waktu makan sampai larut malam. Anda mungkin juga demikian. Kalau hal ini menjadi kebiasaan, hati-hati, kesehatan mental Anda dapat terpengaruh.

Sebuah penelitian telah membuktikan hal tersebut. Dalam sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Obesity, para periset meneliti 32 orang yang memiliki kelebihan berat badan. Setengah dari mereka telah didiagnosis menderita binge eating disorder (perilaku makan yang tidak terkendali).

Semua peserta diminta untuk berpuasa selama delapan jam, dan hanya menerima makanan pada pukul sembilan pagi dan empat sore. Setelah itu, periset melakukan uji stres dasar dengan mengambil sampel darah untuk mengukur hormon stres dan kelaparan. 

Hasilnya, tingkat ‘hormon kelaparan’ yang disebut ghrelin tidak hanya meningkat di malam hari, tapi juga bisa memicu stres. Pada saat bersamaan, kadar hormon yang terkait dengan rasa kenyang menurun seiring berjalannya waktu.

“Temuan kami menunjukkan bahwa makan malam berlebihan memiliki risiko yang tinggi, terutama jika sedang stres,” kata Susan Carnell, profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Johns Hopkins University School of Medicine, Amerika Serikat.

Senada dengan hal itu, sebuah penelitian tahun 2005 menemukan bahwa kegiatan makan tiga jam sebelum tidur telah dikaitkan dengan meningkatnya gejala asam lambung. Studi ini meneliti kebiasaan makan malam pada 350 orang. Dalam kasus terburuk, asam lambung bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius seperti kanker.

“Kabar baiknya adalah bahwa dengan pengetahuan ini, orang bisa mengambil langkah untuk mengurangi risiko makan berlebihan dengan makan lebih awal, atau menemukan cara alternatif untuk mengatasi stres,” kata Susan.

Faktanya, ketika makan pada larut malam dengan porsi yang besar, tubuh akan lebih sulit mencerna dan memproses makanan. Pada akhirnya, makanan akan diubah menjadi lemak dan berakibat pada peningkatan berat badan. Sejumlah pakar gizi menyarankan makan malam sebaiknya berkisar antara 20-25 persen dari total kalori harian.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar